Meet the Press di National Press Club, Dhaka

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

National Press Club (NPC) Bangladesh, organisasi pers nasional Bangladesh telah mengadakan acara “Meet the Press” Dubes RI Dhaka di VIP Lounge, National Press Club, Dhaka pada hari Sabtu tanggal 14 Juli 2012 dengan dihadiri oleh sekitar 60 watawan dari berbagai media massa di Bangladesh.

 

Mr. Kamaluddin Sabuj, Ketua National Press Club (NPC), dalam pengantarnya menyampaikan bahwa Dubes RI Dhaka yang dikenal sangat aktif dan dekat dengan media massa sengaja diundang untuk menyampaikan informasi perkembangan terakhir Indonesia dan hubungan bilateral Indonesia – Bangladesh.

 

Indonesia dan Bangladesh memiliki banyak kesamaan khususnya dalam hal kebudayaan dan agama. Bangladesh sebagai sahabat Indonesia dapat belajar banyak dari kemajuan yang dicapai Indonesia dengan terus meningkatkan hubungan bilateral kedua negara terutama di bidang ekonomi.

 

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang demokratis dengan performance ekonomi yang sangat baik di saat negara-negara Eropa dan Amerika mengalami krisis ekonomi. Indonesia diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke 10 di dunia pada tahun 2020 oleh Citi Research and Analisys Group.

 

Duta Besar RI untuk Bangladesh, Zet Mirzal Zainuddin menyampaikan bahwa telah menjadi tugasnya beserta seluruh jajaran KBRI Dhaka untuk terus meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Bangladesh.

 

Hubungan bilateral Indonesia dan Bangladesh telah dimulai sejak Bangladesh merdeka, dimana Indonesia menjadi salah satu negara Asia pertama yang mengakui kemerdekaan Bangladesh pada tanggal 25 Februari 1972. Pemerintah Indonesia menganggap Bangladesh sebagai negara yang memegang peranan penting bagi Indonesia dan memiliki potensi yang sangat besar.

 

Oleh karena itu KBRI Dhaka senantiasa menjalin bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Bangladesh (media massa, pemuda, pelajar, seniman dll) untuk mengenalkan dan mempromosikan Indonesia di bangladesh. Salah satu hal yang telah dilakukan oleh KBRI Dhaka yaitu memperjuangkan dikeluarkannya Bangladesh dari daftar negara Calling

 

Visa, KBRI Dhaka menilai dengan potensi ekonomi yang ada di Bangladesh dan permohonan visa yang terus meningkat setiap tahunnya, terutama untuk kunjungan wisata dan usaha, Bangladesh tidak lagi layak untuk berada dalam daftar negara Calling Visa.

 

Perjuangan KBRI Dhaka akhirnya membuahkan hasil dengan dikeluarkannya Bangladesh dari daftar negara Calling Visa melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No. MM.HH-03.GR.01.06 tanggal 2 Mei 2012 mengenai Negara-negara Calling Visa.

 

Di bidang ekonomi, volume perdagangan antara Indonesia dan Bangladesh terus meningkat dari tahun ke tahun dan pada tahun 2011 telah mencapai USD 1,4 miliar dengan surplus hingga 97% untuk Indonesia.

 

Indonesia memiliki berbagai industri strategis seperti PT PAL yang telah mampu membuat kapal laut untuk keperluan industri dan militer, PT DI dengan pesawat terbang seperti CN 235 dan N 250, PT Pindad yang telah mampu membuat amunisi, pistol, senapan serbu hingga kendaraan lapis baja APV dan APC serta PT INKA yang telah sukses memproduksi lokomotif dan kereta penumpang yang telah diekspor ke berbagai negara seperti Australia, Malaysia dan juga Bangladesh.

 

Di bidang pendidikan, Dubes RI Dhaka menerangkan bahwa pemerintah Indonesia melalui KBRI Dhaka setiap tahunnya menawarkan beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk WN Bangladesh.

 

Beasiswa yang ditawarkan antara lain beasiswa Darmasiswa (terdiri dari program non-degree 3 bulan, 6 bulan dan 1 tahun), beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (terdiri dari program S2 di berbagai universitas terkemuka di Indonesia) dan beasiswa dari Kementerian Agama RI (terdiri dari program  S1, S2 dan S3 di Universitas Islam Negeri di Indonesia).

 

Dalam sesi tanya jawab yang dipandu Mr. Zahirul Alam, anggota Executive Committee NPC, Dubes RI menjawab pertanyaan-pertanyaan dari harian The Independent, Protom Alo, Bangla News, NTV, RTV, Dhaka Bashi dan beberapa media lain diantaranya mengenai sikap pemerintah mengenai Pemilu Bangladesh yanga akan diselenggarakan di tahun 2014, pengungsi Rohingya dari Myanmar yang banyak mengungsi ke Bangladesh, permasalahan yang terjadi antara Bangladesh dan World Bank, dimana WB membatalkan pemberian bantuan senilai USD 1,2 miliar  untuk proyek Jembatan Padma serta kerja sama Indonesia dan Bangladesh untuk membantu mengembangkan sektor pariwisata di Bangladesh.

 

Acara “Meet the Press” Dubes RI Dhaka telah ditayangkan dan diberitakan di hampir semua media massa Bangladesh antara lain ATN News, BTV, NTV, RTV, MY TV, I Channel dan harian The Financial Express, Bangla News24, Bangladesh Sangbad Sangstha (BSS) dll. (Sumber : KBRI Dhaka)