PATROLI TERKOORDINASI ANGKATAN LAUT INDONESIA DAN FILIPINA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebagai negara yang berbatasan laut secara langsung, Indonesia dan Filipina perlu bekerja sama dalam bidang keamanan perbatasan yang dalam hal ini adalah kerja sama antar angkatan laut kedua negara. Semenjak tahun 1963 dengan ditandatanganinya Border Patrol Agreement, Angkatan Laut Indonesia dan Filipina sepakat mengadakan Patroli Terkoordinasi di wilayah perbatasan laut kedua negara. Upaya ini ditingkatkan menjadi Operasi Patroli Perbatasan penegakan hukum di wilayah perbatasan. Berdasarkan Border Patrol Agreement antara pemerintah Indonesia dan Filipina telah dilaksanakan Patroli Terkoordinasi dengan nama Coordinated Patrol Philippines and Indonesia XXVI-12 (Corpat Philindo XXVI-12) di wilayah perbatasan laut kedua negara. Pada pelaksanaan Corpat Philindo XXVI-12, Indonesia menurunkan kapal patroli KRI Sura (802) yang merupakan buatan anak negeri (PT. PAL) sedangkan Filipina menurunkan kapal patroli BRP Magat Salamat (PS-20) yang merupakan kapal patroli buatan Amerika Serikat pada Perang Dunia kedua. Sebagai tujuan akhir pelaksanaan Corpat Philindo XXVI-12 kedua kapal patrol Indonesia dan Filipina singgah di pelabuhan Davao City pada tanggal 1-3 Mei 2012. Dalam kesempatan tersebut, kru KRI Sura (802) berkesempatan mengunjungi KJRI Davao City dan memberikan Coaching Clinic Marching Band Rajawali kepada Tim Marching Band Sekolah Indonesia Davao (SID). Selain itu, keluarga besar KJRI Davao City dan SID berkesempatan untuk mengunjungi KRI Sura (802).