Upaya Mengenalkan seni Budaya Indonesia pada Siswa Sekolah TK dan SD Guangzhou

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Di  Penghujung tahun 2010 , ditengah terpaan hawa dingin Guangzhou , Pada tanggal 30 Desember 2010 KJRI telah memenuhi undangan untuk berkunjung ke Distrik Huadu yang terletak sekitar 20 Km arah selatan  Guangzhou, guna menyaksikan acara “Pentas Seni dan Budaya Daerah Asal Perantauan Orang Tiongkok” yang  diselenggarakan oleh Sekolah Dasar (SD) Huaqiao. Pertunjukan yang dihadiri sekitar 400 murid ini merupakan bagian dari kegiatan Penilaian akreditasi Sekolah Dasar Huaqiao untuk menjadi Sekolah Percontohan Khusus di Daerah tsb.

Meski bertajuk ”Pentas Seni dan Budaya Daerah Asal Perantauan Orang Tiongkok”, namun acara tsb secara khusus menampilkan pertunjukan seni tari daerah asal Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa terima kasih dan apresiasi atas dukungan dan bantuan KJRI selama ini pada komunitas Huaqiao di Huadu tersebut. Dalam acara pertunjukan tersebut ditampilkan berbagai musik, nyanyian dan tarian tradisional Indonesia, antara lain : tari Saman Aceh, tari Padang,  Lenggang Betawi, Tari Kipas, pertunjukan Angklung, dan lagu Nusantara. Sebanyak 66 murid SD terlibat dalam pertunjukan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut . Murid-murid tersebut merupakan binaan guru tari Indonesia, Sdr. Taufik Hidayat,  yang didatangkan KJRI untuk melatih disana sejak beberapa bulan yang lalu.

SD Huaqiao tercatat pernah menjuarai lomba seni antar Sekolah Dasar se propinsi Guangdong pada tahun 2009, dengan menampilkan pertunjukan kesenian musik tradisional angklung. SD Huaqiao  Huadu juga pernah meraih juara satu di pertandingan ke-8 paduan suara SD SMP tingkat daerah Huadu, dan  juara dua di festival ke-11 paduan suara SD SMP tingkat kota Guangzhou. Prestasi ini sangat pantas dibanggakan mengingat semenjak itu SD Huaqiao sering diminta pemerintah daerah setempat untuk turut mengisi acara-acara resmi mereka yang memerlukan pertunjukan kesenian, disamping juga sering diminta mewakili propinsi Guangdong dalam lomba seni antar propinsi.

Sementara itu pada pada tanggal 31 Desember 2010 KJRI bersama anggota dan pengurus Dharma Wanita juga telah menghadiri acara penutupan “Festival Kebudayaan Anak Indonesia-China” yang  diselenggarakan oleh  sekolah TK The First Kindergarten of Guangzhou Development District di kawasan Distrik Luogang, sekitar 15 Km dari pusat kota Guangzhou .

 Dalam acara tersebut telah ditampilkan berbagai musik, nyanyian dan tarian tradisional Indonesia dan Tiongkok antara lain: tarian Anak Indonesia, pertunjukan Angklung, dan tarian tradisional Melayu. Semua pertunjukan tersebut dibawakan oleh  murid-murid serta para guru yang merupakan binaan guru tari Indonesia , Sdr..Taufik Hidayat yang didatangkan KJRI sejak beberapa bulan yang lalu.

Dalam sambutannya Wakil dari Asosiasi Prasekolah provinsi Guangdong mengatakan pembelajaran kebudayaan Indonesia yang dilakukan oleh TK tersebut adalah sangat tepat, mengingat banyak yang nilai-nilai budaya yang dapat diambil dari Indonesia, seperti meskipun Indonesia adalah negara yang mempunyai multi kultural budaya dan agama, sampai saat ini penduduk Indonesia masih dapat hidup berdampingan dan saling hormat-menghormati diantara penduduknya.Mereka juga menyatakan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya  atas bantuan dan dukungan yang diberikan oleh KJRI terhadap Sekolah TK tersebut selama ini. Mereka berharap KJRI dapat lagi mendorong kemajuan pendidikan kebudayaan tradisional Indonesia di sekolah tersebut dengan mengirimkan guru tari sekolah tersebut untuk belajar di Indonesia.

Sebelumnya KJRI juga pernah menyumbangkan seperangkat alat musik Anglung ke SD Huaqiao. Sumbangan  alat musik Angklung ini adalah guna membantu pengembangan kesenian Indonesia di kalangan murid SD Huaqiao, mengingat pelajaran seni tradisional dijadikan sebuah pelajaran ekstra kurikuler bagi murid SD yang kebanyakan merupakan anak keturunan para Huaqiao asal Indonesia. (sumber KJRI Guangzhou )