KBRI-Dili selenggarakan Charity Bazaar 2011 untuk bantu masyarakat Timor-Leste

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KBRI-DIli selenggarakan Charity Bazaar dan Promosi 2011 di Dili, Timor Leste (28/06) yang berhasil menarik sekitar 2.000 Pengunjung dari pejabat Pemerintah TL, korps diplomatik, pejabat-pejabat Organisasi Internasional, pengusaha Indonesia dan Timor-Leste, serta masyarakat umum lainnya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh KBRI Dili bekerjasama dengan pengusaha dan masyarakat kedua negara di Dili.

Charity Bazaar 2011 dibuka secara resmi oleh Maria Domingas Alves, Menteri Solidaritas Sosial Timor Leste. Ia menyampaikan penghargaan atas penyelenggaraan bazaar tersebut untuk membantu masyarakat Timor-Leste yang kurang beruntung dan mempererat hubungan persahabatan dan budaya kedua negara.

Charity Bazaar 2011 dimaksudkan menjadi wadah untuk berbagi kesejahteraan melalui penggalangan dana dari penjualan tiket dan lelang. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan / mengisi secara nyata kerjasama dan persaudaraan antar masyarakat dari kedua negara, sekaligus memberikan perhatian terhadap masalah-masalah sosial–kemanusiaan” jelas Eddy Setiabudhi, Dubes RI di Dili.

Seluruh hasil yang diperoleh dari kegiatan Charity Bazaar dan Promosi Indonesia 2011 ini akan disumbangkan kepada panti asuhan dan lembaga kemanusiaan di Timor-Leste. Kegiatan Charity Bazaar telah terkumpul dana lebih dari US$. 30,000.- (tiga puluh ribu US$).

Selain untuk penggalangan dana, Charity Bazaar ini merupakan momentum untuk mempromosikan Indonesia secara terpadu di bidang ekonomi-perdagangan, pariwisata, pendidikan dan sosial-budaya. Kegiatan menampilkan berbagai produk khas Indonesia, seperti batik, kerajinan tangan, kelom geulis, produk dari kerang (Cirebon), pakaian dan aksesoris, berbagai macam kuliner Indonesia serta bermacam produk dan jasa pelayanan dari berbagai badan usaha / entitas bisnis Indonesia di Timor-Leste.

Selain itu juga ditampilkan musik dan seni tari, baik dari Indonesia maupun Timor-Leste, termasuk penampilan dari pasangan tuna netra Nenden dan Hendra yg pd th 1990-an tergabung dalam Sparkle Band, angklung interactive dari Saung Angklung Udjo, kelompok musik penyandang cacat dari Yayasan Ahisaun dan East Timor Blind Union, kelompok Angklung SD Farol dan SMA Santo Joseph, tari Timor-Leste, tari Sabung, tari Merak, tari Saman dari Aceh.

Kegiatan Charity Bazaar tersebut diharapkan dapat menunjang upaya peningkatan dan pemeliharaan citra positif Indonesia di Timor-Leste, sekaligus meningkatkan hubungan baik dan persahabatan. Disamping itu, kegiatan tersebut bermanfaat untuk meningkatkan people to people contact yg telah terjalin di antara masyarakat kedua negara, sesuai dengan Rencana Aksi Rekomendasi Laporan Akhir Komisi Kebenaran dan Persahabatan Indonesia – Timor-Leste.