Lapor Diri

11/22/2014

 
(1)     Setiap WNI yang berada di luar negeri baik dalam rangka kunjungan sementara atau menetap di luar negeri WAJIB melaporkan diri kepada Perwakilan RI terdekat.
(2)     Bagi WNI yang pindah dan menetap di Timor-Leste atau meninggalkan tanah air untuk jangka waktu 1 (satu) tahun berturut-turut atau lebih dari 1 (satu) tahun wajib melaporkan kepada KBRI-Dili, melalui Loket Pelayanan Kekonsuleran, paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak kedatangan  (Pasal 18 ayat 1 dan 3 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan).
(3)     Sebaliknya, ketika akan meninggalkan Timor-Leste untuk selamanya,  juga DIWAJIBKAN untuk datang dan melapor diri ke KBRI-Dili melalui Loket Pelayanan Kekonsuleran. 
(4)     Persyaratannya adalah membawa Paspor RI yang asli lalu mengisi formulir data diri disertai fotokopi paspor 1 (satu) lembar dan pasfoto berwarna yang terbaru, berukuran 3x4 sebanyak 1 (satu) lembar.
(5)     Sanksi bagi WNI yang tidak melaporkan diri, seperti tercantum dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 Pasal 89, yakni:
a.      Setiap penduduk dikenai sanksi administratif berupa denda apabila melampaui batas waktu pelaporan.
b.      Denda administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terhadap Penduduk Warga Negara Indonesia paling banyak Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah).
Pelayanan lapor diri tidak dipunggut biaya / GRATIS.
Kegunaan Lapor Diri adalah agar Perwakilan RI di luar negeri/ KBRI-Dili dapat mencatat/ mengetahui keberadaan WNI di luar negeri/ Timor-Leste.  Di samping  telah tercatat dalam basis data yang ada, KBRI-Dili juga akan lebih mudah memberikan bantuan jika  seorang WNI mengalami masalah selama berada di Timor-Leste.

?