Kerjasama Pengelolaan Air Limbah antara DKI Jakarta dan Gießen

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?

<p>KJRI Frankfurt telah memfasilitasi kunjungan delegasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ke negara bagian Hessen dalam rangka kerjasama pengelolaan air limbah pada 17-18 Desember 2013. Delegasi Pemprov DKI Jakarta dipimpin oleh Sdr. Hasan Basri Saleh, Asisten Perekonomian dan Administrasi Sekda Provinsi DKI Jakarta, dengan anggota delegasi terdiri dari Sdr. Yudi Indardo (Direktur PD PAL Jaya), Sdr. Catur Laswanto (Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi DKI Jakarta) dan Sdr. Iwan Henry Wardhana (Kepala Bagian Kerjasama Luar Negeri, Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri, Pemprov DKI Jakarta).



</p>
<p>Pada tanggal 17 Desember 2013, delegasi mengawali kegiatan dengan mengadakan kunjungan ke instalasi pengelolaan air limbah <em>Mittelhessiche Wasserbetriebe/MWB</em> (<em>The</em> <em>Central Hessen Water Utility</em>) kota Gießen. Dalam kunjungan tersebut, delegasi diterima oleh Mr. Clemens Abel (Direktur MWB), Prof. Dr. –Ing. Ulf Theilen (Tenaga Ahli MWB), serta staf MWB Gießen. Pihak MWB menyampaikan presentasi mengenai fasilitas yang tersedia di MWB dan dilanjutkan dengan tinjauan langsung ke lokasi pengelolaan air limbah MWB Gießen.</p>
<p>Kegiatan kemudian dilanjutkan&nbsp; ke Kantor Walikota Gießen untuk penandatanganan <em>Letter of Intent</em> (LoI) kerjasama pengelolaan air limbah antara PD. PAL Jaya dan MWB yang dilakukan oleh Sdr. Yudi Indardo (Direktur PD PAL Jaya) dan Mr. Clemens Abel (Direktur MWB). Penandatanganan LoI ini disaksikan oleh Dubes RI Berlin dan Walikota Gießen, Mrs. Gerda Weigel Greilich. Turut hadir dalam acara tersebut Konjen RI Frankfurt.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="/images/stories/2013/jkt-gie.jpg"></p>
<p>Walikota Gießen menyampaikan selamat datang kepada delegasi Indonesia di kota Gießen yang dikenal sebagai kota pelajar, sekaligus menyambut baik penandatanganan LoI. Sementara itu, dalam sambutannya Dubes RI Berlin menyampaikan bahwa penandatangan LoI dimaksud merupakan sebuah capaian signifikan dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden RI pada kunjungan kenegaraan ke Jerman pada bulan Maret 2013, yaitu mengenai pentingnya realisasi pembentukan kerjasama di bidang pengelolaan sampah dan air limbah antara Indonesia dan Jerman. Realisasi kerjasama di bidang pengelolaan air limbah ini juga memiliki makna penting dalam mengisi kemitraan komprehensif Indonesia-Jerman. Dubes RI berharap bahwa penandatanganan LoI&nbsp; dapat ditindaklanjuti secara konkrit melalui kerjasama teknik dan alih teknologi dalam waktu dekat, guna membantu DKI Jakarta dalam mengatasi permasalahan air limbah di Ibu Kota.</p>
<p>Setelah penandatanganan LoI, delegasi dengan pihak MWB melakukan pembahasan mengenai tindak lanjut penandatangan LOI serta ditutup dengan kunjungan ke instalasi TREA I untuk pengolahan limbah menjadi energi. Kunjungan ini juga diisi dengan presentasi singkat mengenai konsep pembangkit energi di Stadtwerke Gießen AG.</p>
<p>Pada tanggal 18 Desember 2013, delegasi melakukan kunjungan ke Rhein-Main Deponie (RMD) GmbH yang terletak di Flörsheim-Wicker. Dalam kunjungan ini, delegasi mendapatkan presentasi mengenai pengelolaan sampah menjadi energi&nbsp; biogas di wilayah Rhein-Main. Disampaikan bahwa instalasi RMD memiliki kapasitas pengolahan sampah organik hingga 45,000 ton per tahun dan mampu menghasilkan 5,000,000 m<sup>3</sup> biogas per tahun atau setara dengan 10,500,000 kWh energi per tahun. Sisa dari pengelolaan sampah organik ini menghasilkan 12,500 ton biosolid yang dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.</p>
<p>Penandatanganan LOI dan identifikasi permasalahan dalam rangka implementasi LOI merupakan capaian konkrit dari arahan Presiden RI dalam rangka peningkatan kerjasama RI-Jerman di bidang <em>waste water management</em> dengan konsep <em>waste to energy</em>. KJRI Frankfurt siap memberikan fasilitasi lebih lanjut dalam realisasi kerjasama tersebut di masa-masa mendatang.</p>