Menteri Penerbangan Sipil dan Pariwisata Mengharapkan Bantuan Indonesia Bagi Pengembangan Industri Pariwisata di Bangladesh

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Menteri Penerbangan Sipil dan Pariwisata Bangladesh, Faruk Khan menyatakan kekagumannya akan majunya industri pariwisata di Indonesia dan menyampaikan bahwa pemerintah Bangladesh berkeinginan untuk belajar dari Indonesia untuk mengembangkan industri pariwisata di Bangladesh. Hal ini diungkapkan ketika Duta Besar RI Dhaka mengadakan courtesy call di kantor Kementerian Penerbangan Sipil dan Pariwisata Bangladesh di Dhaka pada tanggal 2 Februari 2012.

 

Pemerintah Bangladesh menilai bahwa Indonesia dapat dijadikan salah satu contoh sukses negara yang telah berhasil mengembangkan potensi alamnya di bidang pariwisata. Oleh karena itu Menteri Faruk Khan menginginkan kerja sama yang lebih erat dengan Indonesia, terutama di bidang pariwisata dan sangat mengharapkan agar Indonesia dapat membantu Bangladesh untuk mengembangkan industri pariwisatanya. Kerja sama tersebut antara lain dapat berupa paket pelatihan bagi para pelaku industri pariwisata di Bangladesh atau di Indonesia untuk membantu mengembangkan potensi pariwisata Bangladesh. Pemerintah Bangladesh dapat mengirimkan pelaku industri pariwisata Bangladesh untuk mengikuti pelatihan di Indonesia atau mendatangkan pengajar Indonesia untuk memberikan pelatihan di Bangladesh.

 

Selain itu untuk mendorong peningkatan daya tarik industri pariwisata Bangladesh, Menteri Faruk Khan menyampaikan beberapa keinginannya, yaitu untuk membeli pesawat dengan kemampuan Sort Take Off Landing (STOL) dengan kapasitas 25 – 30 penumpang buatan Indonesia, membeli parasut buatan Indonesia guna pengembangan olah raga dirgantara, mengirimkan para tour operators dari Bangladesh ke Indonesia, terutama Bali guna secara langsung mempelajari berbagai jenis pemanfaatan potensi pariwisata yang telah dilakukan di Indonesia untuk kemudian diterapkan di Bangladesh dan meminta para investor Indonesia untuk melakukan investasi di sektor pariwisata di Bangladesh. Menteri Faruk Khan juga menyinggung mengenai keinginan pemerintah Bangladesh untuk mengimpor batu bara dari Indonesia.

 

Duta Besar RI menyampaikan bahwa pemerintah RI berkomitmen untuk terus meningkatkan hubungan bilateral dengan Bangladesh termasuk dalam bidang sosial budaya dan pariwisata. Duta Besar RI menyatakan bahwa usulan kerja sama di bidang pariwisata yang sudah pernah ditawarkan pemerintah RI pada Sidang Komisi Bersama II di Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia pada tahun 2012 perlu disambut baik dan ditindaklanjuti oleh pemerintah Bangladesh dan akan menjadi salah satu item yang akan disampaikan kepada Pemerintah RI. Pemerintah RI melalui KBRI Dhaka setiap tahunnya menawarkan beasiswa termasuk di bidang sosial budaya dan pariwisata untuk tingkat non degree dan degree (master, S2) bagi masyarakat Bangladesh.

 

Duta Besar RI menjelaskan mengenai perubahan nomenklatur Kementerian Pariwisata dan Budaya menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif semenjak tahun 2011. Pertimbangannya disebabkan semakin maraknya perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia, yaitu ekonomi yang berorientasi pada ide, kreatifitas dan inovasi pelakunya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Ekonomi kreatif yang melibatkan seluruh stakeholders diharapkan menjadi solusi terbaik dalam memberdayakan ekonomi masyarakat, menciptakan/memperluas lapangan pekerjaan, mengentaskan kemiskinan dan melestarikan keanekaragaman budaya melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu.

 

Duta Besar RI dalam kesempatan ini juga menyampaikan rencana KBRI Dhaka untuk kembali mengadakan pameran terpadu solo di Bangladesh. Pameran kali ini bertema “Indonesia’s Integrated Expo-3, Discover Wonderful Indonesia, the Potentials Unlimited” dan akan diselenggarakan pada tanggal 22-24 Maret 2012 di Hotel Sheraton/Ruposhi Bangla, Dhaka. Pameran ini merupakan pameran terpadu yang akan memadukan sektor ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan dan akan memamerkan produk unggulan Indonesia komoditas ekspor dan produk industri strategis yang diikuti oleh para pengusaha Indonesia dan pengusaha Bangladesh (agen/importir atas produk Indonesia) serta diperkaya dengan kemasan berbagai bentuk kegiatan promosi pariwisata, pagelaran/pementasan aneka ragam seni budaya, fashion show, dan promosi kuliner nusantara.