18 UKM Indonesia ikut Ramaikan China International Small and Medium Enterprises Fair ke -7 di Guangzhou

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

sebanyak 18 UKM asal Indonesia telah ikut meramaikan pameran China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) ke-7 yang berlangsung  pada tanggal 15-18 September 2010 di Guangzhou, RRT. Peserta UKM Indonesia mengisi semua booth (20 booth) yang disediakan panitia secara gratis hasil kerjasama antara BPEN dengan KJRI Guangzhou.Pada umumnya UKM Indonesia tersebut menawarkan produk seperti sarang burung, kerajinan tangan, perhiasan, kopi, kayu/karet damar, furniture, makanan dan minuman, jamur, batik dan lain sebagainya.

Pameran CISMEF ke-7 kali ini telah tercatat diikuti oleh 3.800 perusahaan dan delegasi dari 36 negara dan wilayah/propinsi. 5.328 booths telah diisi oleh berbagai peserta dari perusahaan, negara dan wilayah/propinsi. Panitia Penyelenggara menyampaikan bahwa dalam pameran tahun ini, jumlah booth untuk peserta asing 50% lebih tinggi dari target semula yaitu 1.000 booths. Hal tersebut menandakan semakin tingginya hasrat UKM asing untuk melakukan kerjasama dengan dunia usaha di RRT. Co-host dalam pameran tahun ini adalah Australia yang mendatangkan lebih dari 300 exhibitors dan 8 delegasi.

         Selain UKM Indonesia, pengusaha Indonesia yang bernaung di bawah South China Indonesia Business Association (SCIBA) juga ikut serta dalam pameran tersebut. SCIBA adalah organisasi para pengusaha Indonesia yang berada di wilayah China bagian Selatan. Selama pameran berlangsung, berbagai tawaran pembelian barang telah terjadi seperti permintaan kayu damar, pemesanan tas batik untuk dipasarkan ke mancanegara dan lain sebagainya.

         Mengingat kemajuan ekonomi RRT yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir dan potensi pasar dalam negeri RRT yang besar, maka kiranya pengusaha Indonesia perlu mengambil manfaat yang ada dengan antara lain untuk terus menghadiri dan ikut sebagai peserta berbagai pameran yang diadakan. Apabila memungkinkan, Indonesia dapat mengajukan diri menjadi co-host dalam CISMEF di masa mendatang. Dengan menjadi co-host, peserta dari Indonesia akan diberikan tempat pameran yang lebih luas dan strategis serta dapat menyelenggarakan berbagai kegiatan promosi lainnya selama masa pameran berlangsung.(KJRI Guangzhou )