Pameran Pariwisata Die Reise-und Freizeitmesse 2013 di München

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?KJRI Frankfurt telah berpartisipasi dalam kegiatan pameran pariwisata Die Reise-und Freizeitmesse (atau dikenal dengan Free) pada 20-24 Februari 2013 di Hall A4-238, Messe München. Pameran pariwisata tahunan ini telah diselenggarakan sejak tahun 1970 dan merupakan kegiatan pameran wisata terbesar di negara bagian Bavaria. Pameran tersebut diikuti oleh sekitar 1.000 eksibitor yang berasal dari sekitar 60 negara, dengan total area pameran seluas 70,000 meter persegi, dan total jumlah pengunjung lebih dari 110,000 orang, dengan Republik Ceko sebagai negara mitra. 


KJRI Frankfurt memfasilitasi stand berukuran 16 meter persegi serta menyediakan pelayanan infomasi serta bahan promosi pariwisata Indonesia bagi para pengunjung. Terdapat 3 (tiga) peserta Indonesia yang menjadi co-exhibitor dalam stan KJRI Frankfurt, yaitu: i) Perwakilan Garuda Indonesia yang berbasis di Frankfurt am Main; ii) Cakra21 Holidays Business Leisure yang berbasis di Slovenia; serta iii) PT. Sriwijaya Medien Convex selaku agen pariwisata yang ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bangka Belitung untuk mempromosikan potensi pariwisata dari Bangka Belitung.


Selama berlangsungnya pameran, tercatat per harinya antara 100-150 orang yang berkunjung ke stan Indonesia. Rata-rata pengunjung merupakan kalangan konsumen Jerman yang ingin berkunjung ke Indonesia, namun pada hari kedua pameran juga disediakan waktu khusus untuk kunjungan para buyer.


Segmentasi pengunjung ke stand Indonesia cukup beragam, baik yang belum pernah berkunjung ke Indonesia, maupun yang sudah beberapa kali datang ke Indonesia. Pengunjung banyak menanyakan mengenai rekomendasi lokasi wisata di Indonesia, koneksi transportasi lokal serta waktu terbaik untuk berkunjung ke Indonesia. Umumnya pengunjung ingin mencari lokasi wisata yang belum terlalu banyak dikunjungi wisatawan.


Menurut data Germany Outbound, Mintel (2011), pada tahun 2010 Indonesia merupakan tujuan wisata jarak jauh (long haul destination) terpenting peringkat ke-9 bagi wisatawan Jerman, setelah AS, Thailand, China, Afrika Selatan, India, Dominika, Meksiko dan Australia. Berdasarkan data Kemenparekraf 2012, dalam 7 bulan pertama tahun 2011, total wisatawan Jerman yang berkunjung ke Indonesia adalah 75.397 orang atau terdapat peningkatan sebesar 0,7% dibandingkan tahun sebelumnya.


Ketidakpastian mata uang Euro dan berlanjutnya krisis ekonomi Eropa, mengakibatkan wisatawan Jerman mulai mencari tujuan wisata yang lebih murah. Oleh karenanya para pelaku industri pariwisata di Indonesia dapat didorong untuk menciptakan paket wisata yang bersifat all-inclusive sehingga harganya kompetitif dengan negara-negara ASEAN lainnya.