KJRI GIRING 3 PERUSAHAAN DUBAI INVESTASI DI INDONESIA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KJRI Dubai telah melakukan pertemuan secara terpisah dengan tiga perusahaan di Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA), yaitu perusahaan furniture dan design interior “Perla Lichi”,  perusahaan wisata “Vega Tour” – anak perusahaan Al Ghurair Group dan kelompok perusahaan Sheikh Sultan bin Khalifa Al Nahyan (SBK Holdings, DubaiOffice). Dari hasil pertemuan dengan ketiga perusahaan tersebut, diperoleh informasi bahwa ketiga perusahaan tersebut berminat untuk berinvestasi di Indonesia, bahkan dua diantaranya telah memiliki mitra di Indonesia. Ossama Salem, Director of Middle East Operation, Direktur “Perla Lichi” dalam pertemuan dengan Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran, yang didampingi oleh Counsellor Ekonomi Dede Ahmad Rifai di pabriknya di Ras Al Khaimah menyatakan bahwa pabrik furniturenya setiap bulan mendatangkan tiga kontainer bahan-bahan pembuatan furniture dari Indonesia. Mengingat semakin banyaknya permintaan furniture, perusahaannya bekerjasama dengan pengusaha Indonesia akan membangun pabrik furniture di Jepara, Indonesia dalam waktu dekat. Perusahaan furniture dan interior design “Perla Lichi” yang mempekerjakan beberapa tukang dan pengrajin kayu dari Indonesia berkantor pusat di Florida, Amerika Serikat dan memiliki showroom di Jumeirah, Dubai dengan pembeli/pelanggan dari kalangan atas di Persatuan Emirat Arab dan negara-negara Arab lainnya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Azzan Al Ghurair, anggota Dewan Direksi SAR Private Capital dan Chairman perusahaan wisata di Dubai “Vega Tours” bahwa Al Ghurair Group merencanakan akan mengembangkan bisnisnya di Indonesia yang dimulai dengan bisnis di sektor pariwisata. Dalam hal ini, Vega Tours bersama-sama dengan mitranya perusahaan wisata Indonesia Jendela Tours akan menawarkan kerjasama dengan Garuda Indonesia untuk mendatangkan wisatawan dari Dubai ke Indonesia dan sebaliknya dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Mr. Azzan Al Ghurair adalah putra Mr. Abdullah Al Ghurair, salah seorang konglomerat di Dubai yang memiliki bisnis di berbagai bidang, seperti pusat perbelanjaan, konstruksi, properti/apartemen, bahan makanan, penukaran uang, pendidikan, biro perjalanan,dll. Pada pertemuan sebelumnya dengan Konjen Mansyur Pangeran Dr. Ramzi Halasa, Development Manager, SBK Holding, Dubai Office menyambut baik tawaran peluang investasi di Indonesia. Secara khusus, Dr.Ramzi meminta penjelasan lebih rinci mengenai peluang investasi pembangunan pembangkit listrik panas bumi, pembangunan bandara internasional, persediaan air minum, dan pembangunan jembatan. SBK Holding merupakan perusahan konglomerat di PEA yang dimiliki dan dikelola oleh Dr. Sheikh Sultan Bin Khalifa Bin Zayed Al Nahyan, putra sulung Presiden PEA. SBK Holdings bergerak dalam berbagai bidang bisnis, seperti minyak dan gas, petrokimia, pembangkit listrik, baja, bahan makanan, pusat perbelanjaan, perhotelan, properti, private equity, perbankan, asuransi dan jasa keuangan, pertanian dan peternakan serta penerbangan. Konjen Mansyur Pangeran kepada ketiga pengusaha tsb menegaskan bahwa iklim investasi di Indonesia masih cukup menjanjikan terbukti minat/keinginan asing untuk berinvestasi di Indonesia masuk ke dalam urutan index ke 17 dunia. Oleh karenanya, selain mencari peluang bisnis yang ada di negara akreditasi, KJRI juga terus berusaha memasarkan potensi daerah cukup besar dengan mendatangkan pengusaha asing ke Indonesia. Kiranya upaya yang dilakukan dalam rangka mempromosikan potensi daerah ini dapat didukung sepenuhnya oleh pusat maupun daerah khususnya instansi dan pihak-pihak terkait, sehingga agenda bisnis ini dapat segera terealisir. Dubai, 29 Juli 2010