Indonesia Mitra Dagang Terbesar Keempat Bagi Nepal

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam 3 tahun terakhir peningkatan perdagangan Indonesia-Nepal mengalami peningkatan tajam senilai hampir 30% tiap tahun dengan angka terakhir 115 juta US dollar dengan surplus 95% untuk Indonesia. Tahun 2012 Indonesia adalah negara pemasok produk ekspor terbesar ke 4 di Nepal.

Produk ekspor Indonesia yang memasuki pasar Nepal, negara yang terkenal di dunia dengan puncak Himalayanya, adalah CPO, kertas, rempah, gambir, crude soya bean oil, karet, biskuit, glassware, footwear, rokok sampai mobil. Data dan informasi langsung di peroleh selama kunjungan kerja Dubes RI Dhaka merangkap Nepal, Zet Mirzal Zainuddin, ke Kathmandu tanggal 15-20 Juli 2012.

Dubes Zet Mirzal Zainuddin dalam courtessy call kepada Presiden Nepal, Rt.Hon’ble Ram Baran Yadav; PM Rt.Hon’ble Babburam Bhattarai serta Deputy PM/Menlu Hon’ble Narayan Kaji Shrestra serta pertemuan dengan pejabat pemerintah, parlemen dan pengusaha Nepal tersebut, menerima ungkapan kekaguman dan kesan positif mengenai Indonesia serta hubungan bilateral kedua negara yang secara historis telah ada sejak jaman kerajaan Hindhu dan Budha ribuan tahun lalu serta dalam tahun-tahun terakhir mengalami peningkatan sangat pesat.

Dalam pertemuan dengan Dubes RI di Istana Presiden Sheetal Niwas, Kahtmandu (17/07), Presiden Nepal menyatakan kekagumannya terhadap perkembangan perekonomian Indonesia yang sangat baik di saat negara-negara Eropa dan Amerika mengalami krisis  dan Nepal ingin belajar dari pengalaman Indonesia. Begitu pula dalam penanganan bencana dan pelestarian lingkungan. Presiden Nepal memuji keberhasilan Indonesia dalam penanganan bencana Tsunami Aceh yang dengan cepat dapat diatasi dan dibangun kembali.

Kerjasama dalam farmasi dan pariwisata juga menjadi sorotan. Presiden Ram Baran Yadav melihat selama masa tugas Dubes RI peningkatan hubungan bilateral kedua negara sangat meningkat dan berharap dapat diikuti dengan pembukaan kantor Kedubes RI di Kathmandu dan Kedubes Nepal di Jakarta.

PM Nepal, Babburam Bhattarai di hari yang sama di kantor PM, Singha Durbar, Kathmandu juga menyampaikan kepada Dubes RI bahwa beliau mengikuti secara dekat dan kagum dengan kemajuan perekonomian Indonesia yang pesat dan kontribusinya dalam perkembangan demokrasi serta kepemimpinan Indonesia di ASEAN.

PM Bhattarai menyatakan berterima kasih kepada Dubes RI yang membawa peningkatan pesat hubungan bilateral kedua negara. Investasi Indonesia diharapkan untuk membantu pembangunan Nepal dan diharapkan pula perluasan kerjasama di bidang pariwisata. Dubes RI dan PM Nepal telah menandai beberapa point kerjasama yang perlu direalisasikan yaitu segera diadakan “bilateral consultation” diikuti dengan pembuatan MOU kerjasama bilateral dan kemudian selanjutnya diadakan Joint Commission secara rutin. “Air agreement” khususnya diadakannya direct flight dari Kathmandu ke Jakarta perlu direalisasikan.

Deputy PM/Menlu Nepal, Hon’ble Narayan Kaji Shrestra di kantor Kemlu Singha Durbar, Kathmandu, kepada Dubes RI sehari sebelumnya menyatakan mencatat pertemuan terakhir dengan Menlu RI, Dr. Marty M. Natalegawa, dalam SU PBB di New York September 2011. Menlu Nepal juga menyesal tidak dapat memenuhi undangan untuk menghadiri BDF IV di Bali tahun 2011 karena situasi politik dalam negeri Nepal waktu itu yang memerlukan konsentrasi dan kehadirannya di Nepal.

Dubes RI menyampaikan dalam hubungan bilateral kedua negara mempunyai hubungan yang sangat baik, selain peningkatan volume perdagangan dan kunjungan wisata, ditandai juga dengan semakin banyaknya arus saling kunjung di tingkat pejabat pemerintah dan pengusaha kedua negara serta semakin aktifnya pemerintah Nepal menghadiri undangan dan pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah RI.

Pemerintah RI juga menawarkan kepada generasi muda Nepal mengikuti program beasiswa RI, baik tingkat Master (s2), maupun program non gelar darmasiswa untuk program 6(enam) bulan dan 1 (satu) tahun. Di fora regional dan internasional pemerintah kedua negara saling memberikan dukungan terhadap pencalonan atau keanggotaan pada organisasi internasional. Untuk tahun terdapat penawaran “Third Country Training Program (TCTP) on Education for Computer Based Industrial Automation” pada tanggal 4-29 Oktober 2012 di Surabaya untuk 2 peserta dari Nepal yg diadakan RI bekerjasama dengan JICA.