50 Peserta Ikuti Pelatihan Komputer di Pusat Kebudayaan Indonesia Dili, Timor-Leste

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan teknologi, khususnya dalam mengoperasikan komputer diperlukan pelatihan. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh KBRI-Dili adalah pelatihan keterampilan dasar komputer di Pusat Kebudayaan Indonesia (PBI), Jalan Belarmino Lobo, Dili, Timor-Leste. Keterampilan yang diperoleh oleh peserta dari pelatihan tersebut bermanfaat, bukan saja untuk menunjang tugas-tugas di sekolah atau perkuliahan, namun juga dapat digunakan sebagai bekal untuk mencari pekerjaan. Fasilitas komputer di PBI, termasuk perpustakaan, modul pelatihan, dan tenaga pengajar yang kompeten merupakan unsur penting bagi terlaksananya pelatihan tersebut. Pada tanggal 8 Maret 2010, KBRI-Dili telah memulai pelatihan keterampilan komputer angkatan ke-5 di Pusat Kebudayaan Indonesia (PBI) Dili. Pelatihan tersebut diikuti oleh sebanyak 50 orang peserta, antara lain mahasiswa, pelajar SMU dan masyarakat umum Timor-Leste. Minat peserta untuk mengikuti pelatihan tersebut cukup besar, tercatat yang mendaftar mencapai 86 orang. Materi pelatihan komputer yang diberikan adalah pengenalan komputer, Microsoft Word dan Microsoft Excell. Pelatihan komputer tersebut akan berlangsung selama 15 kali sesi latihan, dengan frekuensi 3 kali seminggu yaitu Senin, Rabu dan Jumat. Laurenço Gusmáo, mahasiswa Universitas Dili, merasa senang dapat berpartisipasi dalam pelatihan komputer gratis yang diselenggarakan oleh KBRI-Dili. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat positif karena telah memberikan kesempatan luas bagi warga masyarakat untuk bisa memperoleh keterampilan yang bermanfaat. Laurenço, yang sebelumnya pernah mengikuti kursus komputer, berminat berpartisipasi untuk lebih meningkatkan kemampuannya di bidang penguasaan teknologi informasi ini. Laurenço menambahkan bahwa fasilitas yang disediakan PBI, seperti komputer, modul pelatihan dan buku-buku perpustakaan sangat membantunya dalam mengikuti pelajaran dan praktek, namun dia juga mengharapkan agar KBRI-Dili dapat menambah sarana komputer dan memperpanjang waktu pelatihan.