PUSAT KEBUDAYAAN INDONESIA-DILI SELENGGARAKAN PELATIHAN KOMPUTER

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tangal 10 Agustus 2010, KBRI-Dili telah menutup secara resmi kegiatan penyelenggaraan pelatihan komputer angkatan ke-8 yang berlangsung di Pusat Kebudayaan Indonesia (PBI), yang berlokasi di Jalan Belarmino Lobo No. 8 Dili. Pelatihan yang dimulai sejak 9 Juli 2010 tersebut, diikuti oleh sebanyak 46 peserta, yang keseluruhannya telah menyelesaikan ujian teori dan praktek dengan hasil yang baik. Peserta pelatihan umumnya berasal dari mahasiswa dan pelajar SMU. Pelatihan komputer tersebut berlangsung selama 15 sesi latihan dengan frekuensi 3 kali seminggu. Materi pelatihan yg diberikan, yaitu pengenalan komputer, Microsoft Word 2007 dan Microsoft Excel 2007. Minat peserta pelatihan pada setiap angkatan cenderung meningkat, khususnya dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Sewaktu KBRI membuka pendaftaran untuk peserta baru pelatihan angkatan ke-9 pada tanggal 9 Agustus 2010, dalam sehari saja, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 75 orang. Namun, mengingat tempat / ruang pelatihan yang terbatas, KBRI akan memprioritaskan 50 peserta yang terlebih dahulu mendaftar dan sisanya akan diikutsertakan pada pelatihan angkatan berikutnya. Meskipun pelatihan yang diselenggarakan KBRI-Dili di PBI-Dili diberikan secara gratis, namun para peserta pelatihan diwajibkan untuk mengikuti materi pelatihan dengan disiplin dan serius. Para peserta pada umumnya menilai keterampilan yang diperoleh dari pelatihan tersebut akan bermanfaat bagi mereka dalam memenuhi tugas perkuliahan, seperti penulisan makalah dan tugas-tugas lainnya di sekolah, disamping juga dapat dijadikan sebagai bekal untuk mencari pekerjaan. Sejauh ini, kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan di PBI antara lain berupa perpustakaan, pelatihan bahasa Indonesia, pelatihan komputer dan pemutaran film-film Indonesia. Pengunjung perpustakaan PBI setiap harinya tercatat mencapai sekitar 50 orang. Harapan ke depan, sejalan dengan rencana pengembangan PBI, kegiatan-kegiatan di PBI terus dapat dikembangkan dan ditambah lagi dengan berbagai kegiatan lain yang bermanfaat, khususnya untuk dapat mempererat dan meningkatkan “people to people contact” Indonesia – Timor-Leste.