Menteri Perkereta-apian Bangladesh, Suranjit Sen Gupta, Kagum dengan Sangat Pesatnya Kemajuan Indonesia di Berbagai Bidang

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Menteri Perkereta-apian Bangladesh, Suranjit Sen Gupta, mengagumi Indonesia dengan kemajuannya yang pesat termasuk pengembangan industri strategisnya menjadi salah satu negara besar di dunia dengan kemampuan sendiri; walaupun pernah dijajah Belanda, Indonesia dengan rasa nasionalisme yang kokoh menolak menggunakan bahasa dan budaya negara bekas penjajahnya, demikian disampaikan Minister for Railways Bangladesh yang baru, Suranjit Sen Gupta kepada Dubes RI Dhaka, Zet Mirzal Zainuddin dalam courtessy call hari Minggu, 15 Januari 2012. Minister for Railways Bangladesh adalah Menteri baru yang diangkat PM Hasina pada reshuffle cabinet pada tanggal 4 Desember 2011. Ministry of Railways adalah Kementerian Perkereta-apian yang baru dibentuk pertama kalinya di Bangladesh pada tanggal 4 Desember 2011.

 

Minister for Railways Bangladesh, Suranjit Sen Gupta, didampingi Pejabat-pejabat Eselon I Ministry of Railways, menyambut kedatangan Dubes RI di kantornya di Dhaka dengan rasa persahabatan dan menyatakan telah mengenal banyak mengenai Indonesia, bahkan beberapa bulan yang lalu, sebagai anggota Parlemen telah mengadakan kunjungan ke Indonesia bersama rombongan Parlemen dan Minister of Law Bangladesh mengadakan pertemuan dengan KPK dan Menteri Hukum dan HAM RI. Menteri Suranjit Sen Gupta menyampaikan apresiasinya kepada RI sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, multikultur, demokratis dan juga atas berbagai prestasinya dalam pembangunan demokrasi dan anti korupsi. Indonesia pernah dijajah oleh Belanda, dengan rasa nasionalisme yang kokoh menolak menggunakan bahasa dan budaya negara penjajahnya dan mengembangkan nilai-nilainya sendiri. Menteri Gupta waktu itu pernah mengunjungi TMII dan kagum akan berbagai keragaman budaya, bahasa, kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang bisa tergambar dari Taman Miniatur tersebut.

 

Dubes RI Dhaka, Zet Mirzal Zainuddin, sengaja mengadakan courtessy call dengan Menteri Perkereta-apian Bangladesh untuk membuka peluang lebih besar lagi bagi produk-produk industri strategis Indonesia untuk memasuki pasar Bangladesh terutama di bidang perkereta-apian. Duta Besar Zet Mirzal Zainuddin menyampaikan bahwa hubungan kedua negara telah berlangsung lama dan dalam 3 tahun terakhir telah dikembangkan semaksimal mungkin terutama untuk meningkatkan hubungan Indonesia dan Bangladesh, khususnya perdagangan, ekonomi, pariwisata sosial budaya serta juga berusaha meningkatkan perhatian terhadap Bangladesh dan menghilangkan stigma sebagai negara yang dipandang miskin tidak mempunyai kekuatan dan hanya ada bencana alam banjir.

 

Dubes RI Dhaka telah mengundang TVRI dan TV ONE untuk lebih memperkenalkan Bangladesh kepada rakyat Indonesia. Puncak kedekatan hubungan kedua negara ditandai dengan pertemuan langsung kedua Pemimpin Negara/Pemerintahan, antara Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dan PM Bangladesh, Sheikh Hasina, pada tanggal 7 Desember 2011 di Bali dan PM Hasina diundang menjadi Co-Chair BDF IV mendampingi Presiden RI. Indonesia telah menjadi salah satu mitra dagang terbesar Bangladesh dan volume perdagangan pada akhir tahun 2011 mencapai 1,2 milyar US dollar (meningkat 35% dari tahun 2010). Produk-produk Indonesia telah banyak dikenal dan diapresiasi kualitasnya di Bangladesh seperti ban, spices, tekstil dan batik, mobil Avanza, produk kulit, CPO, lubricant dll. Sesuai dengan tujuan utama “courtesy call” Dubes RI menyampaikan bahwa dalam sektor perkereta-apian, 50 passenger carriage buatan PT INKA telah digunakan Bangladesh. PT INKA pernah pula ikut tender namun belum berhasil walaupun sebenarnya produk buatan PT INKA tidak kalah dalam hal kualitas dan kekuatan. Dalam kesempatan itu, Dubes RI memperkenalkan Executive Director, Managing Director dan Deputy General Manager GETCO Ltd. Bangladesh sebagai pihak yang menjadi jembatan bagi pihak-pihak yang ingin menggunakan produk PT INKA di Bangladesh.

 

Minister Gupta menyampaikan bahwa ADB, JICA dan satu Institusi Keuangan India banyak membantu perkembangan perkereta-apian Bangladesh. Banyak negara seperti Cina, Korea, India menawarkan produk perkereta-apiannya namun Indonesia yang saat ini sedang mencapai kemajuan sangat pesat diberbagai aspek termasuk dalam pengembangan industry strategis berkualitas tinggi dan kondisi keberhasilan ekonomi yang terus menunjukkan prospek Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia masa depan adalah tetap pilihan dan favouritnya.

 

Dubes RI menyampaikan terima kasih atas perhatian Minister Gupta yang besar terhadap Indonesia dan diharapkan PT INKA akan segera mengirimkan wakilnya untuk bertemu Minister Gupta.