Kunjungan Konjen RI di Desa Yingde, Guangzhou

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka pembinaan terhadap para Guiqio (warga RRT keturunan Indonesia) Konsul jenderal dengan didampingi Konsul fungsi Pensosbud telah melakukan kunjungan kerja ke desa Yingde pada tanggal 27 Januari 2011. Kunjungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan hubungan RI- RRT di bidang seni budaya terutama “people to people contact” dan melihat dari dekat kehidupan masyarakat Guiqio di desa yingde.

 

Selama 4 tahun terakhir ini KJRI serara rutin telah melakukan pembinaan dengan cara mengirimkan guru  tari dan dan musik . Hasilnya, di  Yingde telah terbentuk sebuah kelompok seni yang dapat memainkan tari dan musik tradisional Indonesia dibawah pimpinan ibu Huang. Kelompok tersebut mampu tampil secara profesional dalam membawakan tarian dari berbagai daerah nusantara, tidak kalah kualitasnya dengan penari dari Indonesia sendiri. Bahkan salah seorang penari leadernya, Sdr. Zheng ying pernah mengikuti pelatihan tari khusus selama 3 bulan di Bandung dalam rangka mengikuti program Beasiswa Seni Budaya dari pemerintah RI tahun 2009.

 

Cuaca dingin tidak mengurangi keceriaan para warga Guiqio yang sudah bersiap menyambut kedatangan Konjen RI di pendopo berukuran 9X8 m2. Acara berjalan dengan lancar. Semangat kebersamaan dan silaturahmi tercermin sangat tinggi pada saat digelar acara pertemuan dan suguhan seni budaya dari kelompok tari pimpinan ibu Huang.

 

Dihadapan sekitar 50 warga Guiqo, Konjen  Edi Yusup berpesan untuk terus menyambung tali silaturahmi antara Guiqio dan KJRI serta menyampaikan penghargaanya atas kerjasama yang baik dari warga Guiqio di Yingde hingga acara tersebut berlangsung dngan lancar dan aman.

 

Guiqio adalah warga china yang dahulunya pindah dan berdiam di Indonesia serta menjadi penduduk Indonesia. Oleh karena sesuatu dan lain hal, 30 tahun yang lalu mereka memilih kembali ke china dan kembali menjadi warganegara china.

 

40 tahun lebih sudah berlalu, namun tak pernah sedikitpun mereka melupakan tanah kelahiran mereka Indonesia. Meski sudah beranak pinak di tanah leluhur, mereka tetap mengaku orang Indonesia. Ada pernyataan mereka yang begitu menyentuh”Kami selalu cinta Indonesia dan sangat merindukan Indonesia”.(sumber KJRI Gz)