DTCM dan KJRI Dubai Sepakat Tingkatkan Kerjasama Pariwisata

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Department of Tourism and Commerce Marketing (DTCM) Dubai, lembaga Pemerintah Dubai yang bertanggung jawab dalam bidang pariwisata akan mendukung upaya KJRI Dubai dalam meningkatkan kerjasama antara Dubai dan Indonesia khususnya dalam bidang pariwisata. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Konjen RI Dubai Manyur Pangeran dan Direktur Jenderal DTCM Khalid A. Bin Sulayem, pekan lalu di ruang kerja Dirjen DTCM. Sebagai informasi, Pemerintah Dubai menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dan sektor terpenting penggerak ekonomi Dubai. Untuk itu DTCM diketuai langsung oleh Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum yang juga Perdana Menteri, Wakil Presiden P.E.A. dan penguasa Dubai. Bin Sulayem menyambut baik kedatangan Konjen RI dan menghormati Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Pembicaraan yang berlangsung cukup hangat dan akrab banyak diselingi pertanyaan-pertanyaan dari Bin Sulayem yang cukup antusias ingin mengetahui situasi dan perkembangan di Indonesia. Konjen Mansyur Pangeran secara singkat memaparkan kondisi industri pariwisata Indonesia yang semakin meningkat dengan menawarkan berbagai tempat tujuan wisata . Menurut Mansyur, dalam upaya menarik wisatawan Timur Tengah Pemerintah Indonesia telah menyiapkan berbagai paket dan tempat tujuan wisata, dari mulai Eco-Tourism, golf, diving hingga wisata spa. Disamping itu, kini Pemerintah Indonesia telah memberikan kemudahan fasilitas Visa on Arrival kepada hampir seluruh negara-negara Teluk/ Timur Tengah. Diharapkan semua hal tersebut dapat menarik wisatawan asal Timur Tengah mengingat selama ini potensi kawasan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Pada tahun 2010, dari target 7 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, 95.000 wisatawan ditargetkan berasal dari negara-negara Teluk, termasuk P.E.A. Dalam kesempatan tersebut, Konjen RI juga menginformasikan bahwa Garuda Indonesia telah membuka kembali jalur penerbangan ke Eropa via Dubai sejak Juni tahun ini. ”disamping memberikan layanan penerbangan dengan fasilitas maksimal untuk kenyamanan penumpang, Garuda juga memberikan kemudahan layanan immigration/ visa on board sehingga setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, para penumpang tidak lagi harus mengantri di counter imigrasi” jelas Mansyur. Bin Sulayem cukup terkesan dan sangat mendukung kebijakan tersebut. Menurutnya hal ini belum banyak dilakukan maskapai penerbangan lain, dan akan membantu meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia. Menurut Mansyur, Indonesia telah menetapkan Timur Tengah sebagai kawasan potensial yang menjadi salah satu fokus perhatian utama. Untuk itu, setiap tahunnya delegasi Indonesia yang terdiri dari Pemerintah dan para pelaku usaha bidang pariwisata selalu berpartisipasi dalam pameran Arabian Travel Market (ATM) di Dubai guna lebih memperkenalkan Indonesia sebagai tempat tujuan wisata. Tidak hanya ATM, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga telah ikut serta dalam pameran Dubai Global Village. Kepada Konjen Mansyur Pangeran, Direktur Jenderal Khalid A. Bin Sulayem menjanjikan kerjasama dalam upaya meningkatkan industri pariwisata kedua belah pihak. Mengakhiri pertemuan, Konjen Mansyur Pangeran menyerahkan berbagai informasi mengenai pariwisata Indonesia dalam bentuk brosur, buku maupun CD. Dubai , September 2010.