Pengusaha Mindanao Tertarik Tingkatkan Bisnis dengan Indonesia

11/18/2016

Para pengusaha Mindanao, Filipina Selatan menyatakan sangat tertarik untuk meningkatkan kerja sama bisnis dengan mitra di Indonesia, khususnya Sulawesi Utara, demikian disampaikan oleh Philippines Chamber of Commerce and Industry (PCCI)  Regional Governor for Southwestern Mindanao, Raymond Salangsang di sela-sela Forum "Doing Business in Indonesia", yang diselenggarakan di General Santos, FiIipina Selatan (154 Km dari Davao City) pada 16 November 2016.

Hal serupa juga diutarakan oleh sejumlah peserta lainnya yang mayoritas merupakan para pelaku usaha asal Davao City dan General Santos pada forum yang menghadirkan Konsul Jenderal RI Davao City, Berlian Napitupulu  sebagai salah satu narasumbernya tersebut.

Kegiatan Forum "Doing Business in Indonesia", diselenggarakan sebagai upaya untuk mengenal lebih jauh mengenai potensi bisnis dan investasi yang ditawarkan oleh Indonesia, khususnya Provinsi Sulawesi Utara, yang nantinya akan menjadi sebagai "hub" bagi kapal RoRo yang berlayar dari Davao City dan General Santos.

Pada kesempatan tersebut, Konjen Berlian Napitupulu menjelaskan mengenai potensi ekonomi, bisnis, regulasi ekpor-impor, dan kemudahan proses investasi di Indonesia, khususnya Sulawesi Utara. Terkait dengan rencana dibukanya jalur pelayaran RoRo dengan rute Davao City-General Santos-Bitung, Konjen Berlian N​apitupulu menyampaikan bahwa rute ini cukup berpotensi untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah cakupan BIMP-EAGA tersebut.  

"Not only it will increase trade for both country, it will also attract more people to visit each other for business and tourist purposes" ujarnya dihadapan lebih dari 60 pelaku bisnis dari General Santos dan Davao City yang hadir di forum tersebut.

Dari forum tersebut, telah berhasil diidentifikasi sejumlah produk potensial yang dapat diekspor dari Sulawesi Utara dan propinsi  sekitarnya ke Filipina, yaitu produk agrikultur berupa kopra, jagung, pala, dan cocoa serta pakaian muslim. Sedangkan di sisi lain, beberapa produk yang berpotensi untuk dimpor dari Filipina diantaranya adalah buah dan minuman kaleng, dried fruit, dan pupuk organik, serta sejumlah produk lainnya yang dinilai potensial dan profitable oleh para pelaku bisnis dari kedua negara.

Disamping menjadi narasumber pada seminar tersebut, KJRI Davao City juga ikut serta berpartispasi memamerkan sejumlah produk manufaktur unggulan Indonesia pada event "3rd Treasures of SOCCSKARGEN Expo", yaitu pameran hasil produksi 4 propinsi industri setempat dan beberapa produk negara tetangga yaitu dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Pameran diselenggarakan dari 16-20 November 2016 di SM Mall, General Santos City (mall terbesar di kota tersebut).

Konsul Jenderal RI Davao City juga menyempatkan untuk meninjau langsung pelabuhan Makar Warf, yang nantinya akan digunakan sebagai pelabuhan bagi kapal RoRo di General Santos City, Filipina. Diperoleh info dari Kepala Pelabuhan tersebut bahwa secara umum, Makar Warf siap untuk digunakan sebagai salah satu pelabuhan bagi rute RoRo tersebut. Hal ini mengingat pelabuhan ini juga sudah aktif melayani lalu lintas dan bongkar muat sebanyak 26 kapal asing perbulannya. Pihak pelabuhan telah menyelesaikan pembangunan dok dan terminal untuk kapal RoRo dimaksud. Disamping itu juga telah dibangun kantor untuk bea cukai dan karantina serta fasilitas CIQS (Customs, Immigration, Quarantine, and Security) pelabuhan juga sudah beroperasi dengan baik.

Hal serupa serta persiapan lainnya tentunya juga diharapkan dilakukan oleh pihak Indonesia, demi mendukung keberhasilan rencana dibukanya konektivtas laut antara Davao City-General Santos-Bitung.