Laskar Pelangi Diputar di SMA Santo Joseph-Dili, Timor-Leste

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Film tersebut berkisah tentang kalangan pinggiran, tentang perjuangan hidup menggapai cita-cita yang mengharukan dan indahnya pesahabatan. Film ini sejatinya menceritakan perjuangan 10 anak didik dan guru Muslimah untuk mempertahankan Sekolah Dasar Muhammadiyah Gantong di Belitung. Perjuangan dan usaha yang tidak sedikit, agar sekolah tersebut bisa bertahan. Dengan gaji yang sekadarnya dan sering tertunggak, sang guru dan kepala sekolah tetap tidak menyerah. Film Laskar Pelangi mendapat banyak pujian, antara lain dari kepala sekolah, guru dan siswa-siswi. Kepala Sekolah SMA Santo Joseph, Mr. Eduard Ratu Dopo menyampaikan penghargaan karena memberikan hiburan mendidik kepada para siswa di Santo Joseph. Menurutnya, film Laskar Pelangi tersebut sangat menyentuh dan memberikan pelajaran yang baik bagi generasi muda. Kisah yang difilmkan tersebut memberikan motivasi yang bagus bagi generasi muda agar tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup. Sinta Marques, salah seorang guru di Santo Joseph menyatakan kekagumannya atas film yang disutradarai oleh Riri Riza tersebut. Film tersebut, selain memberi pesan-pesan pendidikan dan mengajarkan bahwa cita-cita harus diperjuangkan, juga sangat baik dalam menggambarkan keindahan alam pulau belitung. Sementara itu, siswa-siswi SMA Santo Joseph memperlihatkan antusias mereka menyaksikan film yang sarat dengan kisah haru dan humor yang menggelitik. Mereka juga mengharapkan KBRI-Dili di masa mendatang dapat memutar film-film serupa di sekolah di sekolah mereka. Ketertarikan masyarakat / generasi muda Timor-Leste terhadap seni – budaya Indonesia, termasuk film / sinetron dan seni – musik Indonesia cukup besar. Pandangan positif dari sebagian besar masyarakat Timor-Leste terhadap meningkatnya “people to people contact” dan kerjasama antara kedua negara di berbagai bidang, termasuk di bidang seni–budaya.