KJRI Dubai Kembali Bantu Pulangkan 35 Orang TKW Bermasalah

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Meskipun menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan di lapangan, KJRI Dubai secara bertahap selama periode 24 Mei 2010 hingga 17 Juli 2010 berhasil memulangkan 35 orang TKW bermasalah. Sebelumnya pada periode 12 Mei 2010 hingga 21 Mei 2010, KJRI Dubai juga telah berhasil menyelesaikan permasalahan dan memulangkan 20 orang TKW Bermasalah. Minister Counsellor Konsuler Deddy Darussalam, menyatakan pada masa liburan musim panas saat ini agak sulit mencari tiket pesawat ke Indonesia, sehingga pemulangan ke-35 TKW bermasalah tersebut terpaksa dilakukan secara berangsur-angsur dalam 14 tahap. Tahap pertama dimulai pada tanggal 24 Mei 2010 sedangkan tahap ke-empatbelas dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2010. Berbekal Surat Keterangan Jalan yang diterbitkan oleh KJRI Dubai, para TKW Bermasalah yang dipulangkan KJRI Dubai tersebut setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta akan difasilitasi oleh instansi terkait termasuk oleh Direktorat Perlindungan WNI dan BHI (Dit. PWNI dan BHI) Kemlu untuk selanjutnya dibantu proses pemulangannya ke daerah asal TKW masing-masing. Khusus bagi TKW yang sedang menderita sakit keras, pemulangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta akan didampingi secara khusus oleh Staf Dit. PWNI dan BHI Kemlu hingga kampung halaman, demikian papar Sekretaris Ketiga, Anggota Satgas Citizen Service KJRI Dubai Soeharyo Tri Sasongko. Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran menjelaskan di wilayah kerja KJRI Dubai yang meliputi 6 Emirat (Negara Bagian) diperkirakan saat ini terdapat kurang lebih 100.000 WNI dimana lebih dari 80 persen merupakan TKW yang berprofesi sebagai pekerja rumah tangga. Bantuan pemulangan bagi para TKW tersebut merupakan perwujudan kepedulian dan keberpihakan KJRI Dubai terhadap TKW bermasalah. Sebelum dipulangkan, seluruh TKW bermasalah yang selama ini berada di penampungan sementara KJRI Dubai tersebut telah menjalani proses penyelesaian hukum dan administrasi dengan otoritas terkait (imigrasi, kepolisian, agen penyalur lokal dan majikan) di bawah bantuan dan mediasi KJRI Dubai. Lebih lanjut Konjen Mansyur menegaskan meskipun telah diupayakan pemulangan ke tanah air sejumlah TKW yang telah selesai permasalahannya, namun jumlah TKW bermasalah yang menghuni penampungan sementara KJRI Dubai masih tetap banyak yaitu berkisar antara 120-an orang. Hal ini disebabkan karena jumlah TKW yang melarikan diri dari majikan selalu bertambah setiap harinya dan tidak sebanding dengan jumlah TKW yang dipulangkan. Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, seperti sumber daya, tidak cukupnya sarana penampungan, dan dukungan lainnya, KJRI Dubai senantiasa tetap berusaha meningkatkan Sistem Pelayanan Warga (Citizen Service) yang bertujuan untuk memberikan bantuan pelayanan dan perlindungan kepada WNI dan BHI yang bermasalah secara terpadu yang bersifat cepat, tepat, murah, ramah, memuaskan, terbuka dan bertanggung jawab, dengan melibatkan seluruh unsur yang ada di Perwakilan RI di luar negeri maupun Instansi terkait di dalam negeri. Dubai, 15 Juli 2010.