KJRI Dubai Terima Penghargaan Pelayanan Keimigrasian

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada 18 Juni 2010 KJRI Dubai menerima penghargaan dari Imigrasi Dubai atas usahanya yang berkesinambungan dalam penanganan pekerja rumah tangga. Plakat dan piagam penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi Dubai, Mayor Jenderal  Muhammed Ahmed Al-Marri yang diterima oleh Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran  di Kantor Ditjen Imigrasi Dubai. Penghargaan tersebut merupakan kedua kalinya  diterima KJRI sebelumnya pada bulan Desember 2007.

Penghargaan yang diterima KJRI tersebut berkaitan dengan bantuan kerjasama yang diberikan KJRI kepada Kantor Imigrasi Dubai dalam menangani tenaga kerja  Indonesia selama setahun terakhir di Dubai khususnya dan 5 Keemiran lainnya di wilayah Utara. KJRI Dubai telah secara aktif berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Dubai untuk menyelesaikan berbagai permasalahan para tenaga kerja Indonesia yang menghadapi permasalahan sampai pada proses pemulangannya ke tanah air.

Kepada Konjen Mansyur Pangeran, Mayor Jenderal  Muhammed Ahmed Al-Marri menjanjikan kerjasama yang baik telah terjalin selama ini terus ditingkatkan dimasa mendatang, dalam upaya menyelesaikan permasalahan tenaga kerja asal Indonesia. 

KJRI Dubai dengan segala keterbatasannya termasuk jumlah Staf dan sarana penampungan yang sangat sederhana saat ini menampung sekitar 100 Nakerwan kaburan untuk diselesaikan permasalahannya dengan pihak-pihak terkait di Dubai dan di 5  Keemiran di wilayah utara PEA. Proses yang dilakukan adalah pendataan Nakerwan sesuai dengan berbagai permasalahan yang dihadapi masing-masing Nakerwan dan segera memprosesnya sesuai dengan klasifikasi masing-masing permasalahan. Selanjutnya KJRI menghubungi pihak-pihak terkait antara lain : kantor imigrasi, kepolisian, agen penerima/penyalur lokal, majikan, kemlu Dubai, agen pengirim di Indonesia, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu dan pihak terkait lainnya guna menuntaskan permasalahan. Adapun solusinya adalah adakalanya para Nakerwan dipekerjakan kembali dengan majikan yang lain, penyelesaian di imigrasi, kepolisian dan pengadilan apabila Nakerwan tsb terlibat dalam masalah hukum ataupun kriminal, dan memulangkan Nakerwan ke Indonesia bagi yang sudah selesai permasalahan yang dihadapi berdasarkan peraturan hukum setempat.

Minister Counsellor Fungsi Konsuler KJRI Dubai Dedy Darussalam yang turut mendampingi Konjen Mansyur Pangeran saat menerima penghargaan menyatakan jumlah Nakerwan kaburan yang datang ke KJRI Dubai setiap harinya berkisar antara 2-10 orang. Selain membantu memulangkan Nakerwan bermasalah ke Indonesia, KJRI Dubai juga berupaya untuk membujuk para nakerwan kaburan yang berada di shelter sementara KJRI Dubai agar mereka bersedia kembali  bekerja di rumah majikannya ataupun dipindahkan di majikan lainnya.  


Selain menangani aspek-aspek keimigrasian rutin, Kantor Imigrasi Dubai juga menangani permasalahan pekerja rumah tangga asing (foreign domestic workers). Dalam kaitan inilah KJRI menjalin hubungan dan kerjasama erat dengan Kantor Imigrasi mengingat sebagian besar TKI di Dubai merupakan pekerja rumah tangga, seperti pembantu, tukang kebun, pramuniaga di supermarket, pegawai di restoran, kafe, dan sopir.

Saat ini dari kurang lebih 90 ribu TKI di Dubai dan 5 Keemiran di wilayah utara PEA, sekitar 80% merupakan pekerja rumah tangga, sedangkan 20% merupakan pekerja profesional yang bekerja di sektor seperti perminyakan, perbankan, hotel, restoran, rumah sakit, perkapalan, perusahaan /perkantoran, retail dan konstruksi.

 

Dubai ,  Juni 2010.