Angklung Memukau Masyarakat Jerman di Hari Bambu

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Perhimpunan budaya yang dinamakan Indonesischer Kulturverein Franken (IKF) tersebut, berhasil dua kali tampil dan memukau pengunjung botanical garden tersebut hari minggu tanggal 8 Juli 2012.

Sebagian perngunjung botanical garden yang diperkirakan 1000 orang lebih itu, sudah menunggu sejak awal sebelum pertunjukan dimulai dan menduduki tempat duduk yang disediakan. Bahkan sebagian memakai payung karena cuaca diawal pertunjukan masih diwarnai hujan rintik-rintik. Pertunjukan pertama diawali dengan lagu Halo-halo Bandung, dilanjutkan dengan Hey Jude dan Gundul-gundul pacul.

Di hari bambu tersebut batanical garden kota Erlangen menampilkan berbagai hal tentang bambu. Berbagai kerajian dari bambu ditertunjukan, bahkan pengunjung bisa membelinya. Makanan yang mengandung unsur bambu pun dijual untuk dinikmati pengunjung, sepeti nasi dengan sayuran yang dimasak memakai bambu muda. Yang sangat menarik adalah penjualan es yang berasa bambu.

Penyelenggara acara hari bambu ini Heidrun Balzer sangat puas dengan pertujukan grup Angklung IKF dan melihat langsung bagaimana masyarakat Jerman sangat antusias mendengarkan pertunjukan. Bahkan sebagian pengunjung berusaha berdialog dengan para pemain angklung dan mencoba sendiri memainkan instrumen tersebut. Terlihat juga beberapa pengunjung berpose bareng dengan para pemain angklung yang memakai beberapa baju daerah dan juga kebaya. Para pemain gitar yang menyertai permainan angklung terlihat mengenakan baju batik.

Heidrun Balzer bahkan meminta Ketua IKF yang juga pemimpin grup Angklung Yoga Tranggono untuk kembali lagi tampil dalam acara puncak pameran tentang bambu di bulan September yang akan datang. Pentunjukan angklung ini merupakan sebagian dari misi perhimpunan kebudayaan IKF untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia di daerah Frankonia, Jerman bagian selatan.

Toto Suharto
a.n. Indonesischer Kulturverein Franken e.V.