Menggali Potensi Negara Berpantai Terpanjang

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Deputy Commissioner (Bupati) Cox’s Bazar, daerah wisata pantai utama Bangladesh, mengharapkan Indonesia terutama para investornya membantu pengembangan pariwisata Bangladesh. Demikian disampaikan Mr. Md. Zainul Bari, Deputy Commisioner Cox’s Bazar kepada Dubes RI Dhaka, Zet Mirzal Zainuddin, yang didampingi staf mengadakan courtesy call pada hari Selasa tanggal 14 Februari 2012. Cox’s Bazar adalah daerah wisata utama di Bangladesh yang mempunyai pantai sepanjang 120 km terpanjang di dunia. Walaupun tidak sebagus Bali, Cox’s Bazar tidak hanya mengandalkan wisata “beach and sun” tetapi juga peninggalan sejarah, archeology, seni budaya, peradaban keagamaan dan juga ada suku minoritas Ransai yang mempunyai adat istiadat yang unik.

 

Kunjungan ke Cox’z Bazar merupakan salah satu usaha untuk mengenal langsung secara dekat dan lebih banyak tentang potensi daerah wisata Cox’s Bazar dalam rangka menindaklanjuti hasil-hasil Sidang Komisi Bersama RI-Bangladesh II di Indonesia tahun 2010 khususnya di Bidang Pariwisata dan “Bilateral Talk” antara Presiden RI dan PM Bangladesh tanggal 7 Desember 2011 di Bali, serta pertemuan antara Dubes RI Dhaka dengan Menteri Civil Aviation and Tourism Bangladesh baru-baru ini. Dalam kesempatan tersebut Dubes RI Dhaka menyampaikan bahwa Dubes RI telah mengundang TVRI dan TV ONE untuk lebih memperkenalkan Bangladesh kepada rakyat Indonesia, termasuk Cox’s Bazar. Indonesia telah menjadi salah satu mitra dagang terbesar Bangladesh dan volume perdagangan sampai November 2011 mencapai 1,3 milyar US dollar. Produk-produk Indonesia telah banyak dikenal di Bangladesh seperti gerbong KA PT INKA, mobil Avanza, bahan baku cement, dying, yarn, chemical industrial, batubara ban, spices, produk kulit, CPO, lubricant dll. Dalam sektor pariwisata telah ada perjanjian kedua negara dimana Indonesia menawarkan pelatihan di bidang pariwisata kepada mahasiswa Bangladesh untuk belajar di Indonesia yang mempunyai sejumlah Institut Perhotelan dan Pariwasata yang bagus.

 

Cox’s Bazar berencana mengembangkan “Special Tourism Zone” bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan/investor lokal dan asing (public and private partnership) yang utamanya ditujukan kepada wisatawan asing dimana akan dibangun hotel, restauran, sarana entertainment khusus untuk menarik lebih banyak wisatawan asing ke Cox’s Bazar. Mr. Zainul Bari mengharapkan Indonesia terutama investornya dapat membantu pengembangan industri pariwisata di Bangladesh. Cox’s Bazar juga mulai mengembangkan sarana transportasi darat dari Chittagong ke Cox’s Bazar berupa pembangunan jalur kereta api (railway track) dan pengembangan bandara menjadi bandara internasional. Untuk tahap pertama telah mulai dibangun runway sepanjang 4 km.

 

Dubes RI menyampaikan bahwa kerjasama “sister City” Cox’s Bazar dengan salah satu daerah wisata di Indonesia misalnya Bali pernah dilontarkan Menlu Bangladesh dalam pertemuan dengan Dubes RI beberapa waktu lalu, diharapkan Deputy Commissioner dapat membantu menindak-lanjutinya.

 

Pada malam harinya Dubes RI didampingi staf telah menghadiri GT Tyre Dealer’s 2012 Conference sebagai Chief Guest di Hotel Ocean Paradise Cox’s Bazar. Pertemuan yang dihadiri kurang lebih 150 agen/distributor ban GT (PT Gajah Tunggal Tbk Indonesia) yang diorganisir M/S MM Motors Bangladesh dihadiri pula oleh Mr. Chong Ying Choy, Executive Deputy general Manager GT Tyre Group of Companies; Sdr. Jamal Nasser Manalu, Assistant Manager- Sales Export PT Gajah Tunggal Tbk. Jakarta; Mr. Wang Hui Yu, International Marketing & Sales Supervisor GITI Tire Investment Co. Ltd. Shanghai, China serta Mr. Md. Serajul Islam, Proprietor MM Motor Bangladesh.

 

Dubes RI dalam sambutannya sebagai Chief Guest antara lain menyampaikan apresiasi kepada para agen/dealer/distributor yang hadir sebagai ujung tombak penjualan produks ekspor Indonesia terutama ban merek GT di Bangladesh. Meningkatnya volume perdagangan Indonesia – Bangladesh sebesar 32% tahun 2011 yaitu sebesar 1,3 milyar US dollar sampai periode November 2011 tidak terlepas diantaranya kontribusi dari usaha keras para agen/dealer/distributor yang hadir di forum ini. Mr. Serajul Islam dalam sambutannya menyampaikan antara lain bahwa hubungan perdagangan Indonesia-Bangladesh sebagai sesama negara dengan mayoritas peduduk beragama Islam terbesar di dunia berlangsung dengan sangat baik. Ban GT (Gajah Tunggal) Indonesia menguasai 70% pasar ban di Bangladesh, diluar beberapa produk ban lainnya seperti: Dunlop, Cosa, Achilles dll. Setiap bulan kurang lebih 8 container ban dari berbagai jenis kendaraan, mobil, truk, kendaraan berat seperti tronton dll, telah masuk ke Bangladesh. Nilai impor berbagai jenis ban dari PT Gajah Tunggal Tbk. Jakarta adalah antara 7 s/d 10 juta US dollar per tahun. Untuk tahun 2011 penjualan ban meningkat 33% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tahun 2012, dengan kenaikan harga bahan bakar, kenaikan harga kebutuhan pokok dan melemahnya stock market yang tidak terkendali, serta rencana Pemerintah Bangladesh untuk menaikkan pahak sebesar 23% kemudian depresiasi mata uang Taka terhadap US dollar menuntut kerja keras para agen/dealer/distributor untuk dapat memenuhi target penjualan.