MEMPERERAT HUBUNGAN INDONESIA-TIONGKOK: DIMENSI ANTAR-MASYARAKAT

5/7/2014

 

MEMPERERAT HUBUNGAN INDONESIA-TIONGKOK:

DIMENSI ANTAR-MASYARAKAT

 

PIDATO OLEH Y.M. SOEGENG RAHARDJO,

DUTA BESAR REPUBLIK INDONESIA UNTUK

REPUBLIK RAKYAT TIONGKOK

 

GUANGDONG UNIVERSITY OF FOREIGN STUDIES,

GUANGZHOU, APRIL 2014

 

 

SALAM DAN PERKENALAN

 

1.                  Yang terhormat para undangan dan mahasiswa yang saya cintai,

 

2.                  Pertama-tama, ijinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Guangdong University of Foreign Studies yang mengundang saya untuk menyampaikan buah pikiran saya hari ini.

 

3.                  Saya baru enam minggu lebih tinggal di Tiongkok. Namun, sejak enam minggu lalu juga saya sudah sangat ingin untuk berkunjung ke Guangzhou dan, tentunya, Guangdong University of Foreign Studies.

 

4.                  Saya amat berbahagia akhirnya dapat berada di sini dan mendapat kesempatan untuk berbicara di hadapan hadirin sekalian mengenai pentingnya hubungan antar manusia dalam kerja sama bilateral kedua negara kita. Dan hubungan antar manusia yang saya maksud di sini tentunya mencakup para mahasiswa, pelajar, dan generasi muda kedua bangsa kita.

 

 

PRESTASI DAN TANTANGAN: APA YANG HARUS DILAKUKAN

 

5.                  Para mahasiswa yang saya cintai,

 

6.                  Hubungan Indonesia – Tiongkok telah terjalin amat panjang. Setelah bertahun-tahun kerja sama dan memupuk pertalian hubungan, tumbuhnya kepercayaan dan kenyamanan menjadi warna hubungan Indonesia – Tiongkok. Dan jalinan hubungan ini mendapat dorongan besar di tahun 2005 dengan ditandatanganinya Kemitraan Strategis oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Hu Jintao.

 

7.                  Momentum ini semakin menguat di tahun 2013 dengan kesepakatan antara Presiden Yudhoyono dengan Presiden Xi Jinping untuk meningkatkan kerja sama bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif. Kedua pemimpin menekankan bahwa mempertinggi hubungan bilateral ini diperlukan karena mereka “yakin hubungan yang ada telah memberi momentum yang tepat untuk pembangunan hubungan di segala bidang, berbagai dimensi, dan tingkatan yang lebih tinggi, serta telah memberi manfaat bagi rakyat kedua negara.”

 

8.                  Tugas kita saat ini adalah memastikan Kemitraan Strategis Komprehensif yang dibentuk tahun 2013 ini terlaksana melalui program yang nyata bagi keuntungan kedua rakyat kita. Tidak hanya itu, kita juga harus berusaha untuk memastikan bahwa kerjasama bilateral yang lebih kuat ini dapat memberi manfaat bagi negara-negara tetangga dan kawasan Asia-Pasifik secara keseluruhan.

 

9.                  Sejak penandatanganan Kemitraan Strategis di tahun 2005, jalinan hubungan politik dan keamanan antara Indonesia dan Tiongkok telah meluas. Hal ini diwujudkan dengan sangat kasat mata di pertalian keamanan dan militer yang terus meningkat, dalam mempertahankan perdamaian dan stabilitas di lingkup maritim, dan pada kontribusi ke integrasi dan stabilitas kawasan Asia Timur.

 

10.              Kita juga melihat perkembangan yang pesat di bidang ekonomi, yang terlihat dari perkembangan kerja sama perdagangan dan investasi.  Saat ini Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar bagi Indonesia.  Keinginan para investor Tiongkok untuk menanamkan modalnya di Indonesia juga nampak semakin meningkat.

 

11.              Namun demikian, kita juga harus mengakui bahwa masih terdapat beberapa jurang pemisah yang perlu kita perkecil.  Pada saat yang sama, hal ini kiranya dapat dilihat sebagai peluang, dan bukan sebagai sumber permasalahan bagi hubungan bilateral diantara kedua negara.

 

12.              Kita masih harus meningkatkan pengetahuan mengenai berbagai macam perkembangan yang terjadi di kedua negara.

 

· Diantara para elit, masih sedikit jumlah pakar dan ahli mengenai Indonesia di Tiongkok, ataupun pakar dan ahli Tiongkok di Indonesia.

 

· Dan diantara masyarakat umum, masih kurang pengetahuan mengenai berbagai isu di kedua negara, terutama terkait isu-isu kebudayaan, kemasyarakatan, dan perkembangan terkini lainnya.

 

13.              Oleh karena itu, tugas kita bersama adalah memperdekat jurang pemisah yang ada dengan memperkuat pool of expertise di kedua negara kita.  Hal ini bisa dilakukan, antara lain, dengan:

 

· Membentuk dan memperkuat pusat studi Tiongkok di Indonesia, dan pusat studi Indonesia di Tiongkok melalui pertukaran pakar, ahli, peneliti, dan dosen serta pengembangan penelitian bersama diantara mereka.

 

· Membentuk Chair on Indonesian Studies di universitas-universitas di Tiongkok, dan sebaliknya, tentunya dengan dukungan dari pemerintah dan sector swasta.

 

· Melakukan program-program diplomasi publik untuk meningkatkan pengetahuan mengenai berbagai perkembangan terkini di kedua Negara, dan memaparkan agenda polugri masing-masing Negara kepada segenap masyarakat umum.

 

· Mendukung pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di Tiongkok, dan sebaliknya.

 

· Melakukan dialog dan diskusi rutin dengan media dan think tank di kedua negara.

 

· Membentuk asosiasi bersama think tank dan pusat riset, yang bertujuan untuk memfasilitasi riset dan studi bersama pada tingkat second track.

 

 

PENUTUP

 

14.              Pentingnya upaya untuk mempersempit jurang pengetahuan diantara kedua masyarakat inilah yang menjadikan kunjungan saya ke Guangdong University of Foreign Studies ini sangat bermakna.

 

15.              Sebagai pusat pengetahuan, dan juga center of excellence, institusi-instusi pendidikan tinggi seperti Guangdong University of Foreign Studies berada di garda terdepan dalam upaya bersama untuk mepersempit jurang pengetahuan ini.  Lain kata, perguruan-peruguran tinggi memainkan peran yang sangat penting dalam upaya untuk lebih meningkatkan dimensi antar-masyarakat dari kerjasa sama bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.

 

16.              Di sinilah tempat para pemimpin masa mendatang Tiongkok dipupuk dan diberi pendidikan.  Harapan saya adalaha agar di sini jugalah tempat dimana para pemimpin mendatang Tiongkok ini belajar dan mengetahui mengenai negara saya, Indonesia.  Tidak hanya itu, saya berharap kalian-kalian semua juga akan dapat membantu para warnegara Indonesia menyebarkan berita-berita baik mengenai Indonesia ke komunitas dan masyarakat setempat.

 

17.              Selain itu, saya juga bergembira bahwa saat ini sudah terdapat Pusat Studi Indonesia di Guangdong University of Foreign Studies.  Harapan saya adalah agar pusat ini tidak hanya bermanfaat bagi para mahasiswa Tiongkok yang belajar Bahasa Indonesia.  Saya harap pusat ini menjadi sumber informasi apapun mengenai Indonesia.  Dan saya berharap pusat ini tidak hanya terbuka bagi para mahasiswa Tiongkok dan Indonesia, tetapi mahasiswa dari manapun yang ingin belajar dan mengetahui lebih banyak mengenai Indonesia.

 

18.              Kaum muda adalah masa depan kita.  KALIAN adalah masa depan KITA.  Dan di tangan kalianlah masa depan hubungan kerja sama diantara Indonesia dan Tiongkok.  Tapi, masa depan seperti apa yang bisa kita harapakan jikalau diantara kalian masih kurang pengetahuan dan saling pengertian.

 

19.              Di Indonesia ada suatu perumpamaan: “Tak kenal, maka tak sayang.” Oleh karena itu, sebelum kita bias saling menyayangi, kita harus pertama-tama saling mengenal.  Mengenal tidak hanya apa yang ada di permukaan, tetapi juga mimpi kita masing-masing.  Mungkin dengan itu kita akan dapat memiliki mimpi yang sama suatu hari nanti.

 

20.              Terima kasih.