UPAYA PENDATAAN WNI DI PULAU BALUT DAN PULAU SARANGANI

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebagai pulau terluar Filipina yang berbatasan langsung dengan wilayah laut Indonesia, Pulau Balut dan Pulau Sarangani merupakan pulau penting terjadinya perlintasan manusia dan barang. Jarak antara Pulau Balut dan Pulau Sarangani dengan wilayah terdekat di Indonesia yaitu Pulau Marore diperkirakan 3 (tiga) jam perjalanan menggunakan kapal laut Dalam upaya pendataan Warga Negara Indonesia (WNI), pada 13-15 April 2012 Tim dari KJRI Davao City yang beranggotakan Konsul Jenderal Eko Hartono didampingi oleh fungsi Pensosbud, Hermawan Janu Wibowo; fungsi Konsuler, Zaenur Rofid; fungsi Imigrasi, Agung Sampurno dan beberapa staf KJRI Davao City menyelenggarakan kegiatan pendataan WNI yang terletak di Pulau Balut dan Pulau Sarangani, Filipina. Untuk mencapai Pulau Balut dan Pulau Sarangani, Tim Davao City harus menempuh 3 (tiga) jam perjalanan darat dari Davao City menuju General Santos City dan 4 (empat) jam dengan kapal ke Pulau Balut dan Pulau Sarangani. Diselenggarakannya kegiatan tersebut bertujuan untuk mendapatkan data-data terkait perkiraan jumlah WNI yang bermukim di Pulau Balut dan Pulau Sarangani, termasuk di dalamnya adalah data-data mengenai anak-anak WNI usia sekolah, sarana dan prasarana tempat Kursus Pengetahuan Dasar Indonesia (KPDI). Pada kesempatan tersebut, Tim telah mengunjungi Border Crossing Station (BCS) Republik Indonesia di Batu Ganding, Pulau Balut, Provinsi Davao del Sur, Mindanao, Filipina dan bertemu dengan WNI yang ditunjuk sebagai penghubung, pamong KPDI dan WNI yang bermukim di Pulau Balut. Sampai saat ini tercatat bahwa jumlah WNI di Pulau Balut dan Pulau Sarangani mencapai 2.514 (dua ribu lima ratus empat belas) orang. Selain dilaksanakannya kegiatan pendataan WNI, Konsul Jenderal Eko Hartono juga menyampaikan pentingnya pendidikan dasar bagi anak-anak WNI usia sekolah, peran orang tua dalam memotivasi minat belajar, peningkatan sarana dan prasarana KPDI, Sekolah Indonesia Davao yang tidak memungut bayaran, pembuatan modul bahasa Indonesia dan pentingnya pendidikan kewarganegaraan tingkat A dan B di KPDI, dan bantuan-bantuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk anak-anak WNI usia sekolah di Mindanao. Selain mengunjungi BCS di Batu Ganding, Tim juga bertemu dengan Bupati Pulau Sarangani. Mr. Jerry Kawa. Dalam dialog yang berlangsung secara interaktif dengan Bupati Pulau Sarangani telah didiskusikan mengenai hubungan erat WNI yang bermukim di Pulau Balut dan Pulau Sarangani dengan Warga Negara Filipina di kedua pulau tersebut. Menurut Mr. Jerry Kawa bahwa sekitar 2.000 (dua ribu) orang keturunan Indonesia telah bermukim di Pulau Balut dan Pulau Sarangani selama puluhan tahun dan hampir tidak pernah memiliki masalah dengan penduduk setempat.