Visa di Timor-Leste

KETENTUAN TERKAIT VISA DI TIMOR-LESTE

Apabila  bermaksud untuk belajar/ melakukan penelitian ilmiah, olah raga, peliputan media / bekerja / tinggal secara permanen di Timor-Leste,  selanjutnya diharuskan untuk mengajukan permohonan Visa sesuai dengan tujuan kunjungan  di Timor-Leste kepada Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Timor-Leste dan Kantor Imigrasi Timor-Leste yang bertempat di Dili.

A.  JENIS VISA

Berdasarkan UU Timor-Leste No. 9 Tahun 2003 tentang Keimigrasian dan Suaka, Visa dibagi ke dalam beberapa jenis, sebagai berikut:

  1. Class I (Turis/Kunjungan Bisnis): Berlaku selama 30 hari dan dapat diperpanjang di Kantor Imigrasi Timor-Leste di Dili sampai dengan maksimal 90 hari. Untuk perpanjangan masa tinggal selama 30 hari dikenakan biaya sebesar US$.35,00 (tiga puluh lima Dolar AS) dan untuk masa tinggal selama 30-60 hari dikenakan biaya sebesar US$.75,00 (tujuh puluh lima Dolar AS).
  2. Class II (Transit): Berlaku selama 3 hari (72 jam) dengan biaya US$.20,00 (dua puluh Dolar AS) dan tidak dapat diperpanjang.
  3. Class III (Belajar): Permohonan harus diajukan sebelum keberangkatan ke Timor-Leste melalui Kantor Perwakilan Timor-Leste di Indonesia. Visa dapat diberikan untuk 1 (satu) kali atau beberapa kali perjalanan (masa tinggal maksimal yang diberikan adalah setahun) dan dikenakan biaya sebesar US$.40,00 (empat puluh Dolar AS).
  4. Class IV (Sosial-budaya / Olah raga/ Peliputan media): Permohonan harus diajukan sebelum keberangkatan ke Timor-Leste melalui Kantor Perwakilan Timor-Leste di Indonesia. Visa dapat diberikan untuk 1 (satu) kali atau beberapa kali perjalanan (maksimal masa berlaku Visa adalah setahun, dengan masa tinggal maksimal selama 180 hari) dan dikenakan biaya sebesar US$.40,00 (empat puluh Dolar AS).
  5. Ijin/Visa Kerja: Permohonan harus diajukan sebelum keberangkatan ke Timor-Leste melalui Kantor Perwakilan Timor-Leste di Indonesia. Ijin/Visa Kerja dapat diberikan untuk 1 (satu) kali atau beberapa kali perjalanan (sampai dengan maksimal masa tinggal setahun) dan dikenakan biaya sebesar US$.50,00 (lima puluh Dolar AS).
  6. Ijin Tinggal, dibagi menjadi Ijin Tinggal Sementara; Ijin Tinggal untuk Reuni Keluarga; dan Ijin Tinggal Permanen/Tetap, yakni: 
    • Ijin Tinggal Sementara (Visa to Establish Residence) dapat diberikan kepada orang asing yang bermaksud untuk bekerja secara independen atau sebagai pegawai dengan keahlian khusus. Permohonan harus diajukan sebelum keberangkatan ke Timor-Leste melalui Kedutaan Timor-Leste di Indonesia. Visa dapat diberikan untuk 1 (satu) kali atau beberapa kali perjalanan (sampai dengan maksimal masa tinggal setahun) dan dikenakan biaya sebesar US$.50,00 (lima puluh Dolar AS).
    • Visa/Ijin Tinggal untuk Reuni Keluarga hanya diberikan kepada suami/istri dan anak yang berada di bawah perwaliannya (berumur di bawah 18 tahun). Permohonan untuk pengajuan Visa/Ijin Tinggal untuk Reuni Keluarga diberikan untuk Sementara, dikenakan biaya US$.40,00 (empat puluh Dolar AS) dan untuk setiap perpanjangannya dikenakan biaya US$.25,00 (dua puluh lima Dolar AS), dan diajukan kepada Kantor Imigrasi Timor-Leste di Dili.
    • Visa/Ijin Tinggal Permanen/ Tetap dapat diberikan apabila  telah tinggal/berdomisili di Timor-Leste selama 12 tahun secara terus-menerus dan tidak memiliki catatan kriminal. Apabila  telah mendapatkan Visa/Ijin Tinggal Permanen/Tetap ini,  dapat tinggal di Timor-Leste tanpa batasan waktu, namun kartu Ijinnya harus diperbaharui setiap 5 tahun sekali. Biaya yang dikenakan adalah sebesar US$.100,00 (seratus Dolar AS) dan untuk setiap perpanjangannya dikenakan biaya sebesar US$.25,00 (dua puluh lima Dolar AS).
  7. Ijin Tinggal Khusus (Special Stay): Diberikan kepada staf NGO Internasional/ program kerjasama dengan ​Pemerintah Timor-Leste, permohonan diajukan kepada Sekretaris Negara Bidang Keamanan Timor-Leste. Masa berlaku Ijin Tinggal Khusus biasanya disesuaikan dengan masa tugas/ kontrak yang bersangkutan di Timor-Leste.

B.  VISA/IJIN KERJA

Berdasarkan UU Timor-Leste No. 9 Tahun 2003 tentang Keimigrasian dan Suaka, setiap WNI yang akan bekerja atau melakukan kegiatan komersial lainnya di Timor-Leste diharuskan untuk memiliki Visa/ Ijin Kerja yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Timor-Leste.

Pengajuan permohonan Visa/ Ijin Kerja dapat dilakukan oleh masing-masing individu atau oleh Perusahaan yang mempekerjakan WNI dimaksud.

Kantor dinas Ketenagakerjaan Timor-Leste/ SEPFOPE akan melakukan proses pemeriksaan terhadap setiap permohonan Ijin Kerja, sebagai berikut:

  1. SEPFOPE melakukan peninjauan terhadap Perusahaan/ tempat kerja pemohon
  2. Perusahaan/tempat kerja  yang bertindak sebagai sponsor  dari  pemohon hadir di Kantor SEPFOPE untuk wawancara.
  3. Perusahaan tempat bekerja mematuhi UU dan Regulasi terkait TKA(Tenaga Kerja Asing).
  4. Pemohon perlu melengkapi persyaratan dokumen yang diterntukan.

    Dokumen terkait Individu Pemohon :
  1. Photocopy Paspor.
  2. Ijazah atau pengalaman kerja (CV).
  3. Lampiran Ijin pertama masuk dan Ijin terakhir.
  4. Surat kelakuan Baik/Catatan Kepolisian (SKCK).
  5. Surat Keterangan dokter.
  6. Surat Kontrak Kerja.
  7. Pernyataan Pemohon akan mentaati UU.
  8. Pernyataan Pemohon sebagai TKA yang siap mengalihkan keahliannya (skill) kepada pekerja lokal.
  9. Surat Keterangan Domisili dari Kepala kampung/Desa.

    Dokumen terkait Perusahaan :
  1. ADRT yang disahkan Notaris dari Kementerian Kehakiman/Statuto, 
  2. Surat  Ijin Usaha.
  3. Surat  Utang Piutang dari Kantor Pajak Timor-Leste.
  4. Surat TIN perusahaan/NPWP.
  5. Surat Pernyataan Perusahaan bersedia mempekerjakan pekerja lokal.
  6. Kontrak atau pernyataan menyewa tempat perusahaan.

    Semua dokumen di atas diserahkan kepada Direktur Konsuler pada Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Timor-Leste.

    Pemerintah RDTL dapat membatalkan permohonan bila WNA tidak mentaati UU dan peraturan Pemerintah Timor-Leste.

    Untuk mendapatkan Ijin Kerja, Pemohon yang sudah mendapatkan persetujuan Ijin Kerja, harus keluar dulu untuk mendapatkan konfirmasi Ijin Kerja dari pihak Imigrasi di Bandara atau Perbatasan. 
​  B.1.  JENIS PEKERJAAN YANG DILARANG DILAKUKAN OLEH WARGANEGARA ASING

Berdasarkan ketentuan dalam Perintah Kerja No.36/SEFOPE-GSE/XII/2008, Pemerintah Timor-Leste memberlakukan pembatasan terhadap beberapa jenis pekerjaan yang dilarang untuk dikerjakan oleh warganegara asing guna melindungi hak kerja bagi pekerja lokal, yakni:

    1. Pelayan di bar, restoran dan hotel;
    2. Sopir (angkot, taksi, mikrolet, bis dan truk), kecuali truk besar 8 axis;
    3. Resepsionis;
    4. Pembantu rumah tangga;
    5. Anggota keamanan;
    6. Kasir untuk kegiatan perdagangan;
    7. Pelayan kegiatan perdagangan;
    8. Pengawas gedung;
    9. Pembantu untuk segala jenis kegiatan konstruksi;
    10. Petugas cleaning service;
    11. Tukang kebun;
    12. Pedagang eceran.

  B.2.  KETENTUAN TENTANG PELANGGARAN KEIMIGRASIAN DI TIMOR-LESTE

​Berdasarkan Pasal 118 UU No. 9 Tahun 2003 tentang Keimigrasian dan Suaka, setiap warganegara asing yang tidak memiliki Visa/Ijin Kerja atau Ijin Tinggal, melakukan aktivitas professional, menerima uang atau bekerja untuk diri sendiri, akan dikenakan denda sebesar US$.250,00 (dua ratus lima puluh Dolar AS) sampai dengan US$.1000,00 (seribu Dolar AS).

Sedangkan bagi perusahaan atau orang yang mempekerjakan warganegara asing yang tidak memiliki Visa/Ijin Kerja atau Ijin Tinggal, berdasarkan Pasal 119 UU No. 9 Tahun 2003 tentang Keimigrasian dan Suaka, akan dikenakan denda sebesar US$.500,00 (lima ratus Dolar AS) sampai dengan US$.2000,00 (dua ribu Dolar AS) per orang.

Berdasarkan Pasal 117 UU No. 9 Tahun 2003 tentang Keimigrasian dan Suaka, Perusahaan Transportasi Darat atau Penerbangan (carrier) yang membawa warganegara asing masuk ke wilayah Timor-Leste tanpa ijin resmi, akan dikenakan denda sebesar US$.750,00 (tujuh ratus lima puluh Dolar AS) sampai dengan US$.1500,00 (seribu lima ratus Dolar AS) per orang.

Pasal 116 UU No. 9 Tahun 2003 tentang Keimigrasian dan Suaka, mengatur mengenai pidana denda bagi keterlambatan dalam perpanjangan Visa  (over stayer):

    1. US$.70,00 (tujuh puluh Dolar AS) s/d US$.150,00 (seratus lima puluh Dolar AS), apabila keterlambatan tidak lebih dari 30 hari;
    2. US$.150,00 (seratus lima puluh Dolar AS) s/d US$.270,00 (dua ratus tujuh puluh Dolar AS), apabila keterlambatan lebih dari 30 hari, tapi kurang dari 90 hari;
    3. US$.270,00 (dua ratus tujuh puluh Dolar AS) s/d US$.500,00 (lima ratus Dolar AS), apabila keterlambatan lebih dari 90 hari.​