Sambutan Sekretaris Jenderal Deplu Imron Cotan Pada Acara Penutupan Diklat BPKRT Angkatan III Dan Diklat Komunikasi Angkatan I Jakarta, 20 Oktober 2008

10/20/2008

 
Yang saya hormati:
Para Pejabat Eselon I dan II Departemen Luar Negeri, Departemen Keuangan, Lembaga Sandi Negara, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan,
Para Widyaiswara,

Peserta Diklat Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan (BPKRT) dan Diklat Komunikasi, dan
Hadirin yang berbahagia,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat sore dan Salam sejahtera bagi kita semua,
Dalam suasana yang membahagiakan ini marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat dan nikmat kesehatan, sehingga kita dapat hadir pada acara penutupan Diklat BPKRT Angkatan III dan Diklat Komunikasi Angkatan I.

Salah-satu tujuan utama penyelenggaraan Diklat BPKRT dan Diklat Komunikasi ini adalah untuk membentuk sosok pejabat non-diplomatik yang profesional, memiliki integritas dan disiplin serta kompetensi yang tinggi di lingkungan Departemen Luar Negeri RI, sejalan dengan upaya reformasi yang telah digulirkan oleh Menteri Luar Negeri RI pada tahun 2002. Diharapkan pula melalui program latihan dan pendidikan ini, para BPKRT dan Petugas Komunikasi dapat menumbuhkan rasa percaya diri di dalam menjalankan tugas-tugasnya yang memang penuh dengan tantangan tersebut.

Sebagai bagian utuh dari organisasi baik di pusat maupun di Perwakilan RI di luar negeri, para pejabat BPKRT dituntut agar selalu mampu mengelola keuangan dan barang milik negara dengan baik dan sesuai pula dengan ketentuan yang berlaku, sementara para Petugas Komunikasi dituntut untuk terus meningkatkan guna menguasai berbagai pengetahuan dan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sekaligus melakukan pengamanan maksimal informasi sensitif melalui sistem persandian nasional.

Sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan ‘good governance’ di lingkungan pemerintahan, Departemen Luar Negeri telah melaksanakan program benah diri dengan menciptakan sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang bersih, efisien, efektif, transparan, profesional dan akuntabel. Sistem kelembagaan yang lebih efektif, ramping, dan fleksibel telah dimulai melalui proses reorganisasi pada tahun 2001. Sebagai pedoman bagi semua pejabat dan jajarannya Departemen Luar Negeri dalam pelaksanaan tugas, Pimpinan Departemen Luar Negeri telah menetapkan ‘corporate culture’ atau budaya kerja 3 (tiga) tertib, yaitu: tertib waktu, tertib administrasi, dan tertib fisik, serta 1 (satu) aman (personil, informasi, gedung). Seluruh upaya ini tentu perlu dukungan sumber daya manusia yang kompeten untuk berjalan dengan baik.

‘Good governance’ merupakan paradigma baru untuk membangun penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, partisipatif dan akuntabel. Masyarakat kita yang semakin demokratis, menuntut akuntabilitas dari para pejabat publik dalam pelaksanaan tugasnya. Dan dapat mengambil bentuk sebagai pengaduan masyarakat. Memang transparansi pengambilan kebijakan, membuka peluang bagi masyarakat untuk turut berpartisipasi di dalamnya. Akibatnya – di tengah-tengah masyarakat demokratis dewara ini – pejabat publik menjadi sorotan banyak pihak.

Dalam suasana seperti ini tidak ada lain ’good governance’ harus menjadi landasan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai BPKRT dan Petugas Komunikasi.
Saudara-Saudara harus melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Marjin untuk melakukan kesalahan menjadi sangat kecil, kalau tidak bisa dikatakan ‘zero’. Setiap tindakan dan laporan para pejabat BPKRT harus siap untuk diuji atau diaudit oleh lembaga yang berwenang baik yang berasal dari internal Departemen Luar Negeri, maupun dari luar tubuh departemen. Pada sisi lain, para Petugas Komunikasi harus mampu menjamin bahwa aplikasi sistem informasi dan komunikasi berjalan dengan baik, sehingga setiap berita/informasi dapat dikelola secara maksimal, mencapai tujuan, dan aman dari gangguan atau intervensi pihak ketiga.

Hadirin yang saya hormati,

Memperhatikan laporan Saudara Kapusdiklat tentang materi pembelajaran yang diperoleh para peserta Diklat BPKRT dan Diklat Komunikasi, saya menilai bahwa kebutuhan pengetahuan dasar dari masing-masing Diklat sudah terpenuhi dan para peserta akan memiliki kompetensi dalam melaksanakan tugasnya.

Mencermati beberapa tuntutan perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini, ada beberapa tantangan pelaksanaan tugas ke depan yang perlu diperhatikan secara seksama. Dengan lulusan BPKRT yang baru ini, kita patut berharap, bahwa kekuatan staf pengelola keuangan/barang di unit kerja akan terpenuhi, sesuai dengan syarat pendidikan akuntansi dan kompetensi yang diterima selama Diklat. Dengan demikian upaya kita untuk menghindari status ‘disclaimer’ terhadap laporan keuangan Departemen Luar Negeri pada tahun-tahun anggaran mendatang dapat diwujudkan.

Para peserta Diklat yang berbahagia,

Pendidikan adalah salah-satu tahap dari pembinaan staf secara keseluruhan. Selanjutnya, pimpinan Departemen Luar Negeri akan terus memonitor kinerja dari Saudara-saudara. Pimpinan Departemen Luar Negeri tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang terindikasi sebagai tindakan KKN. Saudara akan segera mendapat sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Khusus kepada para pejabat komunikasi, Departemen Luar Negeri telah memiliki beberapa aplikasi sistem yang berbasis ‘web’, seperti website, e-procurement, dan sistem penerimaan pegawai baru, Nota Dinas Elektronis maupun sistem komunikasi terpadu hingga Perwakilan RI di luar negeri juga sedang dikembangkan. Ke depan, sudah saatnya kita membangun arsitektur sistem informasi/komunikasi yang semakin terintegrasi dengan tingkat keamanan yang semakin handal untuk dapat menampung seluruh aplikasi sistem yang akan diciptakan sesuai dengan kebutuhan Departemen Luar Negeri.

Terkait dengan masalah tersebut, saya tidak bosan-bosannya untuk menekankan pentingnya faktor keamanan dalam Sistem Informasi dan Komunikasi kita. Kerahasiaan negara tidak dapat dikompromikan, sehingga jika terjadi kebocoran informasi rahasia negara, setiap pihak yang terlibat akan dikenakan sanksi yang berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, sebagai Petugas Komunikasi selain dituntut untuk memiliki kompetensi yang tinggi juga harus memiliki ‘sense of security’.

Saya sangat mendukung upaya peserta Diklat Komunikasi yang telah membuat beberapa ‘prototype’ aplikasi yang merupakan hasil penelitian dan ditulis sebagai Kertas Kerja Akhir Kelompok, seperti yang dilaporkan oleh Saudara Kapusdiklat. Upaya ini merupakan wujud dukungan Departemen Luar Negeri dalam pembangunan ‘e-government’.

Disamping itu, saya sangat menghargai dan mendukung inisiatif para Peserta Diklat Komunikasi yang telah menciptakan ‘Prototype Deployment Staf Departemen Luar Negeri di Luar Negeri’ yang dapat diakses dengan cepat. Saya yakin hal ini merupakan langkah awal yang baik dalam rangka mendukung Pimpinan Departemen Luar Negeri untuk mengetahui jumlah staf di setiap Perwakilan sehingga memudahkan dalam proses pembuatan kebijakan. Oleh karena itu, saya mengharapkan agar ‘prototype system’ ini dapat terus dikembangkan.

Hadirin yang saya hormati,

Pelaksana tugas di bidang ‘supporting unit’ tidak kalah pentingnya dengan pelaksana tugas di bidang operasional. Kerjasama diantara keduanya akan sangat mempengaruhi keberhasilan misi yang dijalankan oleh unit kerja. Perkembangan pekerjaan yang terjadi pada bidang operasional selalu menuntut penyesuaian dari unit pendukung. Oleh karenanya BPKRT dan Petugas Komunikasi harus selalu mengikuti perkembangan yang terjadi di lingkungan unit kerja Saudara.

Upaya untuk meningkatkan profesionalisme BPKRT dan Petugas Komunikasi tidak hanya dilakukan melalui peningkatkan pengetahuan dan keterampilan, namun perlu diimbangi dengan pembinaan watak dan kepribadian untuk mencetak BPKRT dan Petugas Komunikasi yang berbudi pekerti yang luhur dan berdisiplin tinggi.
Pembekalan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan tugas dan fungsi para peserta Diklat selama masa pendidikan, seyogyanya dapat ikut merubah atau membentuk ‘attitude’ setiap pesertanya. Tugas dan jabatan yang diemban setelah Diklat akan menuntut sikap atau karakter yang sesuai dengan profesi yang dimiliki.

Secara umum setiap individu BPKRT maupun Petugas Komunikasi dituntut harus menjadi orang yang bertanggung-jawab dan berdedikasi dalam melaksanakan tugas. Seorang BPKRT harus selalu jujur, terutama jujur pada diri sendiri. Dengan jujur dapat mengatakan bahwa sesuatu itu juga terlarang bagi dirinya, tidak hanya bagi orang lain. Sedangkan bagi seorang Petugas Komunikasi, ukuran kejujuran dalam pelaksanaan tugasnya dapat berbeda, dia mempunyai batasan-batasan untuk berbicara tentang suatu berita/informasi kepada orang lain, tidak dengan sejujurnya harus mengungkapkan segalanya kepada orang lain. Inilah sikap/karakter khas yang harus dimiliki sesuai dengan profesi masing-masing.

Saya mengharapkan agar upaya peningkatan kompetensi para peserta yang diperoleh selama Diklat BPKRT dan Diklat Komunikasi ini tidak berhenti dengan selesainya diklat ini. Akhir Diklat ini adalah merupakan awal dari memasuki dunia kerja yang panjang. Oleh karena itu para lulusan dari kedua diklat ini diharapkan memiliki kesadaran diri yang tinggi untuk menambah pengetahuan dan keterampilan lainnya yang bermanfaat termasuk bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan singkat yang diadakan di Pusdiklat Departemen Luar Negeri dan kursus singkat di luar negeri.

Hadirin yang saya hormati,

Sebelum menutup kedua Diklat ini, atas nama Pimpinan Departemen Luar Negeri, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Kapusdiklat beserta jajarannya, para Widyaiswara dan pihak-pihak terkait yang telah menyelenggarakan Diklat ini dengan baik serta atas upaya-upaya perbaikan dan penyempurnaan sistem dan kurikulum Diklat yang dilakukan.

Kepada seluruh peserta Diklat BPKRT dan Diklat Komunikasi, saya mengucapkan selamat atas kelulusan dan prestasi yang dicapai, dengan harapan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dapat diabdikan bagi kepentingan nasional kita. Secara khusus saya juga ucapkan selamat kepada mereka yang berhasil mendapat predikat terbaik sebagaimana disebutkan tadi oleh Kapusdiklat. Besar harapan saya, Saudara-Saudara dapat mengemban tugas negara dengan kemampuan, profesionalitas dan semangat kerja yang tinggi demi suksesnya misi Departemen Luar Negeri dan Perwakilan RI.

Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirahmanirahim, saya menyatakan Diklat BPKRT Angkatan III dan Diklat Komunikasi Angkatan I, secara resmi ditutup.

Terima kasih atas perhatiannya.

Wabillahi Taufik wal Hidayah
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, 20 Oktober 2008