Interfaith Summit 2012

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Saat ini di berbagai belahan dunia, negara-negara sedang menghadapi berbagai tantangan di dalam masyarakat mereka, baik itu yang berkaitan dengan dinamika politik, sosial, budaya dan khususnya kerukunan umat beragama. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kekerasan yang mengatasnamakan agama. Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, kasus seperti pengungsi Rohingya di Burma, Mindanao di Philipina, dan di berbagai tempat lainnya adalah contoh nyata dari persoalan yang memerlukan tanggung jawab lebih dari masyarakat dunia. Olehnya, Indonesia Youth Forum (IYF) bekerjasama dengan Global Peace Festival Indonesia Foundation (GPFIF) akan menggelar acara International Interfaith Youth Summit 2012 dengan tema “New Interfaith Paradigm for The 21st Century”, yang akan digelar di Bali 5-7 Oktober 2012. Acara ini dimaksudkan untuk mengajak para pemimpin muda dunia agar memiliki semangat dan ikut ambil bagian dalam kampanye perdamaian dunia. “Tujuan dari acara ini tidak lain adalah untuk membangun pemahaman bersama, akan pentingnya kerukunan umat beragama dan ikut mengambil peran nyata dalam pembangunan perdamaian,” ujar Achmad Syamsuddin, Executive Director IYF. Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Chandra Setiawan, M.M, PhD, Chairman GPFIF. Menurutnya acara seperti ini patut didukung karena selain mengkampanyekan kerukunan antar umat beragama, nilai penting acara ini karena digagas oleh anak-anak muda dari berbagai belahan dunia. “Kami dari GPFIF menilai bahwa acara seperti ini sangatlah penting, karena anak-anak muda terlibat aktif memikirkan perdamaian dunia. Saat ini saja mereka sudah mau untuk memberikan kontribusi nyata, bagaimana kelak ketika mereka akan menjadi pemimpin dunia, tentunya mereka akan senantiasa mengusung semangat mulia ini,” tandas Chandra. Rencananya, kurang lebih 200 orang pemimpin muda dunia dari berbagai negara akan hadir, diantaranya Pakistan, Philipina, Kamboja, Amerika Serikat, Korea Selatan, China, Malaysia, Timor Leste, Inggris, Bangladesh, Bosnia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Myanmar, Uzbekistan, India, Bangladesh, Vietnam, Madagaskar, Gambia, Mesir, Zimbabwe, Laos, Somalia dan Indonesia. “Kami terus berhubungan dengan rekan-rekan muda dari seluruh dunia, dan membangun komunikasi yang baik dengan mereka. Tentunya kami berharap mereka tidak terkendala dan tetap bisa menghadiri acara ini,” ungkap Dewirini Anggraeni, Ketua Panitia Interfaith Summit 2012. Sementara itu, Muhammad Abdul Idris, Direktur Program IYF menambahkan, bahwa acara ini merupakan kegiatan rutin dan berkesinambungan serta bagian dari sumbangan nyata terhadap perdamaian dunia. “Ini adalah tahun ke empat kami mengundang pemuda dari berbagai negara untuk duduk bersama membangun dialog saling pemahaman, menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya ikut ambil bagian dalam perdamaian dunia,” terang Idris yang juga sedang menjabat Wakil Sekretaris PP IPNU. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, sehingga acara ini terselenggara, baik itu dari Pemerintah Indonesia maupun perwakilan negara-negara sahabat yang ada di Jakarta, juga ucapan terima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia yang ada di luar negeri, yang membantu kelancaran proses kedatangan teman-teman dari berbagai belahan dunia ini,” tambah Idris. Sementara itu, untuk mendukung persiapan acara Interfaith Summit tersebut, Panitia Pelaksana menggelar Soft Launching pada Rabu, 8 Agustus 2012 bertempat di Gallery Cafe, Taman Ismail Marzuki Jakarta, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Hadir dalam acara tersebut Arend C. Zwartjes, Assisten Cultural Atache Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Azis Nurwahyudi, Deputi Direktur, Kementerian Luar Negeri, Prof. Dr. Masykuri Abdillah, Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia dan Ibu Hanna Amalia Vandayani, Presiden dan Pendiri Yayasan Pondok Kasih.