Tentang Pelayanan Perwakilan

INFORMASI TENTANG KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA (KBRI) DI DILI, TIMOR-LESTE

         Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) ialah perwakilan resmi Pemerintah dan Negara Republik Indonesia di luar negari sebagaimana diatur dalam Konvensi Wina tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik dan Konvensi Wina tahun 1963 tentang Hubungan Konsuler. KBRI berkedudukan di ibukota negara.  Dengan demikian, KBRI di Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) berkedudukan di Dili.  

       Hari dan jam kerja KBRI-Dili adalah Senin-Jumat, 08.30-12.00 dan 12.30-17.00 waktu setempat. Namun demikian, dalam situasi darurat Pejabat dan Staf KBRI-Dili dapat memberikan pelayanan di luar waktu kerja resmi.

         ​Struktur Organisasi KBRI terd​iri dari: Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh; Kepala Kanselerai; Fungsi Politik; Fungsi Ekonomi dan Kerjasama Teknik; Fungsi Penerangan Sosial Budaya; Fungsi Konsuler dan Protokol; Pejabat Pelaksana Tugas Kantor Penghubung KBRI-Dili di Distrik Oecusse; Atase Imigrasi; Atase Kepolisian RI; Atase Pertahanan; Administrasi dan Keuangan; dan Komunikasi.

       Selain Kantor KBRI di Dili, terdapat Kantor Penghubung KBRI-Dili di Distrik Oecusse yang beralamat di Pante Makassar, Oecusse, nomor telepon (+670) 2530640 dan nomor Faksimili (+670) 2530639. Hari dan jam kerja Kantor Penghubung KBRI-Dili di Distrik Oecusse adalah Senin-Kamis, 08.30-12.00 dan 12.30-17.00 waktu setempat. Kantor Penghubung KBRI-Dili di Distrik Oecusse juga memberikan pelayanan kekonsuleran dan keimigrasian (sementara ini, khusus untuk pelayanan keimigrasian, permohonan yang diterima diteruskan kepada KBRI di Dili untuk proses penyelesaiannya). 

HAL-HAL YANG HARUS DISIAPKAN SEBELUM BERANGKAT KE TIMOR-LESTE

      Sebelum berangkat ke Timor-Leste, baik melalui perbatasan darat Motaain, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) atau Bandara Internasional Ngurah Rai di Denpasar, Bali, setiap orang perlu mempersiapkan beberapa hal guna menghindari terjadinya masalah ketika tiba di Timor-Leste. Hal-hal tersebut adalah :

  1. Memastikan keadaan fisik dalam kondisi yang baik dan sehat. Fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Timor-Leste masih sangat terbatas. Waspada  terhadap kemungkinan terjangkit penyakit malaria atau demam berdarah, apabila kondisi fisik kurang baik.
  2. Menyiapkan dan membawa dokumen perjalanan yang masih berlaku (Paspor RI) dan dokumen kependudukan lain (KTP, dll). Timor-Leste mengharuskan masa berlaku Paspor RI masih berlaku untuk minimal 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal keberangkatan.
  3. Menyiapkan kelengkapan dokumen-dokumen terkait permohonan Visa/Ijin untuk tinggal di Timor-Leste, sesuai dengan tujuan kunjungan di Timor-Leste (contoh: kunjungan keluarga/ bekerja/  belajar/ sosial budaya, olah raga, peliputan media). (**Lihat persyaratan pembuatan Visa/Ijin Kerja di Bab 4.2.)
  4. Menyiapkan uang tunai (Rupiah dan Dolar AS) untuk pembayaran Airport Tax (pada Bandara di Indonesia) dan Visa on Arrival ketika tiba di Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato Dili / Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Batugade (baca informasi tentang Visa di atas), serta biaya hidup selama berada di Timor-Leste. Timor-Leste mensyaratkan untuk memiliki uang tunai sebesar US$.100,00 (seratus Dolar AS) pada saat kedatangan, atau US$.50,00 (lima puluh dolar AS) untuk biaya hidup per hari di Timor-Leste. Di Timor-Leste tidak tersedia money changer jadi pastikan untuk memiliki uang tunai dalam bentuk Dolar Amerika Serikat. Kantor Cabang Bank Mandiri tersedia di Dili, namun kartu ATM Mandiri Indonesia tidak dapat digunakan pada mesin ATM Mandiri Dili. Kartu ATM dengan lambang Visa / Master Card hanya dapat mengambil uang pada mesin ATM Bank ANZ dengan biaya US$.5,00 (lima Dolar AS) untuk setiap penarikan.
  5. Memiliki kontak sponsor di Timor-Leste (pemberi kerja/ teman / kerabat) atau kontak Perwakilan RI di Timor-Leste.
  6. Apabila berniat untuk bekerja di Timor-Leste, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mensyaratkan kepada seluruh Tenaga Kerja Indonesia untuk membuat Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) pada Pos Pelayanan BNP2TKI yang juga tersedia di bandara-bandara internasional, seperti Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bali. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada sub-bab tentang KTKLN.

KEWAJIBAN WNI DI TIMOR-LESTE

  1. Melaporkan diri kepada KBRI-Dili tentang keberadaan dan kepergian di/dari Timor-Leste (baca 3.3.1. tentang Lapor Diri).
  2. Membuat Visa/Ijin Kerja atau Ijin Tinggal untuk Reuni Keluarga bagi WNI yang datang untuk tinggal bersama anggota keluarga (suami/istri/orang tua) yang berada di Timor-Leste.
  3. Menghormati dan mengikuti ketentuan hukum/peraturan perundang-undangan yang berlaku di Timor-Leste dan di Indonesia.
  4. Tidak ikut serta dalam kegiatan politik  praktis di Timor-Leste seperti berpartisipasi pada Pemilu Nasional Timor-Leste, atau berpartisipasi aktif di dalam salah satu partai politik dan atau kampanye politik.​

PELAYANAN TERHADAP WNI DAN BHI

         Selain mewakili kepentingan Pemerintah dan Negara Republik Indonesia secara resmi di Timor-Leste (Timor-Leste), KBRI-Dili juga memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) di Timor-Leste, terutama di bidang keimigrasian dan kekonsuleran.  Hari dan waktu pelayanan keimigrasian dan kekonsuleran adalah Senin-Jumat, 09.00-12.00 dan 14.00-17.00 waktu setempat. KBRI-Dili juga menyediakan layanan hotline kekonsuleran dan keimigrasian, yakni: (+670) 73755000.

PERHATIAN:   

Nomor hotline tersebut hanya untuk digunakan dalam situasi darurat saja. Sedangkan untuk meminta informasi atau menghubungi Pejabat KBRI tertentu, silahkan gunakan nomor telepon kantor (+670) 3317107.​