Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Lapor Diri Online     |       Selamat datang di website KJRI Guangzhou     |       Kunjungi Website Portal Deplu     |       

Profil Negara dan Kerjasama

Tiongkok

Konsulat Jenderal RI di Guangzhou secara resmi diumumkan pembukaannya pada tanggal 12 Desember 2002. Wilayah kerja KJRI Guangzhou mencakup 4 (empat) Propinsi yaitu: Guangdong, Fujian, Hainan dan Guangxi.

 

Sarana dan prasarana di wilayah selatan China juga berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir diantaranya Bandara Baiyun baru yang menjadi bandara terbesar ketiga di China. Disamping itu maskapai penerbangan South China Airlines yang bermarkas di Guangzhou merupakan maskapai penerbangan terbesar di China. Tiga dari daerah Zona Ekonomi Khusus China terletak di Guangdong yaitu Shenzhen, Shantou dan Zhuhai dan dua lainnya di Xiamen (Fujian) dan Hainan. Zona ekonomi tersebut dibangun oleh pemerintah China pada tahun 1979 dalam rangka menarik investasi asing dengan memberikan berbagai kemudahan a.l modifikasi pajak, pemberian visa-on-arrival dan persyaratan ringan lainnya tentang investasi.

 

PROFIL GUANGDONG

PROVINSI GUANGDONG

 

IBU KOTA

Guangzhou

GUBERNUR

Zhu Xiaodan

SEKJEN PARTAI

Hu Chunhua

WALIKOTA

Wan Qingliang

PENDUDUK

31,303,132 orang

LUAS WILAYAH

579,812.66 km

KOTA-KOTA UTAMA

Shenzhen, Dongguan, Zhanjiang, Foshan, Jiangmen, dan Zhuhai

GDP 2013

RMB 6,23 triliun (lebih dari USD 1 triliun)

GDP PERKAPITA

USD 9.712,47

KOMODITI EKSPOR

Electrical Machinery And Equipment, Recorders And Reproducers, Television Recorders And Reproducers, Parts And Accessories, Nuclear Reactors, Boilers, Machinery And Mechanical Appliances, Furniture; Bedding, Cushions, Lamps And Lighting Fittings Nesoi; Illuminated Signs, Nameplates, Articles Of Apparel And Clothing Accessories, Precision, Medical Or Surgical Instruments, Toys, Games And Sports Equipment; Parts

KOMODITI IMPOR

Electric Machinery; Sound Recorders And Reproducers, Television, Mineral Fuels, Mineral Oils, Nuclear Reactors, Boilers, Optical, Photographic, Cinematographic, Precision, Medical Or Surgical Instruments, Plastics And Articles, Vehicles, Natural Or Cultured Pearls, Precious Or Semiprecious Stones, Precious Metals; Precious Metal Clad Metals

PERDAGANGAN DENGAN RI

Nilai total impor dan ekspor mencapai USD 18 miliar

KOMODITI EKSPOR DENGAN RI

Electrical Machinery, Nuclear Reactors, Boilers, Machinery And Mechanical Appliances, Furniture; Bedding, Cushions, Apparel And Clothing Accessories, Optical, Photographic, Cinematographic, Ceramic Products, Footwear

KOMODITI IMPOR DENGAN RI

Mineral Fuels, Animal Or Vegetable Fats, Electrical Machinery And Equipment And Parts, Ores, Organic Chemicals, Pulp Of Wood, Miscellaneous Chemical Products , Copper, Tin

PERTUMBUHAN EKONOMI 2013

8,5%

 

 

1.  Provinsi Guangdong memiliki luas wilayah sebesar 177,900 km2, dengan jumlah populasi sebesar 105 juta penduduk. Guangdong memiliki Zona Ekonomi utama yaitu Pearl River Delta (PRD) yang meliputi 9 kota, yaitu Guangzhou, Shenzhen, Zhuhai, Foshan, Jiangmen, Dongguan, Zhongshan, Huizhou dan Zhaoqing.

 

2.  Dalam rangka menyamaratakan perkembangan ekonominya di daerah selain PRD, Guangdong telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mengembangkan perekonomian di bagian timur, barat dan utara Guangdong. Kebijakan tersebut telah membuahkan hasil dengan peningkatan indeks ekonomi utama dari semua kawasan tersebut diatas rata-rata pertumbuhan provinsi.

 

3.  Pada tahun 2013, GDP Guangdong mencapai RMB 6,23 triliun (senilai lebih dari USD 1 triliun), meningkat 8,5% dari tahun sebelumnya dengan GDP perkapita meningkat menjadi RMB 58,500 (sekitar USD 9750). Volume ekspor-impor Guangdong mencapai nilai total USD 1,09 triliun, meningkat sekitar 10.9%. Nilai ini lebih tinggi sekitar 5.9% dari target yang telah direncanakan.

 

4.  Dalam beberapa tahun terakhir, Guangdong mengalami pertumbuhan GDP tertinggi dibandingkan provinsi lain di mainland Tiongkok. Sekitar 30% perdagangan luar negeri RRT dilakukan melalui Guangdong, serta dengan jumlah penduduk mencapai 104 juta jiwa, Guangdong selain berpotensi besar menyerap produk Indonesia, juga berpotensi melakukan investasi ke Indonesia

 

5.  Dalam kondisi pasar internasional yang melemah, pasar domestik Guangdong tetap menguat dengan penjualan barang komoditas sosial pada tahun 2013 melebihi RMB 2,54 triliun dengan tingkat pertumbuhan tahunan 12,2%. Sedangkan terjadi lonjakan yang sangat tinggi dalam transaksi e-commerce mencapai nilai lebih dari RMB 2 triliun dengan peningkatan 33%.

 

6.  Sedangkan pada bidang investasi terdapat peningkatan dua digit pada Fixed Asset Investment mencapai RMB 2,28 triliun yang meningkat sebesar 18,3% dari tahun 2012. Investasi pada infrastruktur juga meningkat sebesar 17,7%, mencapai nilai RMB 549,9 triliun dimana investasi pada bidang transportasi meningkat sebesar 38%.

 

 

Rencana Lima Tahunan ke-12

 

Skema Rencana Pembangunan Lima Tahun ke-12 Provinsi Guangdong (Guangdong's 12th Five Year Plan) yang diaplikasikan dari 2011 hingga 2015, meliputi beberapa target sebagai berikut:

 

a.       Mengoptimalkan struktur industri yang dimiliki oleh Guangdong, sehingga industri jasa mampu mengisi 48 % dari keseluruhan industri di Guangdong pada 2015.

 

b.       Meningkatkan kapasitas inovasi secara signifikan, dan menjadi pusat inovasi penting di wilayah Asia Pasifik pada tahun 2015.

 

c.       Mentransformasikan wilayah Delta Sungai Mutiara (Pearl River Delta) menjadi pusat jasa konsumen baik domestik maupun internasional.

 

d.       Mempromosikan intergrasi perekonomian dan meningkatkan daya saing PRD, termasuk mengintegrasikan sistem transportasi, infrastruktur, perencanaan wilayah urban dan rural, layout industri, pelestarian lingkungan hidup dan pelayanan masyarakat di wilayah tersebut.

 

e.       Memperkuat upaya pelestarian lingkungan hidup dengan memperkuat pengendalian polusi air, meningkatkan kualitas udara dan meningkatkan standar pembuangan dan pengolahan limbah yang lebih aman bagi lingkungan.

 

f.        Mempromosikan pembangunan low-carbon dan meningkatkan sistem dan mekanisme pengendalian emisi gas rumah kaca.

 

g.       Mengoptimalkan sistem jaringan informasi berefisiensi tinggi, salah satunya dengan menetapkan target tingkat akses internet sebesar 70 % pada 2015.

 

h.       Menyesuaikan kesenjangan pendapatan dengan memperluas rasio masyarakat berpenghasilan menengah dan meningkatkan upah minimum di berbagai kota di wilayah PRD menjadi diatas 40 % dari rata-rata penghasilan lokal pada 2015.

 

i.        Meningkatkan sistem asuransi sosial dan standar pelayanan medis.

 

j.        Meningkatkan internasionalisasi pendidikan dengan memperkenalkan berbagai sekolah internasional terkenal untuk bersama-sama membangun institusi pendidikan berkualitas di kota-kota besar di Provinsi Guangdong.

 

k.       Memperdalam kerjasama dengan Hong Kong dan Macau, terutama dalam bidang jasa keuangan, salah satunya dengan membangun wilayah kerjasama keuangan dengan sistem keuangan Hong Kong dan dukungan sumber daya keuangan dan jasa dari kota-kota di wilayah PRD.

 

l.        Internasionalisasi perekonomian provinsi dan optimalisasi struktur pemanfaatan PMA. Investasi asing diutamakan bagi industri manufaktur berteknologi tinggi, industri baru dan berteknologi tinggi, industri jasa modern, serta industri energi baru yang hemat energi dan ramah lingkungan, serta industri pelestarian lingkungan.

 

m.     Investasi asing akan difokuskan dengan menarik investasi dari perusahaan-perusahaan Global Fortune 500 dan perusahaan-perusahaan utama dari berbagai industri, serta memperkuat kerjasama dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang dan negara-negara Eropa dalam berbagai area seperti ekonomi, perdagangan, teknologi dan kebudayaan. Investor asing juga didukung untuk membangun perusahaan modal bersama (capital venture) dan private equity investment funds juga untuk berinvestasi di berbagai perusahaan di provinsi ini.

 

n.       Membangun mekanisme penyelesaian sengketa perdagangan dan memperbaiki sistem hukum untuk menciptakan lingkungan kompetisi yang adil dan teratur, yang kondusif bagi upaya internasionalisasi perekonomian.

 

1. Sejarah singkat

Guangdong memiliki sejarah cukup panjang, lebih dari 1300 tahun dengan suku etnik Yue yang menempati wilayah ini. Karena itu Guangdong juga disebut sebagai Yue. Selama pemerintahan Dinasti Han, Guangdong menjadi milik Jiouzhou dan dalam periode 3 kerajaan menjadi milik Wu dibawah pemerintahan Sun Quan. Kemudian pada pemerintahan dinasti Tang, Guangdong dan Guangxi bernama Lingnandao dan dalam masa pemerintahan tahun ke 4 berubah menjadi Chunhua, yang selanjutnya pada dinasti Yuan diubah menjadi Guangnandao dan pada masa dinasti Yuan 1644-1911 dibentuklah propinsi Guangdong, hingga nama tersebut sampai kini tetap digunakan secara resmi.

 

Dalam sejarah modern China, Guangdong mengalami satu masa krisis yaitu pada tahun 1898 saat terjadinya “Perang Candu” hingga pada masa pemerintahan revolusioner ini munculah para pahlawan terkenal antara lain: Hong Xiuqan, Kang Youwei, Liang Qichao, Sun Yat Sen dan Ye Jianying. Setelah China mulai melaksanakan reformasi dengan kebijakan membuka diri pada tahun 1979 para penanam modal mulai melirik propinsi ini dan Guangdong menjadi tempat pertama diantara semua propinsi di China yang berhasil melakukan reformasi di bidang ekonomi.

 

2. Letak Geographis

Guangdong terletak di bagian Selatan China yang berbatasan dengan Propinsi Hunan dan Jiangxi di sebelah Utara, Propinsi Fujian di Timur Laut, Daerah Otonom Suku Bangsa Zhuang (Guangxi) di sebelah Timur serta Laut China Selatan dan propinsi Hainan yang merupakan pulau terbesar kedua di China di sebelah Selatan. Guangdong memiliki garis pantai sepanjang 3.368,1 km. Letak Guangdong 20° 08' - 25° 32' Lintang Utara dan 109° 40' - 117° 20' Bujur Timur dengan berbagai bukit serta memiliki aliran sungai yang cukup banyak bersumber dari Utara menuju ke Selatan. Diantara sungai tersebut yang terpanjang adalah Sungai Mutiara dengan panjang 2.122 km dan merupakan sungai terbesar ketiga di China setelah Sungai Yang Tse dan Sungai Huang He. Di daerah sungai Mutiara ini terdapat delta sungai Mutiara dan Hanjiang yang mengalir ke laut China Selatan sehingga menjadikan wilayah ini tanah yang subur untuk pertanian dan perikanan serta dijadikan alur pelabuhan ke wilayah pedalaman.

 

3. Agama

Guangdong merupakan propinsi yang multi etnik dengan 53 suku bangsa. Pemeluk agama Islam di Guangdong berjumlah 12.000, Budha, Kristen dan Tao serta pemeluk lainnya diperkirakan mencapai 800.000 jiwa. Di Guangdong terdapat 2 bangunan mesjid yaitu di kota Guangzhou yang terletak di Guang Ta lu seluas 3.800 m2 dan masjid Haupan yang terletak di Thien Tsenglu. Masjid yang terletak di Guang Ta lu dibangun pada masa dinasti Tang tahun 1343. Masjid ini memiliki menara dengan bentuk pagoda setinggi 36,3 m dan dasar menara diameternya 7,5 m. Makam Abu Waqas yang menyebarkan agama Islam di China terletak di Jeifang Peilu. Selain masjid juga terdapat gereja katolik Saint Tseng Tsin di Yi Delu yang juga oleh penduduk setempat disebut sebagai rumah batu karena bangunannya terbuat dari batu granit yang dibangun pada tahun 1863.

 

4. Partai dan Sistem Pemerintahan

Pemerintah China memiliki 3 tingkat jenjang pemerintahan yang mewakili semua jenjang baik dari pusat sampai ke kota yaitu Partai Komunis yang melakukan satu kebijakan menyeluruh, kader yang duduk dalam pemerintahan yang melaksanakan kegiatan administrasi serta badan legislatif yang melaksanakan kegiatan legislasi di tingkat daerah. Pimpinan senior biasanya telah memiliki kemampuan pada tingkat jenjang tertinggi setelah melampaui setidaknya 2 jenjang tersebut.

 

Propinsi Guangdong dengan ibukota Guangzhou kini memiliki 21 daerah perfecture (setingkat walikota), 31 kota kecil, 42 kecamatan, 3 daerah otonomi khusus yang disebut pemerintahan kota Zona Ekonomi Spesial, yaitu Shenzhen, Zhuhai dan Shantou.

  

Guangzhou

 

Guangzhou merupakan ibu kota propinsi Guangdong terletak pada bujur utara 23° dan 113° bujur timur, temperatur rata-rata mencapai 21,7° dengan curah hujan 1.982 mm dan tingkat kelembaban mencapai 77%. Dengan luas wilayahnya yang mencapai 7.434,4 km2 dan penduduknya sekitar 10 juta, Guangzhou menjadi kota pusat kegiatan politik dan ekonomi dengan tingkat kehidupan yang cukup tinggi. Kehidupan kota ini cukup padat namun memiliki program modernisasi dan revitalisasi dengan dana yang cukup besar dan pada tahun 2002 mampu mengeluarkan dana pembangunan yang mencapai RMB 102,3 milyar yang meningkat 6% dibandingkan dana pembangunan tahun sebelumnya dan sejumlah RMB 77 milyar digunakan untuk pembangunan proyek-proyek komersial.

 

GDP Guangzhou pada tahun 2008, mencapai ¥ 821.58 milyar (US $118milyar), dan income per capita ¥ 81,233 (US $11,696). Guangzhou merupakan jalan sutera bagi China yang sudah terkenal sejak 2000 tahun yang lalu dan hingga kini perkembangan tersebut semakin diperkuat dengan modernisasi fasilitas pelabuhannya yaitu pelabuhan Guangzhou dan Huangpu serta pelabuhan Nansha (yang merupakan pelabuhan sungai yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi). Selain itu kota ini merupakan tempat yang nyaman untuk penanaman modal asing karena kota ini saling memberikan dukungan diberbagai sektor dengan Hongkong dan Macao khususnya komunikasi, perdagangan, keuangan, informasi dan sumber daya manusia sehingga akses kota ini dengan dunia luar sangat mudah. Di antara modal asing yang sudah masuk dan memiliki nama-nama besar dan memiliki jaringan global adalah IBM, Compaq, Lucent, Dupont, Intel, Xerox, Hitachi, Samsung dan Alcatel.

 

Shenzhen

 

Pada bulan April 1979 Pemerintah Daerah Guangdong diberi wewenang oleh pemerintah China untuk membentuk Zona Ekonomi Spesial (ZES) yaitu Shenzhen, Zhuhai dan Shantou. Setelah berkembang selama 20 tahun maka Shenzhen perkembangannya sangat cepat dibandingkan dengan 2 zona lainnya karena berbatasan langsung dengan Hongkong, sehingga dibentuklah kota khusus Shenzhen yang memiliki DPRD tersendiri dan mampu memberikan iklim yang bagus bagi para investor asing. Kota ini telah menerbitkan lebih dari 300 perda yang menyangkut berbagai aspek yang dapat mendukung kegiatan ekonomi dan disesuaikan dengan aspek-aspek internasional. Kini popularitasnya sudah pada tingkatan global sehingga dapat mengalahkan kota-kota lainnya di AS dan Jerman.

 

Shenzhen yang luasnya 2.020 km2 pada awalnya hanya berpenduduk 20.000 jiwa. Setelah dua dekade pertumbuhannya sangat cepat dan kini mencapai 7 juta jiwa dan sebagian besar penduduknya mempunyai usia produktif. Letaknya 147 km dari kota Guangzhou dan berbatasan langsung dengan Hongkong yang dihubungkan dengan jembatan Louhu terdiri dari 6 distrik yaitu Futian, Luohu, Yantian, Nanshan, Bao dan Longgang.

 

Kota Shenzhen memiliki panjang pantai 230 km dan merupakan kota yang memiliki lusinan pelabuhan diantaranya Shekou, Chiwan dan Yantian yang telah berperan besar dalam penanganan transshipment barang-barang untuk kota-kota di daratan China.

 

Selain sarana pelabuhan, antara kota Shenzhen dan Guangzhou juga dihubungkan dengan jalur kereta api yang termasuk tersibuk dan terpadat di dunia dimana setiap interval 9 menit kereta api akan bergerak dan jalur jalan raya bebas hambatan yang dapat dilampaui dengan kecepatan diatas 200 km perjam sehingga jarak Guangzhou-Shenzhen ditempuh dalam 55 menit. Sarana lainnya adalah bandara Baoan juga merupakan bandara yang tersibuk di China. GDP Shenzhen pada tahun 2008 tercatat RMB 780.65 billion, meninngkat 12.1% dibanding tahun 2007. Agregat ekonomi Shenzhen terbesar ke empat diantara 659 kota-kota di RRT (setelah Beijing, Shanghai dan Guangzhou) Income per capita Shenzhen pada tahun 2008 tercatat RMB 89,814 (US$13,153), menjadikan Shenzhen sebagai kota yang penduduknya terkaya seluruh RRT.

 

Kota ini memiliki visi untuk meningkatkan tingkat GDP per tahun 12% dan pada tahun 2010 akan sejajar dengan tingkat GDP negara-negara maju. Ekonominya ditopang oleh dominasi ekspor sebagai akibat dari besarnya arus investasi asing.

 

9. Kehidupan Pers dan Media Masa

Kehidupan pers dan media masa di Guangdong saat ini cukup besar dan kini memiliki hampir 20 “publishing house” dan lusinan surat kabar dan majalah berbahasa Inggris yang memiliki oplah terbesar yaitu Guangzhou Evening Newspaper, Nanfang Daily dan Guangzhou Daily, Guangzhou Morning Post dan Shenzhen Daily. Selebihnya adalah penerbitan dalam bahasa mandarin dengan oplah yang besar antara lain Guangzhou Ribao, Yang Tseng Wanbao, Nanfang Ribao, Nanfang Dushibao, Xinming Kuaibao.

 

Industri penyiaran radio di Guangdong umurnya hampir sama dengan umur berdirinya RRC pada tahun 1949 saat itu hanya terdapat 3 stasiun lembaga penyiaran dengan 3 program untuk propinsi Guangdong dengan antena transmitternya mencapai 500-1000W. Kemudian industri penyiaran televisi dimulai tahun 1959 dengan diawali oleh Stasiun TV Guangdong yang kemudian beralih menjadi Guangzhou TV. Industri Kabel TV dimulai pada tahun 1987 dan kini jumlahnya kurang lebih mencapai 10 yang melakukan penyiaran hingga 24 jam.

 

10. Pendidikan dan Sosial

Terdapat hampir 50 lembaga pendidikan tinggi dan universitas di wilayah ini sehingga dalam tingkat pendidikan Guangdong juga mampu mengikuti berbagai perkembangan sesuai dengan kemajuan tingkat pertumbuhannya yang diatas 10% dan memiliki sumber daya manusia yang sebagian besar terlatih dan terdidik serta menempati rangking 2 terbesar di China. Propinsi Guangdong memutuskan untuk mengembangkan 10 universitas kunci yang masing-masing memiliki 10.000 mahasiswa diantaranya Universitas Zhongshan (salah satu universitas terkemuka di China).

 

Universitas Guangdong yang memiliki kekhasan tersendiri dalam bahasa asing (memiliki kerjasama dengan 3 universitas di Indonessia yaitu Univesitas Darma Persada, USU dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta). Universitas Jinan yang hampir separuhnya memiliki siswa asing, South China Normal, South China Agriculture, South China University of Technology, Guangdong College of Pharmacy, Guangdong College of Commerce, dan Shantou University. Guangdong merupakan salah satu propinsi yang terkuat di bidang pendidikan dan berusaha untuk mengurangi tingkat melek huruf dengan menerapkan 9 tahun pendidikan dasar diseluruh propinsi sehingga kini berhasil mengurangi tingkat penduduknya menjadi 1% yang belum mampu baca dan tulis.

 

11. Hubungan Bilateral Indonesia – Propinsi Guangdong

Kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Propinsi Guangdong dibidang Ekonomi dan Pendidikan antara lain:

  1. MOU Kerjasama Propinsi Kembar antara Propinsi Sumatra Utara dan Propinsi Guangdong ditandatangani di Medan 11 Maret 2002;
  2. MOU Kerjasama Promosi antara KADIN Komite China (KIKC) dengan China Council for the Promotion of International Trade Guangdong Sub-Council ditandatangani di Guangzhou 20 Maret 2002;
  3. MOU Kerjasama antara Universitas Gajah Mada dengan Guangdong University of Foreign Studies tentang pertukaran tenaga pendidikan, riset dan informasi ditandatangani di Guangzhou 13 Januari 2003;
  4. MOU Kerjasama antara Universitas Gajah Mada dengan Universitas Jinan tentang pertukaran tenaga pendidikan, riset dan informasi ditandatangani di Guangzhou 14 Januari 2003;

 

Di bidang ekonomi, terdapat peningkatan nilai dan volume perdagangan antara Indonesia dan wilayah kerja KJRI Guangzhou yang meliputi Propinsi Guangdong, Fujian, Hainan dan Guangxi. Bahkan, secara keseluruhan, volume perdagangan RI-Tiongkok tahun 2009 telah mencapai lebih dari 32 Milyar US dolar, Jumlah itu sudah melebihi target 30 Milyar US dolar yang sebenarnya diperkirakan baru akan tercapai pada tahun 2010.

 

Pangsa pasar wisata Indonesia di RRT juga terus meningkat, terlihat dari jumlah wisatawan RRT ke Indonesia kini menempati urutan ke-6 teratas, yang sebelumnya diduduki Jerman. Disaat turunnya kunjungan turis mancanegara akibat krisis finansial di awal tahun 2009, jumlah turis RRT yang berkunjung ke Indonesia selama 2009 ditargetkan 300 ribu dari target semula sebanyak 500 ribu. Target kunjungan wisatawan China ke Indonesia selama 2009 sebanyak 300 ribu orang tersebut sama dengan jumlah wisatawan China yang datang ke Indonesia selama 2008.

 

Investasi RRT di Indonesia juga terus meningkat dalam jumlah yang sangat signifikan dibarengi pula dengan peningkatan kerjasama pembangunan di sektor lainnya. Investasi RRT di Indonesia, diluar sektor migas, secara akumulatif telah mencapai jumlah lebih dari 8 Milyar US dolar dan termasuk dalam 5 besar negara investor asing ke Indonesia.



21-25 Oct 2015 Jakarta, Indonesia


INDONESIAN SPECIAL ECONOMIC ZONES


Lapor Diri Online


PERSYARATAN KEIMIGRASIAN 签证须知


Wechat Barcode
Wonderful IndonesiaFEALAC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan