Bangladesh

PROFIL NEGARA BANGLADESH

​​Informasi Dasar

Sebagai salah satu negara pertama yang memberikan pengakuan resmi terhadap kemerdekaan Bangladesh, yaitu pada bulan Februari 1972, Indonesia memiliki aset besar dalam menjalin hubungan bilateral yang erat dan bersahabat dengan Bangladesh. Kenyataan sebagai sesama negara berpenduduk muslim terbesar, serta sesama anggota PBB, KAA, GNB, OKI, D-8, G77, ARF serta berbagai forum kerjasama antar negara berkembang, juga telah menjadikan Indonesia dan Bangladesh memiliki kesamaan pandang atas berbagai isu regional/internasional yang merupakan kepentingan bersama, dan dalam fora multilateral Bangladesh sering mendukung kepentingan RI.

 

Bangladesh menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan stabil, yaitu berkisar pada 6,2% selama 5 tahun terakhir dan tidak pernah kurang dari 5% sejak 1996, dan kini merupakan ekonomi ke-47 terbesar di dunia. Walaupun GDP per kapita Bangladesh masih berkisar pada angka USD 1700, namun dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 164 juta jiwa dan pertumbuhan kelas menengah yang signifikan --kini diperkirakan mencapai 15% atau hampir 25 juta jiwa-- serta karakteristiknya sebagai import-based country karena belum cukup berkembangnya industri manufaktur, Bangladesh merupakan pasar yang sangat potensial bagi produk-produk Indonesia. Bangladesh bahkan tidak terlalu terpengaruh oleh resesi global dalam beberapa tahun terakhir, karena peningkatan remittance dari tenaga kerja yang masih berada di luar negeri dan warga negara Bangladesh di luar negeri lainnya justru telah meningkatkan cadangan devisa Bangladesh hingga USD 22,5 milyar dollar pada Agustus 2014. Nilai perdagangan Indonesia-Bangladesh terus mengalami kenaikan dari di tahun ke tahun khususnya mulai tahun 2008, dan terus di atas USD 1 milyar sejak tahun 2010 dengan volume perdagangan pada tahun 2013 sebesar USD 1,15 milliar dimana Indonesia mengalami surplus sebesar 84%; membuktikan keberhasilan upaya promosi di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata, seni-budaya, pendidikan dan kuliner nusantara yang dilakukan KBRI Dhaka dalam setiap kesempatan/event untuk menarik minat, keinginan dan kepercayaan rakyat Bangladesh terhadap kualitas produk-produk ekspor buatan Indonesia.


​Hubungan Bilateral dengan Indonesia


Bidang Politik

Pada tahun 2014 dalam bidang politik dan keamanan KBRI Dhaka melakukan kegiatan reguler berupa :

  • pengamatan dan pelaporan terhadap perkembangan situasi politik Bangladesh dan isu khusus sesuai permintaan Pusat,

  • pendekatan kepada pejabat pemerintah Bangladesh untuk memperoleh dukungan bagi pencalonan Indonesia dalam berbagai organisasi internasional dan penyampaian informasi terkait pencalonan Bangladesh dalam berbagai organisasi internasional,

  • keikutsertaan aktif dalam briefing oleh Kementerian Luar Negeri Bangladesh maupun partai oposisi utama terkait situasi dan berbagai isu politik dalam negeri, serta berbagai event yang diselenggarakan oleh Pemerintah Bangladesh khususnya yang terkait bidang politik dan keamanan,

  • penyampaian informasi terkait kepada Pemerintah Bangladesh mengenai berbagai event yang diselenggarakan oleh Pemerintah RI,

  • koordinasi dan kerja sama dengan organisasi internasional dan regional di mana Indonesia menjadi anggota yang bermarkas di Bangladesh, yaitu Islamic University of Technology (IUT), Partners in Population and Development (PPD) dan Centre on Integrated Rural Development for Asia and the Pacific (CIRDAP),

  • pelaksanaan kuliah pada lembaga pendidikan maupun lembaga kajian di Bangladesh, yaitu National Defence College (NDC) dan Bangladesh Institute of International and Strategic Studies (BIISS), serta

  • keikutsertaan aktif dalam berbagai kegiatan ASEAN Dhaka Committee, antara lain resepsi bersama Perwakilan negara-negara ASEAN dan upacara pengibaran bendera ASEAN pada ASEAN Day.

 

Selain itu pada tahun 2014 KBRI Dhaka juga melakukan kegiatan khusus yaitu penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota DPR – RI pada April 2014 dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI pada Juli 2014, yang keduanya diikuti oleh masyarakat Indonesia di Bangladesh, serta berbagai kegiatan persiapannya.

 

KBRI Dhaka juga memberikan fasilitasi terhadap Delegasi RI, delegasi dari lembaga Pemerintah RI, anggota DPR-RI maupun pejabat Pemerintah RI yang melakukan kunjungan ke Bangladesh, antara lain Delegasi RI dalam 32nd Meeting of Ministers of Health, WHO South-East Asia Region, delegasi TNI dalam 7th Asia Pacific Intelligence Chiefs Conference, delegasi TNI-AD dalam  Pacific Army Management Seminar XXXVIII, delegasi DPR-RI dalam Regional Seminar for Asia-Pacific Parliaments on Ending the Cycle of Violence against Girls in Asia-Pacific, dan tim perwira TNI-AU yang mempelajari pengiriman pesawat C-130 Hercules dalam misi penjagaan perdamaian PBB.


Bidang Ekonomi

KBRI Dhaka terus aktif dalam upaya terus mendorong dan mendukung sekaligus memfasilitasi secara maksimal setiap upaya promosi dan peningkatan hubungan dagang kedua negara, antara lain fasilitasi keikutsertaan eksportir Indonesia pada pameran-pameran dagang yang diselenggarakan di Bangladesh dan fasilitasi kehadiran 42 (empat puluh dua) buyers dari Bangladesh pada penyelenggaraan 29th Trade Expo Indonesia 2014 di Jakarta.

 

KBRI Dhaka melakukan pendataan komoditas Indonesia yang masuk dan beredar di pasar Bangladesh serta melakukan upaya agar surplus perdagangan tersebut akan terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang. Komoditas Indonesia yang masuk dan beredar di pasar Bangladesh meliputi produk komoditas unggulan seperti CPO (crude palm oil), produk petrokimia dan turunannya, yarn, tekstil, textile dyeing chemical, kertas, ban dan suku cadang kendaraan bermotor, furniture, makanan dan minuman, obat-obatan, rokok, nutrisi dan pakaian bayi/anak, pertambangan (clinker, biji timah, batu bara dan lubricants), rempah-rempah dan kerajinan tangan, serta otomotif.

 

Terus berlangsungnya hubungan dagang melalui ekspor-impor dengan volume perdagangan yang cukup besar tersebut, semakin membuka peluang bagi pelaku usaha di Indonesia untuk melihat dan memanfaatkan peluang pasar Bangladesh. Dalam tahun 2014, KBRI Dhaka memberikan fasilitasi kepada beberapa perusahaan Indonesia yang bermaksud melakukan penetrasi pasar di Bangladesh di antaranya melalui produk-produk baru makanan dan minuman. KBRI Dhaka juga memberikan fasilitasi kepada dua perusahaan besar di tanah air yaitu PT. Grandtex Indonesia dan PT. Mayora guna membuka kantor pemasaran di Bangladesh dalam rangka meningkatkan volume penjualan.

 

Bidang Sosial Budaya

KBRI Dhaka senantiasa berupaya memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Bangladesh, antara lain melalui jalur pendidikan. KBRI Dhaka telah menyebarluaskan informasi mengenai program beasiswa Darmasiswa dari Pemerintah Indonesia dan Kemitraan Negara Berkembang (KNB) kepada mahasiswa warga negara Bangladesh untuk menarik minat warga Bangladesh belajar di Indonesia dan mengenal bahasa dan budaya Indonesia. Beberapa alumni peserta beasiswa ini terus menjalin hubungan dengan KBRI, bahkan merencanakan akan membentuk ikatan alumni mahasiswa penerima beasiswa dari pemerintah Indonesia.

Di lain pihak, KBRI Dhaka juga secara aktif melakukan pembinaan terhadap mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Bangladesh, yang diharapkan akan membantu memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Bangladesh. Saat ini terdapat 1 (satu) orang mahasiswa Indonesia yang menerima beasiswa dari Organisasi Konferensi Islam untuk menempuh pendidikan di Islamic University of Tecnology (IUT) di Dhaka dan 2 (dua) orang mahasiswi di Asian University for Women di Chittagong, Bangladesh melalui program beasiswa Maybank.

KBRI Dhaka juga secara aktif memanfaatkan berbagai kesempatan untuk mempromosikan kekayaan budaya dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat Bangladesh, antara lain melalui keikutsertaan dalam pameran pariwisata Bangladesh International Tourism Fair 2014, pertunjukan seni dalam rangka dukungan terhadap 2 (dua) orang perwira TNI yang menempuh pendidikan pada Defence Service Command and Staff College (DSCSC) yang setingkat Sesko Angkatan TNI dan diikuti oleh perwira dari berbagai negara, dan bahkan dalam Pacific Armies Management Seminar XXXVIII guna mendorong keikutsertaan dalam event serupa yang akan diselenggarakan di Indonesia pada tahun depan.


Hasil Nyata Kerja Sama Bilateral

Dalam bidang politik eratnya hubungan Indonesia – Bangladesh pada tahun 2014 ditandai oleh keikutsertaan State Minister for Foreign Affairs Bangladesh Mr. Md. Shahriar Alam dalam Bali Democracy Forum VII pada bulan Oktober, State Minister for Finance Mr. M.A. Mannan dan Governor of Bangladesh Bank Dr. Atiur Rahman dalam Asia Pacific Outreach Meeting on Sustainable Development Financing pada bulan Juni, Commandant of Bangladesh Institute of Peace Support Operation Training Maj. Gen. Maksudur Rahman dalam Executive Committee Meeting International Association of Peacekeeping Training Center Annual Conference pada bulan Februari, dan delegasi Bangladesh dalam World Coral Reef Conference di Manado pada bulan Mei. Demikian pula pejabat dan perwira Bangladesh turut serta dalam sejumlah pendidikan dan pelatihan di Indonesia antara lain Capacity Building for the New Asian-African Strategic Partnership (NAASP) Member Countries' Diplomats, Sekolah Staf dan Komando TNI-AL (Seskoal), dan 2nd International Course on the Law of Armed Conflict.

 

Di bidang perdagangan, volume perdagangan RI-Bangladesh pada periode Januari-Agustus 2014 tercatat sebesar USD 990 juta, mengalami kenaikan 29,45 persen dari tahun 2013 pada periode yang sama. Volume perdagangan Indonesia-Bangladesh tahun 2013 tercatat sebesar US$.1.15 milliar AS dengan surplus di pihak Indonesia sebesar 84%. Minat pengusaha Bangladesh terhadap kerja sama bisnis dengan Indonesia terbukti dari kunjungan 498 orang pengusaha Bangladesh dari bulan Januari hingga bulan Oktober 2014, lebih tinggi dari sepanjang tahun 2013 sebanyak 468 orang.

 

Demikian juga industri strategis Indonesia semakin gencar melakukan penetrasi pasar di Bangladesh. Industri Kereta Api (INKA) Indonesia, telah berhasil memenangkan tender pengadaan gerbong penumpang senilai USD 75 juta yang terdiri dari 100 unit MG (Meter Gauge) dan 50 unit BG (Broad Gauge) yang diadakan oleh Bangladesh Railway.

 

Angkatan Laut Bangladesh telah memesan sebanyak 10 (sepuluh) kapal patroli tipe High Speed Patrol Boat monohull (lambung tunggal) dengan panjang 11,7 meter kepada PT. Lundin Industry Invest dengan nilai kontrak sebesar 75 miliar Rupiah. Dua kapal tersebut saat ini sedang dalam tahap penyelesaian di Banyuwangi di mana para ahli Bangladesh ikut serta dalam proses pembuatannya, sedangkan sisanya akan dibuat di Bangladesh dengan melibatkan para ahli Indonesia.

 

Dalam bidang sosial dan budaya, pada tahun ajaran 2014/2015 ini 4 (empat) orang warga negara Bangladesh berhasil memperoleh beasiswa Dharmasiswa, sedangkan 2 (dua) warga negara Bangladesh lainnya berhasil memperoleh beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Dalam bidang pariwisata, dari bulan Januari hingga Oktober 2014 tercatat jumlah kunjungan wisatawan Bangladesh ke Indonesia sebanyak 6716 orang, yang telah menunjukkan kenaikan 67% dari kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2013.