Perayaan Natal 2008, Jakarta, 13 Desember 2008

12/14/2008

 
SAMBUTAN MENTERI LUAR NEGERI
PADA PERAYAAN NATAL DEPARTEMEN LUAR NEGERI 2008
13 Desember 2008
Assalamualaikum Wr. Wb.
Shalom, Selamat malam,
Salam sejahtera bagi kita semua.
Saudara-saudara keluarga besar umat Kristiani Departemen Luar Negeri yang saya kasihi, merupakan suatu kebahagiaan bagi saya dapat hadir di tengah-tengah saudara malam ini, dalam perayaan natal Departemen Luar Negeri tahun 2008.
Tema Natal yang telah ditetapkan oleh Konperensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), yaitu “Hiduplah Dalam Perdamaian dengan Semua Orang” kiranya merupakan panggilan bagi setiap insan, tanpa memandang golongan maupun kelompok. Hidup dalam perdamaian dengan semua orang telah diteladankan oleh Nabi Isa. Pesan perdamaian yang ingin disampaikan menjadi sangat penting dan menyejukkan bagi kita yang merupakan bangsa yang sangat majemuk baik dari segi etnik, tradisi, budaya, bahasa dan agama.

Perdamaian dengan sesama dapat ditunjukkan melalui banyak hal. Diantaranya adalah dengan kepedulian dan kepekaan terhadap lingkungan kita. Baik itu lingkungan kerja, lingkungan pergaulan, maupun lingkungan tempat tinggal kita. Karena itu, selaku insan pembawa damai selayaknya setiap kita mempertajam kepekaan kita terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar kita, dan memiliki empati untuk turut merasakan penderitaan dan kesusahan yang dialami masyarakat sekitar maupun teman sekerja.

Menjadi pembawa damai juga berarti melakukan sesuatu, mengambil tindakan untuk menuju ke arah yang lebih baik. Jika kita berempati tanpa melakukan sesuatu untuk membantu mereka yang kesusahan, hal tersebut sama saja dengan membiarkan saudara-saudara kita dalam kesusahan tersebut. Dengan kata lain, kita harus menjadi bagian dari solusi. Dalam kaitan ini, saya menghargai sikap Panitia Natal yang menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan.

Dengan semangat perdamaian ini, saya yakin saudara-saudara akan menyumbangkan tenaga dan pikiran terbaik saudara untuk kemajuan bangsa dan negara kita, melalui Departemen Luar Negeri yang kita cintai ini. Sumbangan tenaga dan pemikiran saudara akan pula membentuk suatu Deplu yang bersih dan bercitra baik, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem kepemerintahan yang baik di negara kesatuan Republik Indonesia.

Akhir kata, mari kita kobarkan semangat damai dalam hati kita masing-masing untuk menyongsong tahun 2009, tahun di mana kita akan lebih peka terhadap lingkungan, berkontribusi demi Departemen Luar Negeri yang lebih baik, menuju negara Indonesia yang lebih sejahtera.

Selamat Natal 2008 bagi seluruh umat kristiani Departemen Luar Negeri dan selamat menyongsong tahun baru 2009 bagi kita semua.

Wassalamualaikum, Wr. Wb.