Bangladesh Menginginkan Kerja Sama yang Lebih Erat dengan Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pemerintah Bangladesh menginginkan kerja sama yang lebih erat dan lebih luas dengan Indonesia dan mendukung penyelenggaraan Indonesia’s Integrated Expo-3 yang akan diselenggarakan pada tanggal 22-24 Maret 2012 di Hotel Sheraton/Ruposhi Bangla, Dhaka. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan, Honourable Ghulam Quader kepada Duta Besar RI untuk Bangladesh, Zet Mirzal Zainuddin dalam pertemuan Duta Besar RI dengan Menteri Perdagangan dan Senior Secretary, Economic Relations Division (ERD), Kementerian Keuangan, Mr. Iqbal Mahmood tanggal 8 dan 9 Februari 2012. Secretary ERD menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia di masa yang akan datang akan tampil sebagai salah satu negara yang akan memimpin perekonomian dunia bersama-sama dengan China dan India. Kedua pejabat tinggi Bangladesh tersebut menyatakan bhwa Bangladesh dan Indonesia sebagai negara di Asia yang sama-sama memiliki jumlah populasi yang besar dengan di dominasi oleh penduduk beragama Islam serta latar belakang budaya yang juga memiliki banyak kesamaan perlu menjadikan hal tersebut sebagai dasar untuk terus meningkatkan hubungan bilateral yang telah terjaga dengan baik terutama di bidang perdagangan.

 

Duta Besar RI memaparkan bahwa pada tahun 2010 volume perdagangan bilateral Indonesia-Bangladesh mencatatkan capaian yang bersejarah dengan nilai melebihi 1 milyar US Dollar dan di tahun 2011, hingga bulan Oktober, nilai total perdagangan bilateral Indonesia-Bangladesh telah mencapai lebih dari 1,2 milyar US Dollar. Dari total perdagangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia-Bangladesh mencatatkan surplus untuk Indonesia sebesar lebih dari 90%, oleh karena itu Duta Besar RI menyampaikan itikad baik pemerintah RI untuk mendorong terjadinya keseimbangan neraca perdagangan Indonesia-Bangladesh. Diantaranya dengan menyelenggarakan “Indonesia’s Integrated Expo-3, Discover Wonderful Indonesia, the Potentials Unlimited” yang merupakan pameran terpadu sektor ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan dan akan memamerkan produk unggulan Indonesia komoditas ekspor dan produk industri strategis yang diikuti oleh para pengusaha Indonesia dan pengusaha Bangladesh (agen/importir atas produk Indonesia) serta diperkaya dengan berbagai pagelaran/pementasan aneka ragam seni budaya, fashion show, dan promosi kuliner nusantara. Duta Besar RI juga menyinggung tentang rencana pemerintah Bangladesh untuk mengimpor batu bara dari Indonesia yang sering kali disampaikan oleh beberapa pejabat tinggi pemerintah Bangladesh dan menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menyambut baik rencana tersebut serta mengharapkan agar pemerintah Bangladesh segera menindaklanjuti rencana tersebut melalui saluran resmi.

 

Menteri Perdagangan menyatakan bahwa pemerintah Bangladesh siap meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara terutama di bidang perdagangan dan mengatasi berbagai hambatan (tariff dan non-tariff barrier) yang ada di Bangladesh, khususnya mengenai ekspor/impor produk obat-obatan. Menteri Perdagangan mengusulkan pelaksanaan Joint Trade Commission antara Bangladesh dan Indonesia. Selain itu pemerintah Bangladesh dan Indonesia perlu duduk bersama untuk merancang standar bilateral ataupun regional yang diharapkan akan dapat mempermudah akses produk obat-obatan dari Indonesia. Selama ini para produsen Indonesia kesulitan menembus pasar Bangladesh karena proses registrasi obat-obatan di Bangladesh yang sulit serta standar Eropa yang ditetapkan oleh pemerintah Bangladesh.