Peringatan Hari HIV AIDS Sedunia di Dili

12/2/2014

 

?Pada tanggal 1 Desember 2014, Komisi Penanggulangan HIV AIDS Timor-Leste menggelar acara peringatan Hari HIV AIDS sedunia. Acara yang digelar di Dili Convention Center tersebut antara lain dihadiri oleh Dubes RI Dili, M. Primanto Hendrasmoro, Ibu Negara Timor-Leste, Mrs. Isabel da Costa Ferreira, UN Residence Representative di Timor-Leste, Mr. Knut Otsby, Wakil Menteri Pendidikan Bidang Sekolah Dasar Mrs. Dulce de Jesus Soares, Ketua Komisi F Parlemen Nasional Timor-Leste, Mr. Virgilio Hornai, Administrator Distrik dan Sub Distrik di kota Dili, Korps Diplomatik, para perwakilan pelajar dari SMP dan SMA di kota Dili serta undangan lainnya. Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Ibu Negara Timor-Leste, Mrs. Isabel da Costa Ferreira.

Dubes RI Dili, M.Primanto Hendrasmoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa masalah HIV AIDS adalah persoalan global yang sangat membutuhkan penanggulangan dan penangganan secara serius. Isu utama dalam upaya pencegahan HIV AIDS adalah menurunkan privalensi HIV AIDS itu sendiri, namun dilain pihak eliminasi terhadap stigmatisasi kepada para penderita HIV AIDS perlu untuk terus ditingkatkan. Upaya untuk penangganan dan pencegahan HIV AIDS merupakan suatu usaha yang harus dilakukan secara bersama, terbuka dan akuntable. Dubes RI Dili juga menyampaikan mengenai upaya penangganan terhadap virus HIV AIDS di Indonesia, bahwa secara umum epidemik HIV AIDS di Indonesia merupakan epidemik yang terkonsentrasi. Dalam rangka untuk menyesuaikan terhadap semakin maraknya epidemik dimaksud, penting untuk terus memantau kecenderungan dalam HIV AIDS.
 

Pada kesempatan tersebut, Dubes RI Dili juga menyampaikan data-data kasus HIV AIDS yang tercatat di Kementerian Kesehatan RI yang ditemukan sejak tahun 1987 sampai bulan September 2014 tercatat 150,296.00 (seratus lima puluh ribu dua ratus sembilan puluh enam) orang yang telah infeksi HIV AIDS, yang diantaranya 55,799.00 telah pada tahap AIDS. Dubes RI Dili menambahkan bahwa Indonesia telah mendirikan Komisi Penanggulangan HIV AIDS. Pada tahun 2006 yang dituangkan dalam keputusan Presiden RI No.75/2006. Komisi tersebut diberikan mandat sepenuhnya melakukan pencegahan terhadap penularan HIV AIDS secara terpadu dan terkoordinasi. Pada tahun 2006 Komisi Penanggulangan HIV AIDS memperkuat mandatnya dengan membuka komisi di berbagai wilayah pada 115 kabupaten anggota dan pada tahun 2007, upaya itu diperluas mencakup 33 propinsi di Indonesia. Pengembangan kebijakan juga dimaksudkan untuk memfasilitasi pencegahan, perawatan dukungan dan pengobatan.

Pada kesempatan tersebut, Dubes RI Dili juga menyampaikan bahwa dalam rangka melakukan pencegahan terhadap penularan virus HIV AIDS, Pemerintah TL dan Indonesia melalui Komisi Penanggulangan HIV AIDS (KPA) Indonesia dan TL juga telah melakukan kesepakatan kerjasama. Diharapkan kerjasama kedua lembaga, dapat terus meningkat dan dapat menyusun program-program baru terkait dengan penangganan dan pencegahan HIV AIDS antara kedua negara. Pada kesempatan tersebut Dubes RI Dili juga menyampaikan selamat kepada KPA Timor-Leste yang telah banyak melakukan berbagai upaya, dan diharapkan upaya-upaya dimaksud mendapat dukungan baik dari Pemerintah maupun dari seluruh pihak lainnya di TL dalam melakukan penangganan dan pencegahan terhadap penularan HIV AIDS khususnya pada masyarakat di perbatasan kedua negara. Pemerintah Indonesia berkomitmen tinggi untuk terus memberikan dukungan bagi pelaksanaan program-program pencegahan dan penangganan HIV AIDS berdasarkan pada hubungan baik antara Indonesia dan Timor-Leste. Terlampir disampaikan dokumentasi foto-foto peringatan hari HIV AIDS sedunia dimaksud. (Sumber KBRI Dili).?