Tentang KBRI Doha

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha, Negara Qatar didirikan pada tanggal 22 Juni 1999 dan dipimpin oleh Bpk. Eddy Satrio Suryodiningrat sebagai Kuasa Usaha Tetap dan sejak 12 Desember 2003 Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha, Negara Qatar dipimpin oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh.

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Qatar dimulai pada tahun 1976 dengan Qatar mendirikan Kedutaannya di Jakarta, Indonesia pada Nopember tahun 1997.

Umumnya, hubungan kedua negara berjalan dengan baik, dan telah diperbaiki dengan mengunjungi satu sama lain oleh para pemimpin parlemen masing-masing negara. Ketika Menteri Luar Negeri Indonesia, Dr. Nur Hassan Wirajuda mengunjungi Doha pada bulan April 2003, MOU mengenai komunikasi bilateral antara Kementerian Luar Negeri kedua negara ditandatangani.

Melalui forum internasional, kedua negara memiliki beberapa visi tentang beberapa isu-isu regional dan internasional dan berusaha untuk memperketat hubungan dengan mendukung satu sama lain untuk menjadi anggota dari organisasi internasional.

Dalam konteks politik, keberadaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha dibutuhkan sebagai jembatan komunikasi dan diplomasi antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah untuk mencari dukungan politik bagi keutuhan wilayah Indonesia.

Hubungan Indonesia dengan Qatar secara tradisional telah ditandai oleh tenaga terampil di sektor Minyak dan Gas, investasi di sektor sumber daya dan tingkat pertumbuhan perdagangan. Ekonomi Qatar dan negara-negara akreditasi potensi untuk berkembang. Kehadiran Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha memungkinkan pelaku usaha Indonesia dan Qatar untuk mengumpulkan informasi mengenai potensi ekonomi di kedua belah pihak.

Struktur organisasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha terdiri dari Kepala Perwakilan, bagian operasional untuk menangani politik, ekonomi, informasi dan sosial-budaya serta kekonsuleran dan bagian administrasi yang berfungsi sebagai unit pendukung.