Pameran Produk Kertas Indonesia di Frankfurt

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Pameran Paperworld telah berlangsung di Messe Frankfurt pada 26-29 Januari 2013. Fokus dari pameran ini adalah produk kertas serta alat tulis perkantoran. Pameran ini diselenggarakan pertama kalinya di Frankfurt pada 1990 dan semenjak itu selalu diadakan secara tahunan.

 
Bersamaan dengan penyelenggaraan Paperworld di Frankfurt, juga diselenggarakan pameran Christmasworld (pameran dekorasi natal) serta Creativeworld (pameran terkait hobi, kerajinan dan keperluan artistik). Paperworld di Frankfurt merupakan rangkaian kegiatan pameran serupa di China, Hongkong, Dubai dan Russia.
 
Pameran ini diikuti oleh sekitar 1800 eksibitor, yang 80% di antaranya merupakan peserta internasional di luar Jerman.  Pada tahun ini peserta asal Indonesia berjumlah 14 (empat belas) perusahaan (daftar terlampir).
 
Umumnya perusahaan asal Indonesia dimaksud sudah berpengalaman mengikuti pameran ini sebelumnya, dengan partisipasi rata-rata 10 (sepuluh) tahun sehingga telah sangat mandiri. Produk-produk Indonesia yang dipamerkan antara lain, alat tulis perkantoran, buku tulis, kertas kado, kalender, amplop, alat lukis, album, buku agenda, fancy paper, dan sebagainya.
 
Dalam rangka memberikan dukungan kepada  para peserta, KJRI Frankfurt mengadakan kunjungan ke booth para peserta Indonesia guna berinteraksi dan berdialog mengenai keikutsertaan di pameran tersebut serta memberikan bantuan yang diperlukan.
 
Selain itu diadakan pula jamuan makan siang bersama dengan Konjen RI Frankfurt yang dihadiri oleh perwakilan peserta dari PT. Cermai Makmur Abadi International, PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk, distributor peralatan lukis Staples di Indonesia, serta Perwakilan Resmi Messe Frankfurt Indonesia.
 
Dalam dialog dengan KJRI, para peserta umumnya menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pameran ini sangat membantu dalam membina hubungan baik dengan para buyer dan agar brand-nya tetap dikenal. Dengan reputasi Messe Frankfurt yang baik, buyer dari seluruh dunia hadir dan keikutsertaan perusahaan dari Indonesia pada pameran tersebut masih dipandang menguntungkan.
 
Meskipun demikian sebagian peserta mengaku mengalami penurunan permintaan walaupun tidak signifikan yang antara lain diakibatkan oleh krisis ekonomi Eropa. Namun secara keseluruhan pasar Eropa dianggap masih menjanjikan.
 
Eksibitor terbesar asal Indonesia yaitu PT. Tjiwi Kimia menyatakan bahwa pihaknya masih menghadapi kendala bahwa rata-rata buyer khususnya asal Eropa berhati-hati untuk membeli produk yang berasal dari APP karena rumor tentang standar yang diperlukan, khususnya terkait aspek kelestarian bahan pokok kertas. Hal ini kiranya dapat menjadi catatan mengenai perlunya kesinambungan edukasi pasar Eropa tentang aspek kelestarian (sustainability) produk kertas Indonesia. (Sumber : KJRI Frankfurt /Mudzakir )