KJRI Dorong IdBC Manfaatkan Peluang Bisinis di Dubai

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka menggalang kerjasama kemitraan strategis dengan pengusaha Indonesia di Dubai dan di lima wilayah Keemiran lainnya (utara), Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran menggelar pertemuan bisnis dengan pengusaha dan professional Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Business Council (IdBC) Dubai. Acara yang diakan di Wisma Indonesia Dubai yang terletak di kawasan Jumeira 1, Dubai tsb, dihadiri antara lain oleh perwakilan Kantor Pemasaran Bersama PTPN, Garuda Indonesia Dubai, Samudera Indonesia, Indowear Trading, Berlian Laju Tanker, Bank BCA, Be Global Food, Kanmo Trading, dan IKPT. Selait itu, turut pula hadir para professional Indonesia yang bekerja di Standard Chartered Bank, Mashreq Bank, GTT Logistics, Haword Middle East Company, Repsol Oil Company, Dubai Port World, Dubai World Central, Emirates Co-op, TMF Sources, Atlantis. Konjen Mansyur Pangeran dalam sambutannya mendorong terbentuknya IdBC sebagai suatu wadah untuk menampung pengusaha Indonesia dan professional untuk melakukan kegiatan bisnisnya di Dubai dan sekitarnya untuk dapat bersosialisasi dan mengembangkan bisnisnya dengan pengusaha setempat dan asing yang berada di Dubai dan di kelima wilayah Keemiran lainnya. Selanjutnya, Konjen Mansyur mengajak pengusaha dan professional Indonesia tsb agar lebih meningkatkan jaringan/network dengan pihak-pihak terkait lainnya guna menunjang peningkatan kinerja perusahaan diwakilinya maupun kemampuan pribadi masing-masing. Pada akhirnya akan membantu meningkatkan hubungan kerjasama ekonomi Indonesia - Dubai . Konjen Mansyur merencanakan setelah diakuinya IdBC oleh pemerintah Dubai dan chamber of Commerce Dubai, pertemuan seperti ini akan terus ditingkatkan pada tahapan yang lebih luas yaitu dengan mempertemukan IdBC dengan pengusaha lokal dan asing di Dubai - UAE, agar lebih berkembang pada hubungan yang lebih kongkrit. Sheikh Muhammad Bin Rashid Al-Maktoum, Perdana Menteri dan Wakil Presiden UAE dan juga sebagai Ruler of Dubai, dalam salah satu wawancara dengan CNN menyatakan kondisi ekonomi Dubai saat ini sudah semakin membaik. “Krisis ekonomi” yang dialami Dubai bukanlah merupakan beban dan hambatan, tetapi merupakan peluang dan tantangan untuk terus membangun Dubai menjadi hub/pusat dan penghubung kegiatan ekonomi di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia Selatan” kutip Mansyur. Pada kesempatan itu, Konjen Mansyur menyarankan agar IdBC dapat lebih meningkatkan konsolidasi pengusaha Indonesia di Dubai sehingga dapat memanfaatkan peluang pengembangan sektor jasa, perdagangan, investasi dan pariwisata yang masih terbuka lebar. Dikatakannya, Dubai beberapa tahun terakhir ini telah berkembang sebagai pusat termaju di Timur Tengah bahkan disebut juga sebagai the fastest growing city on earth dengan posisinya yang sangat strategis sebagai hub bagi Negara-negara Timur Tengah, Asia Selatan dan Afrika. Keberadaan IdBC nantinya diharapkan dapat membantu meningkatkan kerjasama ekonomi Indonesia - Dubai. Keberhasilan tsb dapat ditandai nantinya dengan adanya peningkatan neraca perdagangan Indonesia - Dubai dari US$ 1,5 milyar, tahun 2009 (Indonesia surplus US$ 1,2 milyar) menjadi dua kali lipat atau lebih. KJRI Dubai akan senantiasa membantu dan memfasilitasi para pengusaha Indonesia untuk melakukan hubungan perdagangan, investasi dan pariwisata di Dubai dan sekitarnya maupun sebaliknya di Indonesia dan akhirnya menghimbau seluruh pengusaha dan professional Indonesia Dubai dan sekitarnya yang belum mendaftar di IdBC untuk bergabung menjadi anggota IdBC Dubai, papar Mansyur. Sementara itu, Pejabat Fungsi Ekonomi KJRI Dubai Counsellor Dede Ahmad Rifai, menyatakan IdBC baru terbentuk beberapa bulan lalu, telah didaftarkan di Dubai Chamber of Commerce & Industry (DCCI) dan telah mendapatkan persetujuan. DCCI telah memberikan tanggapan positif dan meminta IdBC Dubai untuk melengkapi data anggotanya. Dubai, 7 Juli 2010.