Press release: Indonesia Bantu Korban Bencana Badai Pablo (Bopha) di Filipina Selatan

12/30/2012

Pemerintah Indonesia telah menyerahkan bantuan berupa beras 2.000 ton, tenda pengungsian 12 ton, bahan makanan dan selimut untuk para korban bencana topan Pablo (Bopha) di Mindanao, Filipina Selatan. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Menko Kesra H.R. Agung Laksono kepada Pemerintah Filipina pada tanggal 29 Desember 2012 di Davao City. Pemerintah Filipina diwakili Under Secretary Vilma Cabrera dari Departemen Sosial yang sekaligus pimpinan di The National Disaster Risk Reduction and Management Council (NDRRMC). “Di samping Indonesia juga sering menerima bantuan dari negara sahabat ketika terjadi bencana, bantuan yang diserahkan kepada rakyat Filipina adalah sebagai bentuk solidaritas sebagai sesama negara anggota ASEAN dan pertimbangan kemanusiaan serta arahan Presiden RI untuk memberikan bantuan kepada korban bencana Badai Bopha di Filipina Selatan” demikian Menko Kesra menjelaskan dasar pemberian bantuan tersebut. Dalam kesempatan tersebut Menko Kesra didampingi oleh Gubernur Sulawesi Utara Sinyo H. Sarundayang, Dubes RI Manila Kristiarto Legowo, Sekjen PMI, Konjen RI Davao City Eko Hartono, serta para pejabat Kemenko Kesra, BNPB, dan PMI. Selain itu, Menko Kesra beserta rombongan meninjau langsung wilayah New Bataan, Compostela Valley yang terkena bencana dan menyerahkan bantuan berupa beras 1 ton, selimut dan tenda kepada masyarakat di daerah tersebut. Bencana Badai Tropis Bopha atau Pablo di wilayah Mindanao, Filipina Selatan pada 4 Desember 2012 telah berdampak kepada lebih dari 6.243.998 jiwa di 3.064 desa, 318 kecamatan, 40 kota dan 3 provinsi. Tercatat korban meninggal 1.067 orang, luka-luka 2.666 orang dan hilang 834 orang. Selain itu, kerusakan terjadi di 385 sekolah. Kerugian di bidang perkebunan sekitar Php. 26,5 milyar, infrastruktur Php. 7,5 juta dan harta penduduk sebesar Php. 2,8 juta. Saat ini para korban membutuhkan berbagai barang bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Barang-barang yang diperlukan diantaranya adalah makanan, pakaian anak, selimut, senter, baterai, terpal, tikar, generator, air bersih dan air minum. Bantuan beras dari Pemerintah Indonesia diberangkatkan dari pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara menuju pelabuhan Davao Filipina. Sedangkan bantuan tenda diberangkatkan dari Banten dengan menggunakan angkutan kapal laut reguler. Selain bantuan dalam bentuk barang, Pemerintah Indonesia juga mengirimkan relawan sebanyak 6 Orang, terdiri dari PMI sebanyak 4 orang, Kemenko Kesra 1 Orang, dan Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana sebanyak 1 orang. Tim Relawan berangkat ke Davao pada tanggal 25 Desember 2012. Sebelumnya, KJRI Davao City telah memberikan bantuan kepada korban badai Pablo (Bopha) di Kota New Bataan dan Monkayo masing-masing beras sebanyak 1 ton, bahan makanan dan air minum. Selain itu, pada 9-10 Desember 2012 Panglima TNI dan BNPB juga telah memberikan bantuan makanan siap saji, susu bubuk, selimut, keperluan mandi, pembalut wanita dan obat-obatan sebanyak kurang lebih 4 (empat) ton dan bantuan finansial sejumlah US$1 juta.