Surat Keterangan

KBRI dapat menerbitkan Surat Keterangan untuk berbagai keperluan yang akan digunakan baik di Indonesia maupun di Bangladesh atau Nepal. Jenis-jenis Surat Keterangan yang diterbitkan oleh KBRI adalah sebagai berikut:

A. Surat Keterangan Nikah
Bagi WNI yang telah melangsungkan pernikahannya di Bangladesh maupun Nepal dan hendak mendaftarkan pernikahannya di Indonesia, KBRI akan menerbitkan Surat Keterangan Nikah yang diperlukan dalam proses pendaftaran pernikahan tersebut. Persyaratan dokumen untuk pengurusannya adalah sebagai berikut:

  1. Salinan Akta Nikah yang dikeluarkan oleh pihak berwenang;

  2. Salinan paspor masing-masing suami dan isteri;

  3. Salinan salah satu dari dokumen berikut ini:

    • Kartu Identitas;

    • Surat Bukti Domisili

  4. Mengisi formulir pendaftaran diri bagi yang belum terdaftar di KBRI Dhaka (formulir dapat diunduh di sini);

  5. Membayar biaya penerbitan Surat Keterangan Nikah sebesar BDT 405


B. Surat Keterangan Status Sipil

Surat Keterangan Status Sipil adalah surat yang menerangkan dan menyatakan status perkawinan seseorang (lajang/ kawin/ duda/ janda) yang dibutuhkan sebagai prasyarat untuk melangsungkan pernikahan di Bangladesh maupun Nepal. Persyaratan dokumen untuk pengurusannya adalah sebagai berikut:

  1. Surat Keterangan Status Perkawinan yang diterbitkan oleh KUA atau Catatan Sipil di Indonesia tidak lebih dari 6 (enam) bulan dan telah dilegalisasi oleh Kementerian Hukum dan HAM RI dan Kementerian Luar Negeri RI )*;

  2. Salinan paspor masing-masing pemohon dan pasangan;

  3. Salinan salah satu dari dokumen berikut ini:

    • Kartu Identitas / Izin Tinggal Bangladesh atau Nepal;

    • Surat Bukti Domisili

  4. Salinan salah satu dari dokumen berikut ini (jika diperlukan):

    • Akta Perceraian bagi yang telah bercerai;

    • Akta Kematian pasangan apabila pasangan sebelumnya telah meninggal.

  5. Mengisi formulir pendaftaran diri bagi yang belum terdaftar di KBRI Dhaka (formulir dapat diunduh di sini);

  6. Membayar biaya penerbitan Surat Keterangan Status Sipil sebesar BDT 405


Catatan:

* Apabila Surat Keterangan Status Perkawinan dari KUA/Catatan Sipil Indonesia tidak dapat diperoleh karena alasan domisili di Bangladesh maupun Nepal, maka surat tersebut dapat diganti dengan Akta/Surat Pernyataan yang dibuat di depan notaris di Bangladesh maupun Nepal dan kemudian dilegalisasi oleh Kanselerai Dhaka atau Kanselerai.


C. Surat Keterangan Perceraian

Surat Keterangan Perceraian adalah bukti pencatatan perceraian WNI di Bangladesh mapun Nepal yang diterbitkan oleh KBRI. Persyaratan dokumen untuk pengurusannya adalah sebagai berikut:

  1. Salinan Akta Perceraian; 

  2. Salinan Akta Perkawinan;

  3. Salinan Paspor pemohon;

  4. Salinan salah satu dari dokumen berikut ini:

    • Kartu Identitas / Izin Tinggal Bangladesh atau Nepal;

    • Surat Bukti Domisili

  5. Mengisi formulir pendaftaran diri bagi yang belum terdaftar di KBRI Dhaka (formulir dapat diunduh di sini);

  6. Membayar biaya penerbitan Surat Keterangan Perceraian sebesar BDT 405


D. Surat Keterangan Kelahiran

KBRI menerbitkan surat keterangan ini bagi anak WNI maupun pemegang status  warga negara ganda yang lahir di Bangladesh maupun Nepal, yang diperlukan untuk mendaftarkan kelahiran tersebut di Kantor Catatan Sipil di Indonesia. Persyaratan pembuatan Surat Keterangan Kelahiran adalah sebagai berikut:

  1. Akta Kelahiran anak, asli dan salinannya;

  2. Foto anak 1 (satu) lembar, berwarna ukuran 4×6 cm;

  3. Salinan paspor ayah dan ibu dari anak;

  4. Akta nikah orangtua, asli dan salinannya;

  5. Salinan salah satu dari dokumen berikut ini:

    • Kartu Identitas / Izin Tinggal Bangladesh atau Nepal;

    • Surat Bukti Domisili

  6. Mengisi formulir pendaftaran diri bagi yang belum terdaftar di KBRI Dhaka (formulir dapat diunduh di sini);

  7. Membayar biaya penerbitan Surat Keterangan Kelahiran sebesar BDT 405


E. Surat Keterangan Kematian

Surat Keterangan Kematian adalah bukti pencatatan kematian WNI di luar negeri yang diterbitkan oleh Perwakilan Republik Indonesia di negara tempat peristiwa kematian terjadi. Persyaratan pembuatan Surat Keterangan Kematian adalah sebagai berikut:

  1. Salinan akta kematian yang diterbitkan oleh otoritas Bangladesh atau Nepal;

  2. Paspor asli almarhum/ almarhumah;

  3. Salinan kartu identitas almarhum/ almarhumah;

  4. Pembuatan Surat Keterangan Kematian tidak dipungut biaya.


F. Surat Keterangan Jenazah/ Abu Jenazah

KBRI menerbitkan Surat Keterangan Jenazah/ Abu Jenazah yang diperlukan untuk pengurusan jenazah atau abu jenazah yang akan dimakamkan di Indonesia. Persyaratan pembuatan Surat Keterangan Jenazah/ Abu Jenazah adalah sebagai berikut:

  1. Salinan akta kematian yang diterbitkan oleh otoritas Bnagladesh atau Nepal;

  2. Surat Keterangan dari Rumah Sakit, yang menerangkan bahwa jenazah almarhum/almarhumah bebas dari penyakit menular;

  3. Paspor asli almarhum/ almarhumah;

  4. Salinan kartu identitas almarhum/ almarhumah;

  5. Pembuatan Surat Keterangan Jenazah/ Abu Jenazah tidak dipungut biaya.


G. Surat Keterangan Pindah

Berdasarkan Pasal 3 (tiga) huruf d Peraturan Menteri Keuangan nomor: 28/PMK.04/2008 tentang Pembebasan Bea Masuk atas Impor Bahan Pindahan, pembebasan Bea Masuk diberikan kepada warga negara Indonesia yang karena pekerjaannya pindah dan berdiam di luar negeri paling singkat 1 (satu) tahun secara terus menerus, yang dibuktikan dengan surat keterangan pindah dan rincian barang yang telah ditandaskan oleh perwakilan Republik Indonesia di negara yang bersangkutan.

Persyaratan pembuatan Surat Keterangan Pindah adalah sebagai berikut:

  1. Melampirkan daftar barang pindahan dari perusahaan pemindah;

  2. Paspor asli;

  3. Membayar biaya penerbitan Surat Keterangan Pindah sebesar BDT 405.


H. Surat Keterangan Terjemahan Surat Izin Mengemudi Indonesia

Surat keterangan ini dikeluarkan KBRI untuk pengurusan SIM di Bnagladesh maupun Nepal. Persyaratan pembuatan Surat Keterangan Terjemahan SIM Indonesia tersebut adalah sebagai berikut: 

  1. Salinan SIM Indonesia yang masih berlaku;

  2. Salinan paspor pemohon;

  3. Salinan salah satu dari dokumen berikut ini:

    • Kartu Identitas / Izin Tinggal Bangladesh atau Nepal

    • Surat Bukti Domisili

  4. Mengisi formulir pendaftaran diri bagi yang belum terdaftar di KBRI Dhaka (formulir dapat diunduh di sini);

  5. Membayar biaya penerbitan Surat Keterangan Terjemahan SIM Indonesia sebesar BDT 405


I. Surat Keterangan Nama

Surat Keterangan Nama diterbitkan oleh KBRI dalam rangka menjelaskan sistem penamaan yang lazim berlaku di Indonesia dan ketentuan mengenai perubahan nama. Surat keterangan ini lazim dibutuhkan dalam proses pengurusan ke catatan sipil di Bangladesh maupun Nepal. Persyaratan pembuatan Surat Keterangan Nama adalah sebagai berikut:

  1. Salinan paspor pemohon;

  2. Salinan salah satu dari dokumen berikut ini:

    • Kartu Identitas / Izin Tinggal Bangladesh atau Nepal;

    • Surat Bukti Domisili

  3. Mengisi formulir pendaftaran diri bagi yang belum terdaftar di KBRI Bern (formulir dapat diunduh di sini);

  4. Membayar biaya penerbitan Surat Keterangan Nama sebesar BDT 405.


Waktu Pembuatan Surat Keterangan

Setelah seluruh berkas persyaratan dan pembayaran diterima dengan lengkap — baik diserahkan langsung di Loket Konsuler maupun via pos — kami akan memproses permohonan Surat Keterangan Anda pada hari yang sama. Surat Keterangan yang sudah jadi dan dimohon untuk dikirimkan via pos akan dikirimkan kembali pada hari yang sama atau selambat-lambatnya keesokan harinya.


Metode Penyerahan Dokumen

Anda dapat menyerahkan berkas persyaratan permohonan Anda langsung di Loket Konsuler KBRI Dhaka. Untuk kenyamanan Anda, mohon perhatikan jam buka Loket Pelayanan Konsuler, yaitu Minggu-Kamis, pukul 10.00-13.30 (kecuali pada saat bulan Ramadhan dan hari libur Indonesia maupun Bangladesh).

Kecuali bagi pembuatan Surat Kuasa yang harus ditandatangani pemohon langsung di depan petugas Konsuler KBRI Dhaka, Anda dapat mengirimkan berkas persyaratan Anda melalui pos setelah melengkapi dokumen-dokumen yang disyaratkan ke alamat sebagai berikut:

Embassy of Indonesia​

Road No 53 Plot No 14 Gulshan 2

Dhaka - 1212


Pengiriman Kembali Dokumen melalui Pos

Apabila Anda menghendaki agar dokumen Anda dikirimkan kembali ke alamat​ Anda melalui pos, mohon agar Anda dapat menyertakan amplop balasan yang telah dibubuhi perangko senilai BDT 50 dan dilengkapi alamat jelas pada saat menyerahkan /mengirim berkas/ dokumen.


Metode Pembayaran

Silakan membayar biaya pembuatan Surat Keterangan Anda dengan melakukan transfer e-banking dengan menggunakan detail sebagai berikut:

​Na​ma Bank

Standard Chartered Bank

​Atas Nama

Embassy of Indonesia​

​Nomor Rekening

​xxxxxxxxxxxxxx

Biaya Charges untuk warganegara Bangladesh

​BDT 345

 


Apabila Anda hendak melakukan pembayaran dengan menggunakan slip pembayaran (Empfangsschein/ Récépissé/ Ricevuta) melalui Kantor Pos, mohon agar diperhatikan bahwa Kantor Pos akan mengenakan biaya administrasi sebesar BDT 345 di luar jumlah uang yang akan ditransfer. Apabila tidak dibayarkan secara terpisah, jumlah uang yang ditransfer akan dipotong secara otomatis oleh Kantor Pos sebesar BDT 345. Mohon agar hal tersebut dapat diperhatikan sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembuatan dokumen Anda. Transfer e-banking dalam wilayah Bangladesh tidak akan dikenai biaya administrasi.


Setelah melakukan transfer biaya pembuatan Surat Keterangan, mohon agar bukti transfer pembayaran dapat dikirimkan bersama persyaratan yang lain.