KJRI GUANGZHOU PULANGKAN 8 WNI KORBAN TRAFFICKING

2/17/2014

?

KJRI Guangzhou memulangkan sebanyak  8 WNI/TKI bermasalah yang terdiri dari 5 orang perempuan dan 3 laki-laki ke tanah air pada Senin 17 Februari 2014.


Para WNI/TKI tersebut dipekerjakan secara illegal dengan modus yang hampir sama. Para WNI tersebut direkrut oleh agensi gelap di Indonesia, dan bekerja ke China dengan visa kunjungan wisata.  Dari mulai proses pemberangkatan hingga penempatan kerja di rumah-rumah sebagai Penata Laksana Rumah Tangga / PLRT untuk yang perempuan maupun sebagai buruh pabrik untuk yang laki-laki, dilakukan tanpa kontrak, hanya berdasarkan janji lisan agen di Indonesia maupun di China.

 

Ke-8 orang TKI ini sempat bekerja di China dengan rata-rata masa kerja antara 8 bulan – 2 tahun. Mereka lari dari majikan masing-masing menuju ke KJRI, dengan berbekal uang seadanya,  karena kondisi kerja yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan. 

 

Dengan status overstayer, dan telah bekerja secara illegal, ke-8 WNI tersebut  menghadapi hukum keimigrasian China yang mengenakan denda sebesar 10.000 RMB (sekitar 1.666 USD) dan hukuman kurungan. 

 

Namun dengan tindakan pro aktif KJRI Guangzhou mendekati otoritas setempat, ke-8 TKI tersebut dapat kembali ke Indonesia tanpa menjalani ancaman kurungan dan membayar denda maksimal. Untuk menyelesaikan masalah TKI ilegal tersebut, Konjen RI secara khusus melakukan pertemuan dengan Kepala Imigrasi Provinsi Guangdong, Republik Rakyat China  membicarakan penanganan korban human trafficking ini agar dapat dikecualikan dari penerapan denda atau hukuman detensi. 

 

Pada saat melepas kepulangan mereka, Konsul Jenderal RI di Guangzhou,  Anak Agung Gde Alit Santhika berpesan kiranya pengalaman yang kurang baik ini  dapat disampaikan kepada para saudara, kerabat atau teman di kampung halaman untuk menjadi pelajaran agar tidak  tergiur bujuk rayu dan janji-janji manis agen pengerah tenaga kerja untuk bekerja di luar negeri tanpa kontrak dan visa kerja. 


Republik Rakyat China  tidak menginjinkan WNA bekerja di sektor informal ataupun sebagai tenaga buruh. Sekiranya ada agen-agen yang menawarkan pekerjaan di China, para calon TKI dihimbau agar mewaspadainya, tidak mudah kena bujuk rayu, dan mengecek secara seksama agar tidak menjadi korban-korban berikutnya.  

 

Sebelum dipulangkan, para TKI ini berada di penampungan sementara KJRI Guangzhou dalam kurun waktu antara sebulan hingga dua setengah bulan.

 

Guangzhou, 17 Februari 2014