Menteri Negara IPTEK Bangladesh Harapkan Kerjasama Biotek dan IT dengan Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

1. State Minister of Science and Technology Bangladesh mengharapkan kerjasama di bidang Biotechnology dan IT dengan Indonesia dengan memanfaatkan kemajuan dan keunggulan yang dimiliki kedua negara. Demikian dikatakan State Minister for Science and Technology Bangladesh, Hon’ble Mr. Arch. Yeafesh Osman, yang didampingi Pejabat-pejabat Eselon I Ministry of Science and Technology, dalam menyambut courtesy call Dubes RI Dhaka, Zet Mirzal Zainuddin, di kantornya di Dhaka. Minister Osman menyatakan Bangladesh saat ini memprioritaskan pengembangan pendidikan dan pelatihan generasi muda yang jumlahnya mencapai 60% dari 164 juta lebih penduduk Bangladesh. Salah satunya adalah dengan pengembangan IT melalui program nasional “Digital Bangladesh” dan komunikasi mobile. State Minister Yeafesh Osman menyampaikan bahwa Bangladesh mengharapkan pula Indonesia dapat membantu dalam memecahkan masalah preservation of food dan mengembangkan teknologi pengawetan makanan. Hasil perkebunan petani Bangladesh seperti kentang, tomat, nanas, mangga serta pisang yang tidak segera dapat terjual pada masa panen akan dijual dengan sangat murah bahkan dibiarkan membusuk dan terbuang karena para petani tidak mempunyai keahlian untuk mengolahnya. Bangladesh saat ini memiliki national Institute of Biotechnology yang berada di Savar, sekitar 30 km dari kota Dhaka. Berbagai riset mengenai biotechnology dilakukan disini termasuk diantaranya mengembangkan tanaman padi yang tahan terhadap air asin. Dalam biotechnology Bangladesh juga telah berhasil melakukan pemetaan gen (genome sequence mapping) tumbuhan penghasil jute. Dengan teknologi ini Bangladesh akan mampu mengembangkan teknologi untuk mengobah karakter jenis jute yang dihasilkan, misalnya menghasilkan tanaman yang tidak membutuhkan banyak air atau jute yang lebih halus dan menyerupai sutera melalui proses dengan penghematan penggunaan air.

 

2. Dubes RI Dhaka yang terus berusaha mencari peluang kerjasama untuk mengimplementasikan butir-butir agreement yang dicapai dalam bilateral talk antara Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, dengan PM Hasina pada tanggal 7 Desember 2011 di Bali serta hasil Sidang Komisi Bersama ke – 2 di Bukittinggi Indonesia tanggal 8 – 9 Agustus 2010, sebelumnya pada tanggal 15 Januari 2012 juga telah mengadakan courtessy call dengan Menteri Perkereta-apian Bangladesh, Suranjit Sen Gupta, tanggal 15 Januari 2012 untuk mendapatkan peluang lebih besar lagi bagi produk-produk ekspor Indonesia khususnya produk industri strategis untuk mengembangkan akses pasar di Bangladesh terutama di bidang perkereta-apian. Kepada dua Menteri Bangladesh tersebut, Duta Besar Zet Mirzal Zainuddin menyampaikan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu mitra dagang terbesar Bangladesh dan volume perdagangan mencapai 1,2 milyar US dollar atau meningkat 31% dibandingkan volume perdagangan di periode yang sama tahun 2010. Produk-produk Indonesia telah banyak dikenal dan diapresiasi kualitasnya di Bangladesh seperti ban, spices, tekstil dan batik, mobil Avanza, produk kulit, CPO, chemical product, lubricant dll. Sesuai dengan tujuan utama “courtesy call” Dubes RI menyampaikan bahwa dalam sektor perkereta-apian, 50 passenger carriage buatan PT INKA telah digunakan Bangladesh. PT INKA pernah pula ikut tender namun kalah oleh Cina walaupun sebenarnya produk buatan PT INKA tidak kalah dalam hal kualitas dan kepantasan harga. Dubes RI juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mempunyai tradisi pengembangan science dan technology, terutama applied technology, cukup lama bahkan secara tradisi telah mengenal dan mengaplikasikan berbagai teknologi pertanian, peternakan dan kelautan serta aktif mendorong semua kalangan khususnya generasi muda yang jumlahnya 80% dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia agar berkompetisi menghasilkan temuan-temuan baru di bidang ilmiah dan teknologi ilmu terapan. Penguasaan teknologi di Indonesia tidak hanya di dominasi oleh perusahaan besar, kalangan pemuda dan remaja Indonesia juga telah mampu berprestasi menjuarai berbagai kompetisi science termasuk dalam teknologi robotic. Akhir-akhir ini di televisi banyak diberitakan bahwa siswa-siswa sekolah-sekolah menengah kejuruan berlomba-lomba menunjukkan kemampuan mereka dengan mengembangkan dan membuat mobil nasional dengan 80% komponen lokal bahkan pesawat ringan juga bisa dibuat oleh siswa sekolah kejuruan di Indonesia.

 

3. Minister for Railways Bangladesh, Suranjit Sen Gupta kepada Dubes RI Dhaka menyampaikan bahwa ADB, JICA dan satu Institusi Keuangan India banyak membantu perkembangan perkereta-apian Bangladesh. Banyak negara seperti Cina, Korea, India menawarkan produk perkereta-apiannya namun Indonesia yang saat ini sedang mencapai kemajuan sangat pesat diberbagai aspek termasuk dalam pengembangan industry strategis dan kondisi keberhasilan ekonomi yang terus menunjukkan prospek Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia masa depan adalah tetap pilihan dan favouritnya untuk dapat dimanfaatkan Bangladesh, khususnya dalam rangka pembangunan transportasi perkeretaapian nasional.

 

4. Dubes RI menambahkan, disamping kerjasama di bidang IT perlu pula dirintis kemungkinan kerjasama kedua negara terutama dalam masalah Food Security dan diharapkan kedua negara secara bersama-sama dapat berkontribusi dalam menghadapi masalah terus menurunnya ketersediaan pangan dunia sebagai akibat dari dampak perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan.