Perwakilan RI Sepakat Gelar 4 Kali promosi terpadu Trade, Tourism and Investment di Tiongkok Sepanjang Tahun 2011.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 17 - 19 Februari 2011 bertempat di gedung “Rumah Indonesia” di  kota Nanning, Provinsi Guangxi, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Perwakilan RI di RRT. Rakor bertujuan mengevaluasi capaian kinerja tahun 2010, mengidentifikasi kendala dan peluang, serta menyusun kegiatan bersama tahun 2011 yang lebih terkoordinasi dalam upaya meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral RI-RRT.

Dipilihnya Nanning sebagai tempat penyelenggaraan Rakor dikarenakan pemerintah RRT menjadikan kota Nanning sebagai pusat kerjasama negara-negara ASEAN dengan RRT, yang didukung oleh penyelenggaraan pertemuan tahunan “ASEAN-China Expo”  di Nanning. Disamping itu rakor juga ingin memanfaatkan secara maksimal keberadaan “Rumah Indonesia” sebagai showcase berbagai produk unggulan Indonesia di RRT, mulai dari produk perdagangan, potensi investasi hingga pariwisata.

Rakor dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI untuk RRT merangkap Mongolia dan dihadiri oleh 58 peserta yang mewakili KBRI Beijing; KJRI Guangzhou; KJRI Hong Kong; BI Tokyo; Garuda Indonesia Beijing, Shanghai, Guangzhou dan Hong Kong; Bank Mandiri Hong Kong dan Shanghai; serta BNI Hong Kong. Pembahasan dilakukan melalui dua kelompok kerja yaitu bidang Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya serta bidang Konsuler dan Imigrasi.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI menekankan bahwa Rakor memiliki momentum yang tepat bagi Perwakilan untuk lebih meningkatkan kinerjanya dalam mengelola hubungan kerja sama bilateral RI-RRT. Dalam kaitan ini, mencermati posisi RRT yang muncul sebagai kekuatan baru dunia, baik secara politik, ekonomi maupun militer, Indonesia selayaknya menyikapi hal ini sebagai peluang daripada sebagai ancaman. Peluang tersebut harus terus digali dan dimanfaatkan secara optimal di berbagai bidang dan tingkatan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peluang tersebut didukung oleh fakta semakin meningkatnya hubungan dan kerja sama RI-RRT di berbagai bidang. Di sektor perdagangan, tercatat adanya peningkatan signifkan dari US$28 milyar pada April 2010 menjadi US$42,5 milyar per Januari 2011. Demikian pula di bidang investasi dan pariwisata, politik dan keamanan, serta sosial budaya.

Digarisbawahi bahwa capaian kerja sama bilateral RI-RRT belum sepenuhnya menggambarkan potensi yang dimiliki oleh kedua negara. Oleh karena itu, Perwakilan perlu bekerja lebih keras untuk mengakselerasi pencapaian target-target yang ditetapkan oleh Pemerintah, yaitu perdagangan dua arah RI-RRT senilai US$50 milyar pada tahun 2014, menarik sebanyak 635 ribu wisatawan RRT pada tahun 2011 serta memaksimalkan potensi investasi RRT ke Indonesia yang jumlahnya masih insignifikan dibandingkan dengan peluang investasi di Indonesia serta kapasitas riil RRT.

Dalam rekomendasinya rakor antara lain menyepakati agar antar perwakilan RI di RRT dapat meningkatkan koordinasi, baik dalam menyusun dan melaksanakan program kegiatan masing-masing, maupun saling tukar informasi yang diperlukan.

Sementara itu, untuk mengupayakan pencapaian target-target Pemerintah, Rakor menyepakati diselenggarakannya 4 kali program promosi terpadu bidang perdagangan, pariwisata dan investasi (TTI) pada tahun 2011 yang akan diselenggarakan secara bersama di 4 kota besar RRT, yaitu Xiamen, Chongqing, Hong Kong dan Qingdao. (sumber KJRI Guangzhou)