Sign In

PAS LINTAS BATAS (PLB)

Berdasarkan Arrangement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Democratic Republic of Timor-Leste on Traditional Border Crossings and Regulated Market (Arrangement 2003) yang ditandatangani pada Juni 2003, Pemerintah Indonesia dan Timor-Leste memberlakukan Pas Lintas Batas (PLB) bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan darat RI-TL.

PLB merupakan dokumen perjalanan yang berfungsi sebagai paspor (dan sekaligus Visa) bagi masyarakat yang tinggal menetap di wilayah perbatasan darat RI-TL. PLB berlaku selama 1 (satu) tahun, untuk beberapa kali perjalanan, dengan masa tinggal di Timor-Leste (bagi WNI) selama 10 (sepuluh) hari dan dapat diperpanjang sebanyak 2 (dua) kali atau untuk maksimal 30 (tiga puluh) hari. Apabila seseorang merupakan pemegang PLB, maka tidak lagi memerlukan Visa untuk melintasi perbatasan, namun wilayah berlakunya PLB hanya terbatas pada Kecamatan-kecamatan yang berbatasan langsung sebagaimana telah ditetapkan di dalam ketentuan Arrangement 2003. Sehingga tidak dibenarkan untuk menggunakan PLB untuk memasuki wilayah Timor-Leste di luar daerah yang telah ditetapkan.

Di Indonesia, PLB hanya diberikan kepada masyarakat yang tinggal menetap di Kecamatan: Rehat, Lamaknen, Tasifeto Timur, Tasifeto Barat, Kobalima (Kabupaten Belu); Insana, Miamafo Timur, Miamafo Barat, Insana Utara (Kabupaten Timur Tengah Utara); Amfoang Utara (Kabupaten Kupang); Alor Timur, Pantar dan Alor Barat Daya (Kabupaten Alor). PLB tersebut dapat digunakan untuk melintas ke daerah sub-distrik sebagai berikut di Timor-Leste:

  1. Distrik Bobonaro: Balibo, Maliana dan Lolotoi.
  2. Distrik Covalima: Suai Kota, Futululik, Fatumean dan Tilomar.
  3. Oecussi: Nitibe, Pante Makassar, Oesilo dan Passabe

Tujuan pemberian PLB adalah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat tradisional di perbatasan kedua negara untuk melakukan saling kunjung dan kegiatan tradisional lainnya, seperti upacara adat, kegiatan olah raga dan perdagangan tradisional.

Persyaratan untuk mendapatkan PLB adalah :

  1. Mengisi formulir dan kemudian dilegalisir oleh Kepala Desa setempat
  2. Akte Kelahiran/ surat baptis dari Gereja
  3. KTP
  4. Pas foto
  5. SKCK

PLB diajukan dan dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi setempat dimana PLB telah diberlakukan. PLB akan diberlakukan di 9 (sembilan) titik perlintasan sebagai berikut:

  1. Mota'ain – Batugade
  2. Haumusu C/Wini – Wini
  3. Metamauk - Salele
  4. Napan - Bobometo
  5. Haekesak/Turiskain - Tunubibi
  6. Builalo – Memo
  7. Haumeniana – Passabe
  8. Laktutus - Belulik Leten        
  9. Oepoli - Citrana

Namun hingga saat ini, PLB baru diberlakukan di 6 (enam) titik perlintasan yakni butir (1) hingga butir (6).