Paparan Kunci Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri, HE Imron Cotan pada Pembukaan Program Pelatihan BPPK - CIDA

6/18/2008

 
“Strengthening Good Governance: Indonesia Foreign Policy Analysis and Development” Jakarta, 18 Juni 2008
Hotel Borobudur

Yang Terhormat Duta Besar Artauli Tobing,
Yang Terhormat para Duta Besar, Para Hadirin,
ibu-ibu dan Bapak-bapak sekalian,

Assalamualaikum Wr Wb.,
Selamat sore,
Salam Sejahtera untuk kita semua,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat-Nya maka pada sore ini kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat wal ‘afiat untuk menghadiri pembukaan Program Pelatihan BPPK-CIDA yang bertemakan “Strengthening Good Governance: Indonesia Foreign Policy Analysis and Development Training”. Perkenankanlah saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Bapak, Ibu dan hadirin sekalian.

Hadirin yang terhormat,
Sejak dibukanya hubungan diplomatik Indonesia-Kanada, kedua negara menikmati kerjasama yang harmonis. Kerjasama ini diwujudkan antara lain dengan komitmen Canadian International Development Agency (CIDA) untuk membantu Indonesia dalam usaha peningkatan sumber daya manusia instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat, pengembangan usaha kecil dan menengah, terutama yang diprakarsai oleh perempuan dan membantu pemerintah Indonesia dalam memberantas kemiskinan. Selain itu, CIDA juga bekerja sama dengan institusi pendidikan Islam di Indonesia untuk mendukung dan mengembangkan kohesi sosial antar umat beragama di Indonesia.
Pada tahun ini, Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan mendapat kehormatan menerima dukungan CIDA dalam rangka membantu mengembangkan suatu program pelatihan capacity building yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM pejabat dan staf BPPK untuk menghasilkan dan merumuskan kebijakan.
Hadirin sekalian,

Mengutip paparan Menteri Luar Negeri pada pelantikan pejabat
Eselon I dan Eselon II di jajaran Departemen Luar Negeri, BPPK diharapkan menjadi unit kerja yang terdepan dalam pengembangan dan perumusan kebijakan di lingkungan Departemen Luar Negeri. Adalah tugas BPPK untuk senantiasa mempelajari dan menganalisis kebijakan nasional dan internasional dan di waktu yang sama memproyeksikan kebijakan tersebut menjadi berorientasi ke masa depan.
Tugas yang diemban BPPK ini tentunya bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu menjadi kewajiban BPPK untuk membekali sumber daya manusianya dengan kemampuan dan ketrampilan analisis dan pengembangan kebijakan luar negeri yang memadai.
Dengan demikian, dalam kesempatan ini, perkenankanlah saya menghaturkan terimakasih sekaligus rasa bangga kepada Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan atas usaha-usaha yang dilakukan untuk menjawab tantangan mandat yang yang diemban BPPK, antara lain dengan membuka jalan bagi terselenggaranya program pelatihan ini. Inisiatif program pelatihan ini dimulai tahun 2007 lalu, ketika Kepala BPPK Dubes Artauli Tobing melakukan courtesy call ke kantor pusat CIDA di Canada yang dilanjutkan dengan kunjungan konsultan CIDA Dr. William James Cowie untuk melakukan assessment yang diperlukan bagi pelaksanaan pelatihan hingga terselenggaranya program pelatihan ini.
Rasa terima kasih juga saya sampaikan kepada Canadian Development Agency (CIDA) yang telah memberikan dukungan finansial sepenuhnya bagi program pelatihan ini. Saya berharap agar kerjasama yang telah terjalin antara BPPK dan CIDA dapat terpelihara dengan baik di masa yang akan datang.


Hadirin Sekalian,

Setelah program pelatihan ini berakhir, saya mengharapkan sumber daya manusia yang bekerja di BPPK akan menjadi lebih berorientasi ke masa depan, memiliki pola pikir akademis dan pengetahuan luas, kritis dalam merumuskan kebijakan, inovatif dan dapat diandalkan demi mencapai tujuan yang menjadi mandat Bapak Menlu untuk BPPK, yaitu sebagai yang terdepan dalam perumusan dan pengembangan kebijakan.
Peningkatan kualitas SDM pejabat dan staf BPPK akan menjadi aset yang sangat berharga bagi Departemen Luar Negeri dalam menjalankan visi dan misinya menjadi satuan kerja yang berbasis ilmu pengetahuan (knowledge based).
Harapan saya adalah agar para peserta program pelatihan dapat menggunakan kesempatan yang langka ini dengan sebaik-baiknya. Saya yakin, dengan dukungan dan partisipasi aktif dari peserta, program pelatihan ini akan berhasil.
Akhir kata, saya ucapkan “Selamat Mengikuti Program Pelatihan” bagi para peserta. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, saya yakin bahwa The Best of BPPK Deplu is yet to come dan pelatihan ini akan menjadi salah satu dari sekian banyak jalan to bring the best of BPPK.
Dengan semangat itu dan membaca Bismillahirahmannirahim, saya menyatakan Program Pelatihan BPPK–CIDA “Strengthening Good Governance: Indonesia Foreign Policy Analysis and Development Training” resmi saya buka.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Jakarta, 18 Juni 2008