Alunan Gamelan Pulau Dewata Menggema di Baiyun Convention Centre Guangzhou

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka melengkapi rangkaian Asian Games, pemerintah Guangzhou juga berusaha untuk turut memperkenalkan kebudayaan dari berbagai negara Asia. Dengan tujuan itu, salah satu program yang diadakan oleh mereka adalah 16th Asian Games Concert Series. Dalam acara tersebut mereka mengundang berbagai kelompok dari negara-negara Asia untuk datang memperkenalkan kebudayaan mereka. Tiap negara diundang untuk menampilkan kesenian tradisional dan kekhasan budaya mereka.

Salah satu kelompok yang berkesempatan mewakili Indonesia adalah Mekar Bhuana. Grup musik  konsevatori yang berasal dari Denpasar ini membawakan Gamelan Bali. Di awal pertunjukan, pengunjung yang hadir di Baiyun Convention Centre tampak terbius oleh dentingan yang mengalun lincah dari alat musik para pemain. Sebagai pembukaan mereka memainkan komposisi musik instrumental yang berjudul Trompong. Ini merupakan komposisi musik kuno dari abad ke-17 yang sudah hampir punah. Setelah Trompong, kelompok ini mempertunjukkan tarian bali yaitu Gabor. Penonton kini tidak hanya dihibur oleh dentingan lincah dari gamelan tapi juga dimanjakan oleh gerakan yang yang gemulai serta pakaian yang memukau dan kaya akan warna dari para penari.

Setelah Gabor, tarian yang selanjutnya yang dipertunjukkan adalah Condong, ini merupakan tarian yang menceritakan mengenai percakapan antara seorang putri dengan pelayannya. Ini merupakan tarian dua babak yang diselingi oleh dialog dengan bahasa bali kuno.

Mekar Bhuana merupaka Konservatori yang berspesialisasi dalam melestarikan gamelan dan tarian kuno. Menurut Vaughan Hatch, co-founder dari konservatori ini,  tujuan didirikannya mekar Bhuana adalah untuk mengembalikan minat para pemuda Bali agar mau kembali mempelajari tarian maupun gamelan kuno yang keberadaannya telah hampir punah. Dengan mengusung nama Mekar Bhuana, diharapkan budaya Bali kuno ini kembali berkembang di seluruh dunia.

Dalam pertunjukan tersebut, Menpora Andi Mallarangeng berserta Ibu Vitri Mallarangeng juga turut hadir menyaksikan serta menemui para rombongan dari Mekar Bhuana. Menteri sangat mengapresiasi kelompok Mekar Bhuana dan usahanya untuk melestarikan kesenian kuno Bali tersebut.

William, salah satu awrga Guangzhou  yang menyaksikan pertunjukkan itu mengatakan pertunjukan ini membuat dia ingin berkunjung ke Bali serta memicunya untuk mengenal lebih jauh mengenai kebudayaan Indonesia. Penjual buku sekaligus penerjemah ini berpendapat bahwa orang Tiongkok kini lebih tertarik untuk belajar mengenai berbagai kebudayaan yang berbeda dari kebudayaan mereka. Oleh karena itu, acara semacam ini sebaiknya lebih banyak diadakan agar komunikasi antar budaya dapat terjalin lebih baik.(sumber KJRI Guangzhou )