Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Kemlu

Percepat Penanganan Kasus TKI, KBRI Manfaatkan Pendekatan Alternatif Konseling

Rabu, 28 Desember 2011

Tiga puluh staf KBRI dan masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam mengikuti pelatihan teknik konseling  yang digelar di kantor KBRI, akhir pekan lalu. Pelatihan tersebut menurut Duta Besar Handriyo Kusumo Priyo diadakan untuk meningkatkan penanganan kasus TKI yang dirasa semakin memerlukan pendekatan konseling.

Di Brunei Darussalam, jelas Handriyo, terdapat 52.252 orang TKI sampai dengan akhir November 2011. “Sehubungan dengan besarnya jumlah WNI di Brunei Darussalam, melalui Peraturan Menlu RI No. 04 Tahun 2008 KBRI Bandar Seri Begawan ditetapkan sebagai salah satu perwakilan yang melaksanakan Pelayanan Warga secara terpadu,” pungkasnya. 

Sebagai upaya KBRI untuk lebih memaksimalkan pelayanan dan perlindungan TKI, Handriyo memandang perlu menyelenggarakan pelatihan teknik konseling bagi staf pelayanan TKI. “Agar para petugas dapat memberikan pelayanan, bimbingan dan pendampingan dengan pendekatan psikologis,” tambah Handriyo.

Materi pelatihan yang disampaikan secara interaktif meliputi pengenalan ragam karakter manusia, teknik komunikasi interpersonal, identifikasi TKI yang memerlukan konseling dan teknik percakapan konseling. Untuk melatih aplikasi berbagai teknik tersebut, para peserta juga melakukan simulasi.

Ditekankannya, agar setelah pelatihan selesai para peserta dapat menerapkan prinsip konseling, terutama dalam memberikan pelayanan dan pendampingan TKI.

Sehingga, harap Handriyo, dapat mengurangi tingkat stress para TKI, sekaligus dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh para TKI dengan lebih optimal.

Usai mengikuti pelatihan, peserta menyatakan manfaat dari materi yang diperoleh. “Sangat berguna tidak hanya untuk diri pribadi, namun juga untuk penanganan masalah orang lain,” tutur salah seorang peserta yang enggan disebut namanya.

Di sisi lain, peserta juga merasa pelatihan ini sangat positif. Penguasaan teknik konseling, menurut mereka, dapat membantu memahami permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh para TKI dan bermanfaat bagi tugas Perwakilan RI dalam penanganan kasus TKI.

“Kesulitan memahami permasalahan TKI antara lain disebabkan karena tidak terbukanya para TKI mengemukakan masalahnya secara jujur. Hal ini dapat berdampak pada kekeliruan dalam memberikan rekomendasi penyelesaian kasus,” jelas Dra. Ieda Poernomo Sigit Sidi, fasilitator pelatihan konseling dan juga konsultan Bidang Sosialisasi Kemenakertrans RI.

Dengan menguasai teknik konseling, tambahnya, para konselor dapat menggunakan kiat-kiat tertentu untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh TKI sehingga rekomendasi yang diberikan dapat lebih akurat.

Program-program pembinaan TKI yang selama ini telah dilaksanakan seperti bimbingan rohani, pelatihan keterampilan seperti menjahit, bahasa Inggris dan olahraga yang diselenggarakan oleh KBRI, diharapkan akan mencapai hasil yang lebih optimal karena dilaksanakan dengan teknik konseling. (sumber: KBRI Brunei Darussalam/ed.Yo2k)



Gedung KJRI Dubai

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA


APEC 2013


Formulir Paspor

next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan