KBRI-Dili Sumbang Peralatan Angklung kepada SMA Santo Joseph

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 5 Mei 2010, KBRI-Dili telah menyerahkan sumbangan satu set peralatan angklung kepada SMA Santo Joseph, yang diterima oleh Kepala Sekolah SMA Santo Joseph, Romo Eduard Ratu Dopo. Acara serah terima dilaksanakan di aula SMA Santo Joseph, dihadiri oleh sekitar 50 siswa-siswi dan guru-guru. Kepala Sekolah SMA Santo Joseph, Romo Eduard Ratu Dopo menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Duta Besar RI Eddy Setiabudhi yang telah memberikan bantuan peralatan angklung kepada SMA Santo Joseph. Menurutnya, salah satu ciri khas siswa-siswi di Timor-Leste adalah mereka memiliki minat dan kegemaran terhadap aktifitas di bidang seni-budaya, termasuk seni-musik. Dengan tersedianya satu set lengkap peralatan angklung di SMA Santo Joseph, Romo Eduard mengharapkan kelompok angklung yang telah ada ataupun siswa-siswi lain yang berminat agar lebih meningkatkan frekuensi berlatih. Sebelumnya, kelompok angklung SMA Santo Joseph pernah tampil pada acara pagelaran budaya di Dili, antara lain, pada acara resepsi di Kementerian Luar Negeri RDTL seusai Pertemuan Konsultasi Ketiga Tingkat Pejabat Senior RI-RDTL dalam rangka Implementasi Rekomendasi Laporan Akhir KKP. Kelompok ini juga berpartisipasi pada acara temu budaya sewaktu kunjungan Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI bulan Pebruari 2010 yang lalu. Sejak bulan Juli 2009, paling tidak sudah ada dua kelompok angklung yang aktif berlatih di KBRI-Dili, yaitu kelompok siswa-siswi SMA Santo Joseph sejumlah 30 orang, dan siswa - siswi SD Farol sejumlah 32 orang. Pimpinan sekolah memberikan kesempatan kepada siswa-siswi yang berlatih angklung, dan memasukkan angklung sebagai bagian dari pelajaran ekstra-kulikuler di bidang seni musik. Saat ini, kedua kelompok angklung tersebut, baik SMA Santo Joseph maupun SD Farol telah memiliki sendiri peralatan angklung di sekolah masing-masing. KBRI-Dili juga telah memberikan sumbangan satu set peralatan angklung kepada SD Farol pada bulan Maret 2010. Dalam rangka lebih meningkatkan kemampuan kelompok angklung yang sudah ada dan dalam rangka membina / melatih peminat baru, KBRI-Dili akan mendatangkan kembali pelatih angklung dari Saung Angklung Udjo, Bandung pada bulan Mei 2010. Kehadiran tenaga pelatih angklung di KBRI-Dili diharapkan dapat semakin memperluas keikutsertaan baik dari kalangan pelajar maupun masyarakat umum. Sebelumnya, KBRI-Dili, selama dua bulan yaitu Juli-Agustus 2009, mendatangkan / mengkontrak tenaga pelatih, yaitu Sdr. Abun Somawijaya (dosen Sekolah Tingi Seni Indonesia Bandung) untuk memberikan pelatihan kesenian angklung kepada pelajar dan masyarakat umum di Timor-Leste. Kegiatan kesenian angklung di Dili, Timor-Lesta tersebut merupakan bagian dari kegiatan untuk mempromosikan seni-budaya Indonesia. Selain untuk meningkatkan jalinan persahabatan dan keakraban terhadap Indonesia di kalangan pelajar dan masyarakat umum, kegiatan tersebut juga dinilai bermanfaat dan menghibur oleh berbagai kalangan masyarakat Timor-Leste.