Sambutan Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri

5/30/2008

 
Sambutan Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri Pada Acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Antara Departemen Luar Negeri Dan Bank Indonesia Tentang Pelaksanaan Kerjasama Peningkatan Profesionalisme Diplomasi Ekonomi Di Bidang Moneter, Perbankan Dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, 30 Mei 2008



Yang saya hormati Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia beserta jajarannya,

Para Pejabat Eselon I dan Eselon II Departemen Luar Negeri

Assalamu’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semua

Seraya memanjatkan Puji Syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, pada pagi hari yang berbahagia ini, kita telah berhasil menandatangani Perjanjian Kerjasama sebagaimana yang diamanatkan dalam Nota Kesepahaman antara Bank Indonesia dan Departemen Luar Negeri yang telah ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri dan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 1 April 2008.

Tantangan ekonomi di tingkat global semakin kompleks yang ditandai dengan meningkatnya interdependensi ekonomi antar-negara maupun antar-wilayah. Di tengah-tengah ketidakpastian itulah diplomasi Indonesia, terutama di bidang ekonomi, dijalankan. Untuk itu diperlukan penguasaan pengetahuan dan keahlian di bidang ekonomi makro, moneter, dan perbankan.

Menjawab kebutuhan tersebut, penjalinan kerjasama Departemen Luar Negeri dengan Bank Indonesia merupakan suatu langkah yang tepat, dalam rangka mengikuti secara seksama perkembangan ekonomi global yang tidak menentu yang akhir-akhir ini ditandai dengan fluktuasi harga minyak dunia, krisis sub-prime mortgage serta krisis pangan dan energi. APBN-RI adalah korban pertama dari memburuknya perekonomian dunia. Untuk itu, sungguh sangat dirasakan keperluan perbantuan para Pejabat Bank Indonesia yang memiliki kualifikasi pengetahuan di bidang moneter, perbankan dan sistem pembayaran untuk membantu Departemen Luar Negeri dan Perwakilan RI dalam memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia di bidang ekonomi.

Melalui Kerjasama antara Departemen Luar Negeri dan Bank Indonesia diharapkan kerjasama kedua instansi akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, baik dalam bidang-bidang moneter, perbankan dan sistem pembayaran, maupun dalam pemahaman mengenai diplomasi.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan penjabarannya dalam Perjanjian Kerjasama ini, merupakan langkah sinergis dan strategis antara Departemen Luar Negeri dan Bank Indonesia dalam melaksanakan diplomasi total yang mempersyaratkan keikut-sertaan seluruh stakeholders, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih aman, damai, demokratis, adil dan sejahtera melalui upaya promosi perdagangan, investasi, pariwisata, tenaga kerja dan kerjasama pembangunan. Hakekat diplomasi ekonomi yang dilakukan Indonesia adalah untuk memperjuangkan kepentingan nasional di bidang ekonomi guna mendukung program pemerintah yang pro-growth, pro-job dan pro-poor.

Saya mencatat bahwa tujuan utama Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama yang baru saja ditandatangani, adalah untuk sharing capabilities dan sharing information yang lebih komprehensif dan sinergis antara Departemen Luar Negeri dan Bank Indonesia bagi pengamanan kepentingan ekonomi nasional di berbagai fora.

Seperti diketahui, Perjanjian Kerjasama antara Departemen Luar Negeri dan Bank Indonesia mencakup antara lain pendidikan dan pelatihan teknis di bidang ekonomi, moneter, perbankan dan sistem pembayaran; diseminasi kebijakan dan perkembangan ekonomi dan moneter; perbantuan pejabat Bank Indonesia di Departemen Luar Negeri dan Perwakilan RI; magang bagi Pejabat Departemen Luar Negeri di Bank Indonesia; dan peningkatan koordinasi dan kerjasama antara kantor perwakilan Bank Indonesia di luar negeri dengan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Saya berharap agar masing-masing focal point yang telah ditunjuk dalam perjanjian ini baik di Departemen Luar Negeri maupun Bank Indonesia untuk segera merancang program dan kegiatannya di bidang-bidang tersebut di atas.

Akhir kata, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para pejabat Bank Indonesia dan Departemen Luar Negeri yang telah merancang perjanjian kerjasama ini yang saya yakini merupakan sumbangsih yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara Indonesia dalam upaya turut memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Terima kasih.
Wassalamua’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, 30 Mei 2008