Promosikan TEI 2016 secara intensif perkuat kerjasama bidang perdagangan dan investasi

​​Pelaksana Fungsi Ekonomi telah melakukan serangkaian pertemuan dengan counterpart pengusaha maupun perwakilan dari lembaga pemerintah di Kuronadal City, yakni antara lain;

    1. Ms. Loreta Sy, Ketua South Cotabato Chamber of Commerce Industry Inc.
    2. Mr. Edgar A. Soguilon, DTI Region XII
    3. Ms. Agnes D. Daguro, Koronadal City Planning & Development Coordinator

 

Pertemuan dengan pengusaha dan perwakilan pemerintah di Koronadal City bertujuan mempromosikan Trade Expo Indonesia 2016 sekaligus untuk menjalin hubungan kerjasama dan koordinasi khususnya dibidang ekonomi dan ivestasi. Dari pertemuan tersebut diperoleh respon positif dari pihak pengusaha atas undangan TEI 2016 sebagai visitor / potential buyer dan menyampaikan bahwa 5 (lima) orang pengusaha Koronadal City akan ikut berpartisipasi dalam TEI 2016.

 

Dari serangkaian pertemuan tersebut, diperoleh pula informasi penting mengenai peluang kerjasama di bidang perdagangan dan investasi berbagai sektor di Koronadal City dan wilayah sekitarnya di Propinsi South Cotabato.

 

Sebagaimana diketahui bahwa Korondal City merupakan pusat kota agro-industry Propinsi South Cotabato sekaligus sebagai "hub" perdagangan produk-produk pertanian dari beberapa wilayah tetangga seperti Norala, Surala, Tacurong, Tupi, dan Banga. Padi, jagung, kopra, mangga, duren, dan pisang adalah produk pertanian yang diandalkan Koronadal City sebagai penggerak ekonomi utama setempat sedangkan nanas baik segara atau kalengan merupakan produk unggulan untuk pasar ekspor.

 

Pemerintah Koronadal City melalui DTI dan City Planning & Development Coordinator juga menawarkan peluang investasi  dan kerjasama antara lain di bidang; i.) Teknologi untuk pengembangan pertanian organik, ii.) infrastruktur pembangunan fasilitas pasar umum (cool storage facility), iii.) ICT (Information Communication and Technology) dengan skema PPP, iv.) fasilitas pengolahan air, dan v.) termasuk permintaan untuk pelajaran Bahasa Indonesia dan Indonesian Study di universitas di Propinsi South Cotabato.

 

Dalam diskusi dengan pihak DTI Region XII, diketahui juga bahwa terdapat 28 perusahaan dari Propinsi South Cotabato akan ikut hadir sebagai exhibitor pada BIMP-EGA IMT GT Trade Fair and Business Conference di Makasar pada tanggal 14-16 Oktober 2016. Pihak DTI juga tertarik untuk dapat mengunjungi pameran TEI 2016 di Jakarta yang diselenggarakan jelang BIMP-EGA IMT GT Trade Fair and Business Conference di Makasar, yaitu pada tanggal 12-16 Oktober 2016.

 

Dalam pembicaraan mengenai isu konektivitas antara Mindanao dan Indonesia, sektor bisnis di Region XII sangat optimis untuk mendukung pembukaan jalur konektivitas laut maupun udara antara Mindanao dan Sulawesi Utara mengingat potensi perdagangan kedua wilayah tersebut sangat besar dan menguntungkan. Namun hingga saat ini konektivitas tersebut belum bisa terealisasikan karena faktor peraturan pelayaran kedua wilayah.

 

Dari diskusi tersebut, juga diperoleh informasi bahwa, dari sisi Indonesia masih terkendala dengan status Pelabuhan Bitung yang belum memenuhi standar internasional dan harmonisasi masalah CIQS (Custom, Immigration, Quarantine & Security), namun saat ini Pemerintah Indonesia tengah berupaya memenuhi standar dan harmonisasi peraturan tersebut untuk mempercepat pembukaan konektivitas antara Mindanao dan Sulawesi Utara.

 

Terkait dengan isu konektivitas tersebut, KJRI Davao City melalui Fungsi Ekonomi akan terus mendorong upaya percepatan pembukaan konektivitas laut, salah satunya dengan memfasilitasi inisiatif salah satu pengusaha dari Manila yang berbasis di General Santos City sekaligus menjabat sebagai Executive Director dari Philippine Chamber of Commerce and Industry Brooke's Point Chamber untuk membuka jalur pelayaran kapal kargo antara Davao City - General Santos City – Bitung - Manado. Proses pengurusan administrasi pembukaan jalur tersebut tengah dijalani oleh pihak yang bersangkutan dan segera setelah proses tersebut selesai maka akan dilakukan kunjungan bisnis dari pihak yang bersangkutan ke Sulawesi Utara demi mendorong kesiapan dari pihak Indonesia.