Berlebaran di Guangzhou: Tanah Suci Umat Islam di Tiongkok

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Tuntutlah Ilmu Hingga ke Negeri Cina” demikian bunyi salah sebuah hadits Nabi yg sangat popular dan sering disitir untuk menunjukkan betapa dekat hubungan antara sejarah Islam dengan negara Tiongkok. Tidak berlebihan jika kota Guangzhou disebut sebagai tanah suci umat islam di Tiongkok ...Mengapa ? Hal ini tidak lepas dari keberadaan sebuah komplek makam di tengah kota Guangzhou, tepatnya di taman Yuxiu  dimana terdapat sebuah makam yang diyakini menjadi tempat bersemayam salah seorang paman Nabi muhammad SAW  yaitu Saad bin Abi Waqqas.

Diceritakan dalam sejarah bahwa Abi Waqqas tercatat pernah memimpin sebuah expedisi muhibah ke Tiongkok  pada akhir abad ke-7 dimana pada saat itu sudah terkenal adanya jalur sutra “Silk Road” yang menghubungkan antara daratan Asia dan Eropa. Penelitian sejarah membuktikan dari hasil uji karbon bahan-bahan material bebatuan sebuah masjid kecil di jalan Guangta memang terbukti bahwa masjid tersebut dibangun pada abad  ke-7 yaitu satu masa dengan perkiraan keberadaan kafilah Abi Waqqas di daerah Guangzhou tersebut. Maka komplek makam tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung yang berziarah dan memohon berkah.

Menjelang Asian Games 2010, Pemda kota Guangzhou telah merenovasi komplek masjid Abi Wagqqas menjadi lebih luas dan indah sehingga membuat para pengunjung menjadi lebih nyaman untuk berziarah atau beribadah di masjid tersebut.

Pada saat lebaran Idul fitri 2010 sekitar 3000 ummat islam dari berbagai bangsa dan negara memadati masjid tersebut. Tak ketinggalan pula sekitar 300 warga Indonesia yang beragama islam pun turut melaksanakan sholat Ied. Seusai sholat secara berombongan warga Indonesia langsung menuju ke Wisma KJRI dimana bapak Konjen dan ibu EdiYusup sudah siap menanti sejak pukul 10.30.

Dalam waktu singkat wisma menjadi penuh sesak oleh warga yangsemuanya ingin bersalaman dengan orang nomor satu di KJRI yang baru seninggu tiba di Guangzhou. Setelah bersalaman ratusan warga yang kebanyakan terdiri dari para mahasiswa tersebut langsung menyerbu beragam jenis makanan dan kudapan khas Indonesia seperti rendang daging, bakso, tumis kacang, udang  balado, lontong, kupat sayur  dan lain lain.

Tamu yang datang pun beragam ada yang dari kalangan pengusaha, dari kalangan pasien yang sedang berobat di rumah sakit Guangzhou, dari kalangan anak buah kapal dan para warga keturunan Indonesia ( huaqiao ) . Semua tampak gembira dan bahagia menyambut hari raya Idul Fitri . Seorang tamu istimewa juga tampak hadir yaitu pangeran Joyokusumo dari Kraton Yogyakarta. Beliau kebetulan sedang berobat jalan di Guangzhou. (KJRI Guangzhou)