Penutupan Diklat SESPARLU ke-39/PIM dan SESDILU ke-41/PIM III , Jakarta, 18 Desember 2008

12/18/2008

 
SAMBUTAN
DR. N. HASSAN WIRAJUDA
MENTERI LUAR NEGERI RI
PADA ACARA PENUTUPAN DIKLAT TERPADU
SESPARLU ke-39/PIM II dan SESDILU ke-41/PIM III
Jakarta, 18 Desember 2008

Yang Saya hormati Bapak Dr. Asmawi Rewansyah, Kepala Lembaga Administrasi Negara atau yang mewakili,
Yang saya hormati, Saudara Wakil Menteri Luar Negeri,
Para Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Departemen Luar Negeri,
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Deplu, Para Direktur Diklat, dan Widyaiswara,
Para peserta Diklat Terpadu Sesparlu Angkatan ke -39 – Kepemimpinan Tingkat II Angkatan ke-23,
Para peserta Diklat Terpadu Sesdilu Angkatan ke-41 dan Kepemimpinan Tingkat III Angkatan ke-11,
Hadirin yang berbahagia,
Assalammu’alaikum Warrahmatulahi Wabarakatuh,
Salam Sejahtera bagi kita semua,

Seraya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, alhamdulillah bahwa hari ini kita dapat mengikuti penutupan Diklat Terpadu Sesparlu angkatan ke-39/PIM II dan Sesdilu angkatan ke-41/PIM III. Saya memang selalu berusaha menyempatkan diri untuk dapat membuka dan menutup acara Diklat yang saya anggap merupakan salah satu proses penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Deplu. Sebagai bagian dari peningkatan kualitas SDM, maka Diklat juga harus diikuti oleh para peserta yang dinilai memenuhi persyaratan yang berlaku. Seperti yang kita saksikan sekarang, apapun kondisinya dan berapapun jumlah peserta yang dinilai memenuhi syarat, Diklat Terpadu ini harus tetap berjalan. Sesdilu dan Sesparlu merupakan bagian integral serta strategis dari rangkaian pendidikan berjenjang di lingkungan Departemen Luar Negeri. Pada tahapan inilah, para peserta dididik dan disiapkan untuk menjadi unsur staf dan pimpinan Deplu yang handal, terampil, profesional, serta memiliki integritas personal yang tinggi. Inilah kualitas outcomes yang diharapkan dari seluruh kegiatan pendidikan dan pelatihan di Sesdilu dan Sesparlu.Berulang kali pula saya meminta agar para peserta Diklat dapat diberikan materi yang memadai dan disesuaikan dengan perkembangan dunia diplomasi dewasa ini. Untuk itu, saya menyambut gembira laporan Kapusdiklat yang menyebutkan bahwa para peserta telah mendapatkan materi dari nara sumber yang kompeten dalam bidangnya, termasuk dari para pejabat organisasi internasional, universitas, pakar dan akademisi dari dalam dan luar negeri, serta para Duta Besar negara sahabat. Hendaknya terobosan ini dapat terus dipelihara dan dikembangkan di masa mendatang. Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu,
Hadirin yang berbahagia,Upaya peningkatan kualitas Diklat juga sangat erat terkait dengan upaya benah diri Deplu yang telah bergulir dalam tujuh tahun terakhir ini. Benah diri merupakan sebuah upaya perubahan – upaya untuk BERUBAH menuju kondisi yang lebih baik lagi. Saya ingin kembali MENGULANGI pemikiran dan pertimbangan saya di hadapan para peserta Sesdilu dan Sesparlu hari ini yang kelak, Insya Allah, akan memimpin Departemen Luar Negeri yang kita cintai ini. Perubahan dalam wujud benah diri Deplu merupakan sebuah kebutuhan riil dan mendesak atas beberapa alasan, terkait dengan perkembangan di lingkungan domestik, regional dan internasional global. Alasan pertama, Indonesia telah mengalami perubahan yang fundamental melalui proses reformasi dalam satu dekade terakhir ini. Reformasi di Indonesia telah berhasil menciptakan sebuah wajah nasional baru, yang dalam banyak hal sangat berbeda dengan wajah Indonesia sebelumnya. Sebagai bagian dari pemerintah dan birokrasi negara yang tengah berubah, maka sudah selayaknya jika Deplu juga mengikuti irama perubahan tersebut. Perubahan, yang kita maknai sebagai benah diri, merupakan jawaban kita atas amanat reformasi. Untuk itulah, Pimpinan Deplu sangat menekankan pentingnya tiga tertib, yakni tertib waktu, tertib fisik, dan tertib administrasi—termasuk tertib keuangan, sebagai pilar utama benah diri. Masyarakat telah semakin kritis dan semakin melek akan informasi. Karenanya birokrasi dituntut untuk mampu mengubah citranya di mata masyarakat yang cenderung dipersepsikan lamban, mempersulit dan mempermahal prosedur pelayanan. Kita tidak dapat lagi melakukan business as usual. Kita dituntut untuk mengubah paradigma dan mindset kita sebagai, baik sebagai seorang birokrat dan diplomat. Dan saya sungguh bergembira dan bangga bahwa Departemen Luar Negeri telah mampu tampil di barisan terdepan dalam reformasi birokrasi ini. Pada tanggal 3 Desember lalu, atas undangan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, saya mendapat KEHORMATAN untuk berbicara pada Jamuan Makan Malam Konferensi Internasional “Reformasi Birokrasi yang Efektif di Indonesia.” Saya diundang karena Deplu dianggap sangat berhasil dalam mereformasi diri—terutama darisudut pandang kuantitas dan kualitas personilnya. Dalam forum itu saya sampaikan bahwa Departemen Luar Negeri telah menerapkan right-sizing yang mengarah pada down-sizing pada seluruh Perwakilan RI di luar negeri. Sementara itu, melalui upaya pembenahan sistem kepegawaian ke dalam, selama lima tahun terakhir Departemen Luar Negeri telah berhasil menerapkan right-sizing, bukan saja zero-growth, tapi bahkan minus-growth. Pada tahun 2003, tercatat jumlah pegawai 3.884 orang, dengan perbandingan jumlah profesional dengan tenaga administrasi 1 berbanding 2. Namun pada tahun 2008, jumlahnya menjadi 3.569 orang, namun dengan komposisi terbalik, yaitu profesional berbanding tenaga administratif adalah 2 berbanding 1. Saat ini, tenaga profesional di Departemen Luar Negeri berjumlah 2.058 orang, yang berarti mengalami peningkatan sebesar 159% jika dibandingkan tahun 2003 yang berjumlah 1,296 orang. Hal ini menjadikan Departemen Luar Negeri sebagai salah satu departemen di Indonesia dengan komposisi pegawai yang PALING profesional. Disamping pembenahan postur kepegawaian, kita juga terus membina dan memperbaiki kualitas, baik dari segi kemampuan individual, pelayanan warga, maupun good governance. Disamping prestasi yang kita raih, saya juga ingin kembali mengingatkan bahwa Pimpinan Deplu tidak akan pernah mentolerir kesalahan, perkeliruan, apalagi penyalahgunaan wewenang dan keuangan yang merugikan citra Departemen dan Pemerintah RI secara umum. Sebaliknya, Pimpinan Deplu juga tidak akan pernah segan untuk mendorong dan memberikan kesempatan kepada SIAPA PUN yang mampu dan memiliki keinginan untuk maju. Tidak kurang bahwa saya sendiri pun, senantiasa memperhatikan langsung serta mendorong dan mempromosikan para staf yang berprestasi untuk dapat mengemban tanggung jawab dan amanah yang lebih besar. Para Peserta Sesdilu dan Sesparlu,
Hadirin yang saya hormati,Alasan kedua, perkembangan situasi global dan krisis multi-dimensional yang harus diantisipasi dan dihadapi oleh semua bangsa di dunia menunjut kita untuk lebih jeli dan antisipatif. Saat ini, dunia dihadapkan pada krisis pangan, energi, lingkungan, dan finansial yang sangat serius dan mengancam kelangsungan pertumbuhan ekonomi global. Saya kiranya tidak perlu mengulangi kembali magnitude dari masing-masing krisis ini. Namun perlu saya garis bawahi bahwa Indonesia berpotensi untuk memainkan peranan yang cukup penting dalam mengatasi setiap bentuk krisis tersebut.Dalam upaya mengatasi krisis ini, Indonesia berhasil tampil dengan guliran ide orisinal, terobosan, dan keteguhan prinsip, yang pada umumnya dihargai dan diterima oleh masyarakat dunia. Indonesia mampu tampil sebagai jembatan dari berbagai kepentingan.

Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu,
Para hadirin yang berbahagia, Peningkatan kualitas SDM juga menjadi sangat strategis mengingat kompleksitas guliran isu serta konteks hubungan bilateral, regional, dan internasional global. Hal inilah pula yang mendorong digulirkannya program restrukturisasi Deplu, yang bertujuan untuk menciptakan struktur yang efektif dalam memaksimalkan kepentingan nasional RI di berbagai konteks hubungan. Kita terus mengelola secara efektif hubungan yang saling menguntungkan dengan 191 negara di dunia dan lebih dari 180 organisasi internasional. Kita terus meningkatkan kemitraan strategis dan komprehensif dengan negara kunci. Dan kita ingin untuk menerjemahkan berbagai kedekatan politis dengan negara kunci tersebut menjadi keuntungan ekonomis bagi rakyat Indonesia.

Saat ini kita memang memiliki selling points yang lebih baik untuk tampil di pentas internasional, seperti Indonesia yang demokratis dengan masyarakat yang pluralistik, Islam yang moderat, pembangunan yang progresif, serta peran aktif dalam perdamaian dunia. Kita perlu untuk terus memanfaatkan selling points ini, mengingat ke depan tantangan yang harus dihadapi akan semakin kompleks dan beragam.

Hal ini tentunya akan pula menjadi tantangan yang tidak mudah bagi Deplu. Tantangan ini hanya dapat dijawab melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, yang didukung oleh mesin diplomasi yang handal.Para Peserta Sesdilu dan Sesparlu,
Hadirin yang berbahagia, Keberhasilan dan kelulusan yang Saudara-Saudara raih hari ini sungguh merupakan asset yang berharga, bukan saja bagi Saudara semata, namun juga bagi mesin diplomasi RI. Hendaklah ilmu, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama masa pendidikan dapat menjadi bekal berharga bagi perjalanan karir Saudara di Deplu serta mempererat l’esprit de corps—jiwa korsa diantara Saudara-Saudara. Melalui Sesdilu dan Sesparlu ini, saya berharap Saudara mampu untuk lebih menjiwai dan menyadari makna strategis dari berbagai upaya yang telah, sedang, dan untuk memajukan Deplu. Sebagai beneficiaries dari benah diri Deplu, saya tentunya menitipkan kelangsungan proses ini kepada Saudara-Saudara sekalian. Selepas Diklat ini, saya mendorong Saudara untuk terus mengembangkan diri, dan mengaplikasikan pengetahuan dan keahlian yang telah Saudara peroleh. Akhirnya, saya mengucapkan selamat atas keberhasilan Saudara menyelesaikan Diklat ini. Kiranya tepat bagi Saudara sekalian untuk mensyukuri capaian Saudara hari ini melalui tampilan karya, kinerja dan prestasi terbaik Saudara bagi bangsa dan negara ini. Saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Lembaga Administrasi Negara atas dukungan dan kerjasama yang diberikan. Saya yakin materi yang diberikan akan mampu meningkatkan kemampuan manajerial para peserta sebagai calon pimpinan di masa depan. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Kepala Pusdiklat, Direktur Sesparlu dan Direktur Sesdilu, para Widyaswara serta staf pelaksana Pusdiklat yang telah bekerja dengan baik hingga terlaksananya Diklat ini. Dengan mengucapkan Alhamdulillah, maka secara resmi Diklat Terpadu Sesparlu Angkatan ke-39 – PIM II Angkatan ke-23 dan Diklat Terpadu Sesdilu Angkatan ke-41 – PIM III Angkatan ke-11 saya nyatakan ditutup. Terima kasih.
Wabillahittaufik wal hidayah,
Wassalammu’alaikum Wr. Wb.